Erabaru.net. Dalam masyarakat modren, dalam kerhidupan, karya seni telah menjadi bagian tak terpisahkan. Beberapa pecinta seni akan mengoleksi karya seni untuk menghias rumahnya, agar kehidupan mereka penuh dengan warna yang beragam.

Di antara semua hal di alam, benda yang terliha tidak berharga bisa menjadi “karya seni” yang mahal, tergantung sudut mana yang Anda gunakan untuk menemukannya.

Seperti seorang pria berusia 38 tahun bernama Lu Ting di Provinsi Shanxi, Tiongkok ini. Setelah karirnya gagal, dia tidak mau menjadi biasa-biasa saja. Dia telah mengubah batu kali menjadi harta karun. Satu buah batu bisa dijual seharga 380 yuan (sekitar Rp 800 ribu).

Batu itu berasal daru Sungai Yangtze yang dia beli dari Sichuan dan Hubei. Ini adalah batu peruntungannya, batu untuk menjadi kaya. setelah diproses, setiap batu akan menjadi sebuah karya seni yang tinggi.

Lu Ting tinggal di Gunung Zhongtiao, Kabupaten Yuanqu. Setelah lulus dari sekolah, seperti banyak anak muda lainnya, mereka bekerja di kota besar. Belakangan, dia memiliki utang Rp 1,1 miliar.

Saat bekerja, dia memikirkan cara untuk memulai bisnisnya sendiri. Secara kebetulan, ketika seseorang pergi ke pasar bunga untuk membeli pot bunga dia melihat pot-pot yang yang terbuat dari batu, dia teringat butu di sungai di depan rumahnya. Batu adalah bahan alam yang tidak ada habisnya. Setelah itu, dia kembali ke kampung halamannya dan memuli bisnis dengan memanfaatnya batu-batu kali.

Xiao Lu berkata bahwa di Gunung Zhongtiao menghasilkan batu-batu yang indah. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak orang meraup untung dengan memanfaatkan batu-batu itu.

Dia membeli mesin sederhana, mengumpulkan batu, dan mulai mengubahnya menjadi karya seni di rumah. Setelah percobaan berulang kali, pot bunga batu pertama selesai dalam 3 hari.

Saya pertama kali menawarkannya kepada teman-teman saya dengan harga 380 yuan (sekitar Rp 800ribu). Kegembiraan atas kesuksesan awalnya menginspirasi hasrat wirausahanya.

Dia melakukan perjalanan antara sungai dan rumahnya setiap hari. Sebulan kemudian, dia menemukan bahwa batu di kampung halamannya sangatlah bagus, tetapi bahannya tidak cocok untuk diasah. Ada banyak, dan sangat melelahkan untuk memilih batu yang paling sempurna.

Di mendapat info dari teman netizenya, bahwa batu Sungai Yangtze di Sichuan dan Hubei paling cocok untuk membuat periuk, dan ada banyak orang di lembah Sungai Yangtze yang berspesialisasi dalam bisnis batu.

Pada tahun 2016, dia memborong batu seharta 50.000 yuan (sekitar 110 juta) di Sichuan.

Batu dari Sungai Yangtze memiliki tekstur yang halus dan berbagai bentuk. Relatif mudah untuk dibentuk.
Selama sebulan, Xiao Lu, yang tidak pernah keluar dari rumahnya, membuat berbagai pot bunga, piring buah, hiasan meka dll, dan menjualnya secara online.

Harga satu potong berkisar dari lebih dari 380 yuan hingga 680 yuan. Setelah 2 tahun, Xiaolu berhasil melunasi utangnya.

Xiao Lu mengatakan bahwa pemilihan batu dan desain adalah tahapan yang paling penting. Dia setiap hari menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mengamati tumpukan batu untuk menentukan desain yang pas.

Untuk setiap batu, ia memikirkan produk yang sesuai dengan bentuk masing-masing batu, lalu dia mulai memproses setelah mendapatkan ide. Hanya dengan cara ini dia menciptakan karya yang disukai semua orang.

Tentu saja, produksinya ini juga merupakan mata rantai yang sangat penting. Xiao Lu yang cerdas dan mudah mempelajari sesuatu. Setelah menggunakan mesin sederhana yang dia beli untuk jangka waktu tertentu, dia merasa itu tidak efisien. Dia lalu membeli mesin baru yang sangat meningkatkan kecepatan dan kualitas produksinya.

Xiao Lu mengatakan bahwa setiap pekerjaan harus diselesaikan melalui pemilihan bahan, desain, perforasi, pemolesan, dll. Ini adalah tugas yang menguras otak dan melelahkan fisik. Mudah untuk mengatakannya tetapi sulit untuk dilakukan. Jika Anda tidak benar-benar memperhatikannya Anda akan gagal.

Produk Xiao Lu terus meningkat ragamnya. Mulai dari pot bunga, baki buah, asbak, ornamen kecil, hingga alat tulis, kuas, batu tinta dan penggaris, bahkan set teh lima gelas, juga menerima pruduk atas permintaan pelanggan.

Bisnis Xiao Lu semakin membesar, dia mempunyai toko fisik dan penjualan online. Pada siang hari, dia berkreasi dan berproduksi. Di malam hari, dia duduk di rumah dan memulai penjualan online langsung.

Karena produknya dibuat dengan indah dan sempurna, penjualannya sangat tinggi dan produknya telah diekspor ke seluruh penjuru negeri. Ada banyak pelanggan utama di Shanghai, Beijing, dan Guangzhou. Dia bahkan membuat lusinan produk untuk sebuah restoran di Korea Selatan.

Xiao Lu mengatakan bahwa persediaan produknya terbatas. Untuk memenuhi kebutuhan semua orang, dia telah mempekerjakan 3 pekerja untuk meningkatkan produksi.

Rencana berikutnya adalah membangun sebuah bengkel pengolahan di desanya untuk mengkaryakan warga desanya, sehingga ia dapat mewujudkan impian kewirausahaanny dan melipatgandakan penghasilannya.

Lu Ting adalah orang dengan kemampuan observasi yang kuat, dia telah menggunakan mata yang tajam untuk menjadikan barang yang bernilai menjadi harta karun. (lidya/yn)

Sumber: waagreat

Video Rekomendasi:

Share
Tag: Kategori: SERBA SERBI

Video Popular