NTDTV.com

Kebakaran hutan terjadi di dekat ibukota Yunani, Athena pada malam  (19/5/2021). Ratusan petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan si jago merah. Kobaran api menghancurkan sekitar 54% hutan pinus lebat yang dilindungi. Para ahli memperingatkan bahwa cagar alam terdekat mungkin memiliki “bencana ekologi yang serius”.

Kebakaran hutan melanda di Gunung Geraneia, sekitar 90 kilometer sebelah barat Athena, dimulai tidak jauh dari desa Schinos dekat kota resor Loutraki.

Kantor berita AFP melaporkan bahwa unit perlindungan pertahanan sipil menyebutkan, kebakaran tersebut tampaknya disebabkan oleh seseorang yang membakar tumbuhan di kebun zaitun. 

Lebih dari 270 petugas pemadam kebakaran, dikirim untuk operasi pemadaman kebakaran. Sedangkan pihak militer juga mengirimkan sebanyak 16 pesawat untuk mendukung operasi pemadam. Sejauh ini, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.  Beberapa rumah rusak atau terbakar.  Sebanyak lebih dari 10 desa juga telah dievakuasi.

Keterangan Foto : Pada dini hari 20 Mei 2021, kebakaran hutan berkobar sepanjang malam di sekitar habitat satwa dilindungi Gunung Geraneia. Puluhan penduduk desa Yunani dievakuasi tanpa adanya laporan korban jiwa. (VALERIE GACHE / AFP melalui Getty Images)

Kepala Pemadam Kebakaran, Stefanos Kolokouris mengatakan kepada media setempat, ANT1 bahwa kebakaran itu “salah satu kebakaran hutan paling serius dalam 20 atau 30 tahun terakhir, dan musim ini baru saja dimulai.”

Dia mengatakan, di bawah kondisi iklim yang lebih baik, anggota pemadam kebakaran dapat mengendalikan api pada 21 Mei, tetapi masih ada “beberapa tempat yang masih menyala.” Diharapkan “api akan terkendali sepenuhnya.”

Media sayap kiri “Avghi” melaporkan, api menghancurkan sekitar 54% hutan pinus lebat yang dilindungi, dan sekitar 6,1% Gunung Geraneia adalah bagian dari alam yang dilindungi dari Uni Eropa (EU) “Natura 2000”. 

Euthymios Lekkas, Profesor Manajemen Bencana Lingkungan di Universitas Athena, mengatakan: Insiden ini adalah bencana ekologi terbesar. Sangat penting  bekerja keras untuk menghindari  banjir serius pada musim gugur berikutnya.” (hui)

Share

Video Popular