Erabaru.net. Mariela Andersen selalu bermimpi bisa bertemu dengan ibu kandungnya. Ketika akhirnya mendapat kesempatan untuk melakukannya, dia terbang sejauh 2.000 mil untuk mewujudkan pertemuan dan sesampainya di bandara dia disambut oleh 30 kerabat yang telah lama hilang.

Wanita berusia 31 tahun itu dibesarkan oleh orangtua angkatnya yang penyayang, tetapi dia selalu ingin bertemu dengan ibu kandungnya.

Mariela menyewa penyelidik online yang berhasil menemukan ibu kandungnya, Maria Sanchez yang berusia 51 tahun, di Bogotá, Kolombia.

Pasangan itu berbicara di telepon dan enam bulan kemudian Mariela terbang dari Atlanta, Georgia, ke Amerika Selatan untuk bertemu langsung dengan Maria.

Tetapi ketika Mariela mendarat, dia tercengang dengan 30 kerabatnya, yang teridir dari paman, bibi dan sepupu yang sudah berada di sana menunggunya.

Mariela mengatakan: “Saya khawatir saya tidak akan dapat menemukannya, sulit bagi saya menahan rindu. “

“Saya terbang ke sana sendirian tanpa penerjemah. Saya merasa seperti ikan yang keluar dari air. Saya belum pernah bepergian ke luar negeri sebelumnya.”

“Ketika saya melihat sekelompok orang tersebut sedang menunggu saya. Saya sangat lega tetapi juga sangat tercengang. Saya merasa sangat disambut dan dicintai .”

Mariela benar-benar mencintai orangtua angkatnya Lisa, 61 tahun, pensiunan guru, dan Pete, 65 tahun, seorang insinyur sipil, dan menganggap mereka sebagai orangtuanya sendiri, tetapi dia selalu ingin tahu tentang ibu kandungnya.

Mengingat ia juga tumbuh bersama dengan dua saudara laki-laki yang juga diadopsi dari Kolombia, dia menambahkan: “Dalam keluarga kami, kami merasa bahwa diadopsi adalah sesuatu yang harus dirayakan, bukan sesuatu yang memalukan.”

“Ketika saya masih kecil, saya selalu bermimpi bertemu dengan ibu kandung saya. Di toko bahan makanan, saya akan bertanya kepada wanita yang tampak Hispanik, ‘Apakah Anda dari Kolombia? Apakah Anda menyerahkan seorang anak untuk diadopsi?'”

“Saya penasaran dan percaya bahwa saya akan menemukannya suatu saat nanti.”

Mariela juga ingin meredakan rasa bersalah yang mungkin dirasakan ibu kandungnya karena menyerahkannya untuk diadopsi.

Dia menambahkan: “Saya ingin menenangkan pikirannya karena saya khawatir dia merasa bersalah atau malu dan mempertanyakan keputusannya. Saya ingin memberi tahu dia bahwa saya menjalani kehidupan yang baik.”

Mariela berbicara dengan Maria untuk pertama kalinya pada 2 Mei 2012 dan dia berkata: “Saya tahu dari suaranya bahwa dia dilanda rasa bersalah.

“Dia berkata ‘Maafkan aku.’ Dia bilang dia ingin memelukku dan meminta maaf secara langsung. “

Mariela menabung selama enam bulan dan kemudian terbang ke Bogotá untuk perjalanan dua minggu untuk bertemu Maria.

Selama perjalanan itu, Maria memberi tahu Mariela bahwa dia menyerahkannya untuk diadopsi karena dia hidup dalam kemiskinan tanpa dukungan, dan tidak yakin bahwa dia dapat memberikan putrinya kehidupan yang baik.

Mariela menambahkan: “Dia sudah hidup dalam kemiskinan. Ayah kandung saya juga tidak ingin berurusan dengan dia atau saya.”

“Dia tidak merasa memiliki sumber daya untuk menjagaku dan dia tidak ingin aku tumbuh tanpa ayah.”

Dia juga bertemu dengan dua saudara tirinya di Kolombia: Santiago, 27 tahun, dan Sarah, 13 tahun.

Sejak Mariela kembali ke Kolombia delapan kali, dia mengakui bahwa jauh lebih sedikit orang yang menyambutnya di bandara sekarang.

“Semakin sedikit orang yang menemui saya di bandara dan sekarang tinggal satu orang yang menjemput saya. keberadaan saya telah memudar!” Ujarnya. (lidya/yn)

Sumber: ladbible

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular