NTDTV.com

Gunung berapi Nyiragongo di timur Republik Demokratik Kongo meletus pada 22 Mei 202. Aliran lahar panas gunung itu berhenti pada  23 Mei ketika mencapai pinggiran Kota Goma, sehingga bencana meluas. 

Juru bicara pemerintah Republik Demokratik Kongo, Patrick Muyaya mengatakan, sebanyak 17 desa tertimpa bencana,  3 pusat kesehatan, 1 sekolah dasar, dan 1 jalur suplai air kena dampaknya hingga menyebabkan kerusakan. 

Muyaya mengatakan, sebanyak 15 orang diketahui tewas, termasuk 9 orang tewas dalam kecelakaan lalu lintas saat warga mengungsi. Pihak militer setempat menyatakan, 4 orang ditembak mati saat melarikan diri dari penjara, dan 2 buronan terbakar hingga meninggal dunia.

Pada tanggal 23 Mei 2021, lahar yang terbakar dari letusan Gunung Nyiragongo mengalir melalui kawasan pemukiman. (GUERCHOM NDEBO / AFP melalui Getty Images)

Kantor berita AFP melaporkan bahwa, United Nations Children’s Fund (UNICEF) menyatakan bahwa setidaknya 5 orang terkait langsung dengan letusan gunung berapi. Dikhawatirkan lebih dari 170 anak hilang. Selain itu, lebih dari 150 anak telah terpisah dari keluarga mereka.

Seorang wartawan Reuters, menyaksikan kematian dua orang di sebuah desa di utara Goma setelah letusan awal gunung berapi. Banyak warga berbicara tentang kematian kerabat mereka dan tak diketahui keberadaan mereka.

Seorang wanita berusia 68 tahun mengatakan kepada Reuters, bahwa ketika lahar mendekati rumah mereka, dia mencoba membawa suaminya lari. Akan tetapi, suaminya  sakit untuk berjalan. Dia menangis dan berkata, “Saya berkata pada diri saya sendiri sekarang bahwa saya tidak bisa pergi sendiri. Ketika kami menikah, kami telah bersumpah berbagi suka dan duka. Saya mencoba untuk membawanya pergi setelah saya kembali, tetapi tidak ada bisa melakukannya. Saya melarikan diri, tetapi dia terjebak di dalam dan terbakar sampai meninggal dunia, Saya benar-benar tidak tahu harus berbuat apa, saya membenci semua yang terjadi hari ini. ”

Ribuan orang mengungsi pada malam hari setelah letusan Gunung Nyiragongo pada 23 Mei 2021, dan lahar panas menelan bangunan di dekat Goma. (JUSTIN KATUMWA / AFP melalui Getty Images)

Sementara itu, Jubir Pemerintha Kongo Muyaya ,mengklaim, pihak berwenang setempat telah memantau letusan gunung berapi dan intensitas aliran magma juga melemah. Namun demikian, pihak berwenang masih memperingatkan bahaya letusan gunung berapi belum berakhir. Sedangkan gempa bumi di masa mendatang di daerah sekitarnya dapat menyebabkan magma kembali mengalir ke luar.

Gunung Nyiragongo adalah salah satu gunung berapi paling aktif dan berbahaya di dunia. Gunung berapi Nyiragongo terakhir kali meletus pada 17 Januari 2002.  Lahar akibat letusan nya mengalir ke Goma, menewaskan 250 orang dan menyebabkan 120.000 orang kehilangan tempat tinggal. Penduduk Goma, masih ingat dengan segar ketika itu, mereka bangun dari tempat tidur segera mengambil harta benda lainnya serta langsung melarikan diri. (hui)

Share

Video Popular