Erabaru.net. Hidup di kota akan selalu terasa lelah secara fisik dan mental. Mereka ingin melarikan diri dari kota dan hidup di desa yang tenang dan nyaman. Jadi dia berteriak,: “Saya akan mengundurkan diri besok.”

Fang Liyan dan Gu Yuling membawa anak-anak mereka yang berusia 6 dan 4 tahun tinggal di desa pegunungan untuk beternak ayam di sana.

Pasangan muda berusia 31 tahun ini beternak dan menhgasilkan lebih dari satu juta ayam setahun. Peternakan ayam telah menjadi dunia yang membahagiakan bagi keluarganya.

Dibandingkan dengan peternakan ayam dalam kandang tertutup, beternak ayam di kandang terbuka lebih berisiko dan lebih melelahkan. Sebagian besar peternak ini menghadapi dilema bahwa anak-anak mereka tidak mau mengambil alih.

Namun, Fang Liyan tidak hanya mengambil alih bisnis keluarganya, tetapi juga menghimpun banyak anak muda untuk bersama-sama membangun peternakan ayam.

Ada 30 peternakan ayam di lereng bukit di Taitung, dengan hasil tahunan lebih dari satu juta ayam, yang dipasok ke Ding Taifeng, Carrefour dan perusahaan terkenal lainnya.

Fang Liyan mengatakan bahwa keluarganya telah beternak ayam sejak generasi kakeknya, dan ayahnya mengikutinya dan berinvestasi di peternakan. Namun, karirnya gagal dan ayahnya jatuh sakit dan meninggal.

Dia tidak pernah berpikir untuk beternak ayam seperti ayahnya tetapi, sejak kematian ayahnya di mengambil alih perkejaan ayahnya, dia meninggalkan tentara sembilan tahun lalu.

Untungnya, istrinya yang manja itu tidak membenci ayam yang kotor, tetapi menikmatinya.

Orangtua mereka adalah kenalan lama, dan mereka sekolah di SMA yang sama, tetapi mereka baru bertemu di tahun ketiga sekolah menengah.

Mereka menikah 6 tahun yang lalu dan menjadi pasangan peternakan ayam bersama. Mereka memimpin sebuah tim dari hampir 30 peternak ayam.

Fang Liyan mengatakan bahwa banyak orang dari mereka merupakan pegawai lama yang bekerja keras dengan ayahnya, ji. Kini, tim-tim tua ini juga mengajak anak-anaknya untuk beternak ayam bersama.

Ada lebih dari 30 peternakan ayam. Fang Liyan mengatakan beberapa peternakan bekerja sama dengan pemilik tanah.

Gu Yuling berkata bahwa pada awalnya, dia merasa beternak ayam telah membatasi waktu dan sangat tidak bebas, tapi kini dia secara perlahan-lahan bisa menikmatinya.

Pada saat yang sama, mereka membawa anak-anak mereka keluar-masuk peternakan ayam untuk bersenang-senang sambil mengamati, dan belajar di antara ayam-ayam. Keluarga ini menemukan kegembiraan hidup dalam memelihara ayam. (lidya/yn)

Sumber: funnews61

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular