Erabaru.net. Ketika berusia 16 tahun, Catherine Harrison dari Texas, AS, secara sukarela menjadi model untuk acara gala di kampung halamannya.

Di belakang panggung, dia direkrut oleh agen model. Dia bekerja paruh waktu untuk mereka selama beberapa tahun, tetapi suatu hari, mereka berhenti menelepon. Ketika dia bertanya apa yang terjadi, dia diberi tahu bahwa ukuran gaunnya terlalu besar.

Tubuhnya berukuran 6 pada saat itu. Agensi tersebut memberitahunya bahwa mereka hanya memasukan orang dengan ukuran 4 atau di bawahnya, tetapi jika dia ingin menurunkan sebagian dari berat badannya, mereka akan mempertimbangkan untuk mempekerjakannya kembali.

Catherine tertegun, dan penolakan itu menyebabkan dia menjadi tidak percaya diri terhadap tubuhnya. “Benar-benar menyakitkan,” katanya.

Ketika dia berusia 17 tahun, Catherine didiagnosis dengan kelainan autoimun kronis yang disebut rheumatoid arthritis. Dia diberitahu bahwa dia tidak bisa lagi melakukan latihan itensitas tinggi, jadi ketakutannya akan bertambahnya berat badan menjadi lebih kuat.

Untungnya, saat itulah dia menemukan cara unik untuk tetap sehat dan menjadi lebih kuat dari sebelumnya: angkat beban!

Segera, dia bergabung dengan tim angkat beban di University of Houston, di mana dia perlahan mulai membangun massa ototnya.

Dia langsung merasa nyaman di antara atlet lain di gymnya dan menjalin persahabatan yang erat, menyebut mereka “beberapa orang terbaik yang pernah saya temui”.

Persahabatan tersebut mendorong Catherine untuk berlatih lebih keras dan tidak fokus pada menjadi lebih kurus, tetapi pada kesehatan tubuh dan pikiran.

“Secara alami, saya suka membandingkan diri saya dengan orang lain, tetapi mereka mengajari saya untuk tidak membandingkan diri saya dengan orang lain,” katanya.

Wabah virus corona membuat Catherine tidak bisa masuk perguruan tinggi, namun dia terus bekerja keras selama pandemi, bahkan mencapai tujuan pribadinya untuk mengangkat beban 135 kg!

Selain menambah massa otot pada tubuhnya, kesehatan mental wania yang berusia 23 tahun itu tidak pernah lebih baik!

Dia berbagi video motivasi dan tips kesehatan di halaman Instagram-nya, dan dia telah menempuh perjalanan panjang sejak berusia 16 tahun.

Saat ini, dia lebih menghargai tubuhnya dan menghargai kemampuannya, alih-alih berfokus pada apa yang orang lain anggap sebagai kekurangan.

Baru-baru ini, dia nge-tweet perbandingan dirinya saat masih menjadi model pada usia 16 dengan bagaimana penampilannya sekarang.

Pesan itu sangat kuat sehingga tweet itu menjadi viral. Dia menggunakan semua yang dia bisa untuk meningkatkan kesadaran akan dysmorphia tubuh dan tekanan dialami wanita untuk menjadi kurus.

Catherine mengatakan bahwa dia dengan rendah hati menerima semua pujian yang diberikan terhadap fotonya secara online, tetapi pada akhirnya dia berharap perjalanannya akan membantu orang lain yang berjuang untuk citra tubuh dan kepercayaan diri mereka.

Bagus sekali, Catherine! Kami tidak sabar untuk melihat kepercayaan diri Anda di level berikutnya! (lidya/yn)

Sumber: inspiremore

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular