Erabaru.net. Seorang pria tuan di Henan, Tiongkok, setelah pensiun dia selalu suka pergi memancing untuk menghabiskan waktu. Suatu hari dia seperti biasa pergi ke sungai untuk memancing. Namun, tidak seperti hari-hari sebelumnya, tidak ada gigitan ikan setelah sekian lama.

Orang tua itu mengira dia kurang beruntung hari itu, jadi dia berencana untuk pulang. Namun, saat pria itu akan mengangkat pancingnya, ada tarikan yang sangat berat di ujung pancing, dan pria tua itu berpikir akhirnya ikan yang tunggu datang juga.

Tetapi ujung pancing sepertinya nyangkut pada benda yang besar, dan pria itu berusaha keras untuk menariknya. Saat sampai di atas, itu bukanlah ikan besar, tapi kura-kura perunggu.

Itu adalah sebuah patung perunggu yang bentuknya seperti kura-kura. Pada masa Dinasti Shang dan Zhou, tingkat peralatan dari perunggu sudah sangat matang.

Menurut identifikasi, kura-kura perunggu ini, berasal dari Dinasti Shang. Bentuk kura-kura sangat hidup, dengan empat anak panah menancap di punggungnya. Selain itu, terlihat juga banyak simbol teks yang tidak terbaca.

Kura-kura memiliki status yang sangat tinggi pada jaman dahulu. Hal ini dapat dilihat dari “Turtle Shoushou” bahwa kura kura telah menjadi simbol umur panjang sejak jaman dahulu. Sehingga kura-kura mewakili umur panjang secara alami adalah sebuah keberuntungan, dan benda ini juga mengungkapkan harapan terbaik bagi orang orang kuno.

Namun, kenapa ada empat anak panah di punggunnya? Hal inilah yang membuat para ahli masing bingung, beberapa orang mengatakan bahwa ini berarti “empat anak panah di dalam hati kura-kura”, yang artinya hati seseorang seperti anak panah. Tapi benarkah sejarah seperti ini?

Penguasa pada saat itu adalah Raja Zhou yang kejam yang terkenal sampai generasi selanjutnya. Raja Zhou memimpin para pejabatnya ke sungai di Henan.

Saat itu Raja Zhou menembakkan busur dan anak panah, menembakkan total empat anak panah yang mengenai punggung kura-kura, dan mengakhiri hidup kura-kura tersebut.

Semua ini dilihat oleh sejarawan dan pejabat di tempat kejadian. Raja Zhou menjadi bangga dan puas, dan memberi tahu para pejabat bahwa ini mewakili kedamaian pada tempat ini, jadi dia menembakkan empat anak panah.

Saat itu, seorang pejabat merasakan kebanggaan di dadanya,lantas dia membuat kura-kura perunggu dengan 4 anak panah yang menancap, sesuai dengan kura-kura yang ditembak mati saat itu untuk mengingat kata-kata heroik Raja Zhou

Walaupun kita sudah mengetahui akhir dari Dinasti Shang, kura-kura ini masih bisa mewakili ketekunan dan kebijaksanaan dari jaman dahulu dan merupakan peninggalan budaya yang sangat berharga.

Ketika pria tua itu tahu apa yang dia dapat adalah harta nasional daia sangat senang. Menuru para ahli, kura-kura perunggu itu bernilai lebih dari Rp 40 miliar.

Pada akhirnya kura-kura yang terbuat dari perunggu ini juga berhasil dikembalikan negara, menjadi peninggalan budaya nasional, dan menjadi wahana bagi masyarakat untuk mendalami sejarah Dinasti Shang.

Kehidupan terkadang memberi kita kejutan yang tak terbatas, tersembunyi dalam hal-hal yang biasa. Orang tua ini menemukan peninggalan budaya yang sangat berharga saat memancing ikan, sungguh hal yang menakjubkan. (lidya/yn)

Sumber: funnews61

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular