Erabaru.net. Pohon pernis sebagian besar berada di pegunungan, dan menyadap getah pohon pernis harus dilakukan sebelum fajar. Jika Anda tidak sengaja menyentuh getah pohon pernis, Anda mungkin akan melihat benjolan merah di kulit Anda.

Pukul 5 dini hari, Lao Duan, 70 tahun dan kawan-kawan memasuki hutan lebat di pegunungan dengan senter, karena getah pernis di pagi hari lebih banyak.

Setiap hari masing-masing akan memanjat sekitar 200 pohon 2 kali sehari. Setelah makan siang, mereka akan mengambil pernis dari pohon untuk dikumpulkan, dan itu mereka lakukan setiap hari.

Orang tua itu mengatakan bahwa getah pernis yang telah mereka panen akan digunakan untuk mengecat peti mati. Peti mati yang baik membutuhkan lebih dari 25 kilogram pernis mentah. Ini adalah fenomena yang ada dalam adat pemakaman penduduk setempat, karena potongan pernis mentah di gunung itu memiliki kedap udara yang baik, dan peti mati yang dilapisi pernis tersebut tidak akan membusuk walau telah terkubur di dalam tanah selama ratusan tahun.

Mengecat peti mati dengan pernis mentah dari pegunungan adalah kebiasaan penduduk setempat. Peti mati yang telah dicat dengan getah pohon perni ini akan disimpan di rumah selama orang tua mereka masih hidup.

Setiap menyadap pohon pernis harus memanjat sekitar 200 pohon pernis setiap hari, sehingga dia bisa mendapatkan sekitar 2 kilogram pernis mentah.

Semua penyadap pohon pernis ini tinggal di pegunungan.

Ada banyak buah-buahan liar di pegunungan, bagi mereka makan siang dengan beberapa buah-buahan liar adalah makanan yang enak.

Ketika mereka mendaki gunung, pertama tama mereka harus mengadakan upacara untuk mempersembahkan korban ke lereng, berharap dewa gunung akan melindungi mereka dan memberikan keselamatan. (lidya/yn)

Sumber: funnews61

Video Rekomendasi:

Share
Tag: Kategori: SERBA SERBI

Video Popular