Erabaru.net. Di Desa Jingyang, Kabupaten Daxin, Guangxi, Tiongkok, ada seorang gadis bernama Nong Qingmei. Saat usianya belum genap 3 tahun, ayahnya, Nong Zihong, menderita sindrom Parkinson. Akibatnya, ibunya yang berkewarganegaraan Vietnam pergi dan kembali ke Vietnam tanpa mengucapkan selamat tinggal. Ayah dan anak itu pun hidup bergantung satu sama lain.

Karena penyakinya, kondisi ayahnya memburuk dengan cepat. Ketika Nong Qingmei berusia 4 tahun, ayahnya lumpuh total dan terbaring di tempat tidur. Di usianya yang masih muda, dia harus memikul tanggung jawab keluarga, mengerjakan tugas-tugas rumah tangga.

Setiap hari, dia memasak sendiri, membantu ayahnya berpakaian dan memberi makan, mencuci tubuhnya, serta membawakan air dan obat-obatan.

Saat ini, dia telah berusia 13 tahun dan telah masuk ke sekolah tingkat pertama. Setiap Minggu sore, dia memberi makan ayahnya makanan enak, dan kemudian meninggalkan rumah untuk pergi ke sekolah (asrama).

Ketika dia pulang ke rumah pada akhri pekan, dia merawat ayahnya dengan penuh kesbaran dan jarang memiliki kesempatan untuk pergi keluar dan bermain dengan teman-temannya.

Untuk waktu yang lama, Nong Qingmei dan ayahnya telah mengandalkan perawatan jaminan, dan beban hidup telah berkurang. Namun, kehidupannya yang sulit memungkinkannya untuk belajar semua jenis pekerjaan rumah sejak kecil.

Pakaiannya dan milik ayahnya yang sobek, semuanya dijahit dengan tangannya sendiri. Banyak pakaian yang telah dijahit dan diperbaiki.

Di malam hari, Nong Qingmei tidak lupa untul mengerjakan pekerjaan rumahnya dari sekolahnya.

Di rumah, Nong Qingmei adalah anak yang bijaksana dan berperilaku baik, di sekolah, dia adalah siswa yang baik, pekerja keras, proaktif, dan bersedia membantu teman-teman kelas yang membutuhkan.

Ketika pulang ke rumah setiap minggu, selain merawat ayahnya dengan baik, kapan pun dia ada waktu luang, dia akan membaca dan belajar.

Dari sekolah dasar hingga sekolah menengah Nong Qingmei banyak mendapat penghargaan karena prestasi sekolahnya.

Nong Qingmei mengatkan bahwa selama bertahun-tahun, keluarganya tidak hanya diurus oleh pamannya, tetapi juga mendapat bantuan dan dukungan dari masyarakat.

Dia telah memiliki cita-cita yang mulai sejak kecil, yaitu berusaha keras agar dapat diterima di universitas kedokteran di masa yang akan datang, sehingga dia dapat menjadi dokter sehingga bisa merawat ayahnya dan memberikan kontribusi yang lebih pada masyarakat.

Doa kami, semoga Nong Qingmei bisa meraih apa yang dia cita-citakan. (lidya/yn)

Sumber: starnews19

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular