Erabaru.net. Qiu Binqing, seorang dokter, dengan diam-diam telah memberikan obat yang mahal kepada pasien telah menggerakkan hati banyak netizen.

Ahli anestesi Qiu Binqing menceritakan bahwa seorang pria tua70 tahun ingin mengganti sendi lutut buatan. Dia memperkirakan rasa sakit pasca operasi cukup tinggi. Dia khawatir orang tua itu tidak akan tahan, jadi dia menganalisis obat penghilang rasa sakit dan memberitahukan kepada keluarga pria tua itu.

Yang pertama adalah obat penghilang rasa sakit perawatan kesehatan (bantuan pemerintah) paling dasar, hanya bertahan enam jam setelah operasi, dan seiring berjalannya waktu, akan terasa sakit lagi. Kedua adalah obat penahan rasa sakit yang permanen, yang bisa bertahan berhari-hari, dan harganya adalagh 3.000 yuan (sekitar Rp 6.7 Juta).

Putra pasien itu mengatakan kepada Qiu Binqing untuk tidak menggunakan obat-obatan yang dibiayai sendiri di depan ayahnya.

Ilustrasi. (Foto: Pixabay)

Dokter mengingatkan lagi anaknya jika dia memakai obat dari asuransi kesehatan sebagai pereda sakit, hari pertama setelah operasi tetap akan terasa sakit, tapi dia tetap menolak, bahkan lebih tegas lagi berkata, : “Semua obat asuransi kesehatan tidak akan terasa sakit, jangan memaksa saya untuk mengeluarkan biaya sendiri ! ” Setelah berkata demikian, putranya itu lantas pergi keluar.

Qiu Binqing berpikir, “Jadi dia sebenarnya punya uang untuk membelinya, tetapi dia tidak ingin membayar obat penghilang rasa sakit untuk ayahnya sendiri?”

Lantas dia bertanya kepada pria tua itu, apakah lukanya sakit. Dia hanya diam dan tidak berbicara, mungkin membandingkan rasa sakit lukanya dengan hatinya.

Dokter berkata, :”Saya tahu, maksudnya adalah sakit hati.”

Ilustrasi. (Foto: Pixabay)

Akhirnya, Qiu Binqing, yang tidak tahan, diam-diam membantu kakek untuk menghilangkan rasa sakit dengan memberikan obat yang permanen dan tidak memungut biaya teknis.

Dia hanya tidak ingin melihat ekspresi kesakitan dari orang tua itu.

Perbuatan baiknya telah menghangatkan hati banyak netizen.

Kasih sayang keluarga merupakan perwujudan menyeluruh dari kebaikan dan hati nurani seseorang. Berbakti kepada orangtua adalah kewajiban hidup seorang anak

Bayangkan saja, jika seseorang bahkan tidak dapat menghormati orangtuanya dan membayar kembali asuhannya, siapa yang masih percaya bahwa dia adalah seorang manusia? Siapa yang mau berurusan dengannya? Seseorang yang tidak memiliki hubungan darah dapat melakukan perbuatan baik seperti itu, bagaimana mungkin seorang anak kandung bisa begitu kejam! (lidya/yn)

Sumber: starnews19

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular