Erabaru.net. Gu Jingyang, 36 tahun, adalah ayah seorang putri yang cantik. Namun sangat memilukan, putrinya meninggalkannya untuk selamanya. Karena takut putrinya kesepian dia melepaskan usaha kateringnya yang sudahterkenal dan pergi bekerja di pemakaman tempat putrinya dimakamkan agar bisa menemaninya setiap hari.

Sejak saat itu, hal pertama yang dilakukan Gu Jingyang setiap pagi adalah mendaki bukit ke kuburan untuk mengunjungi putrinya, berbicara dengan putrinya, dan mencium foto di batu nisannya.

Gu Jingyang telah bekerja di pemakaman selama lebih dari 5 bulan, dia juga terlibat dalam pekerjaan memimpin upacara pemakaman.

Pada Oktober 2017, untuk kesembuhan putri kecilnya yang sakit , dia dan istrinya telah membawa putrinya berobat ke Zhengzhou, Beijing dan Shanghai. Dalam beberapa tahun, mereka tidak hanya menghabiskan seluruh tabungan keluarga, tetapi juga menjual rumah dan mobil, bahkan juga telah utang ke teman dan saudaranya.

“Saya menghabiskan semua uang keluarga dan saya mempunyai banyak utang, tetapi saya masih gagal mempertahankan nyawa anak itu,” kata ayah yang penuh kasih ini.

Pada 20 Juli 2020, putri Gu Jingyang yang berusia 8 tahun akhirnya meninggalkan dunia.

Saat kematian putrinya, karena kondisi keuangan keluarga yang sulit, Gu Jingyang mulai mengkhawatirkan pemakaman putrinya.

Kisah memilukan keluarga Gu Jingyang sampai ke telinga seseorang yang bertanggung jawab atas Taman Pemakaman Gunung Phoenix di Luoyang, karena sangat tersentuh, mereka memberikan bantuan dengan memberikan penguburan putrinya secara gratis.

Atas kematian putirnya itu, dia merasa sangat sedih dan tidak bisa menerimanya untuk sementara waktu. Jingyang merasa sangat kehilangan atas kematian putrinya, dan agar selalu bisa dekat dengan putrinya, dia memutuskan untuk meninggalkan usaha katering dan melamar pekerjaan di Taman Pemakaman Gunung Phoenix.

Agar putrinya dapat merasakan perhatian dan kehadiran orangtuanya, dia sering menggunakan waktu istirahat menuruni gunung untuk pergi ke toko, membeli beberapa makanan ringan seperti agar-agar, kentang goreng, donat dan teh susu yang biasa dimakan putrinya.

“Putriku sendirian di pegunungan. Aku takut dia akan kesepian, jadi aku ingin lebih dekat dengannya,” kata Gu Jingyang.

Setiap kali datang ke pemakaman, Gu Jingyang akan mengambil lap untuk membersihkan batu nisan putrinya dengan hati-hati, dan kemudian berjongkok di sampingnya untuk berbicara dan mengobrol dengan putrinya. Selain itu, dia selalu mencium foto di batu nisan putrinya.

Terkadang, dia akan mengeluarkan ponselnya dan memainkan beberapa lagu kesukaan putrinya. Dia suka mendengarkan lagu yang mengingatkanya pada putrinya.

Tanggal 14 Januari adalah hari ulang tahun putrinya. Dari masa kanak-kanak hingga dewasa, setiap tahun saat dia merayakan ulang tahunnya, dia akan menyiapkan boneka untuk hadiah ulang tahunnya. Meski putrinya sudah tiada, kado ulang tahun ini akan terus diberikan.

Gu Jingyang mengatakan bahwa sejak putrinya pergi, dia membawa semua boneka kecil yang telah dia berikan kepada putrinya selama bertahun-tahun, dan kemudian menempatkannya di depan batu nisan.

Di depan batu nisan putrinya, Gu Jingyang mengeluarkan kartu harapan dan menulis harapan untuk putrinya. Ini adalah pertama kalinya dia berkomunikasi dengan putrinya melalui kartu doa. Usai menulis, ia menggantungkan kartu itu di depan makam putrinya dan berharap bisa mengungkapkan kerinduan dan keberkahannya kepada putrinya dengan cara tersebut.

Setiap hari ketika dia kembali ke mes dari kerja, Gu Jingyang selalu mengeluarkan ponselnya dan melihat foto putrinya di tengah malam, terkadang dia tidak bisa tidur sampai dini hari.

“Saya bekerja di sini, niat awal saya adalah menemani putri saya, tetapi dalam proses bekerja, saya lambat laun menyadari arti melakukan pekerjaan ini,” ujarnya.

Gu Jingyang berkata bahwa sampai sekarang, dia telah bekerja di Gunung Phoenix selama hampir setengah tahun. Saat ini, selain kerinduannya pada putrinya, dia juga telah bertemu banyak orang yang kehilangan orang yang mereka cintai selama bekerja.

Dia memahami mereka . Rasa sakit dan ketidakberdayaan di hatinya, jadi dia ingin melakukan yang terbaik untuk membantu lebih banyak orang untuk keluar dari rasa sakit mereka dan menghadapi kehidupan lagi. (lidya/yn)

Sumber: starnews19

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular