Erabaru.net. Beberapa kenangan yang penuh emosional tidak akan pernah hilang,tidak peduli berapa lama waktu yang dibutuhkan, selama itu telah tertanam di dalam hati, kenangan dan rasa itu akan akan tetap ada selamanya!

Saat Hari Ibu di Taiwan, banyak anak-anak memilih untuk mengungkapkan rasa terima kasih dan cinta yang tulus kepada ibu mereka. Namun, seorang siswa sekolah menengah Xu Zihan memilih untuk bisa berhubungan kembali dengan mantan pengasuhnya, Duwi, seorang pekerja migran dari Indonesia, yang merawatnya 15 tahun yang lalu.

Menurut laporan sebuah media, Duwi datang ke rumah Xu Zihan bekerja sebagai pembantu dari tahun 2000 hingga 2004. Namun, karena kontraknya habis, dia harus kembali ke Indonesia, saat Xu Zihan masih kecil.

Duwi juga pernah memberikan hadiah boneka beruang di hari ulang tahun Xu Zihan yang ke-4 tahun. Duwi sendiri pun juga menyimpan satu bonek beruang yang sama. Ini telah menjadi kenangan eksklusif di antara keduanya.

Tetapi ketika Duwi harua pergi, dia tidak mengucapkan selamat tinggal kepada Xu Zihan, karena dia takut anak itu akan sedih.

Xu Zihan, yang sekarang sudah menjadi seorang siswa SMA, tidak pernah melupakan Duwi.

Dia selalu ingin mencari kesempatan untuk berterima kasih atas pengasuhannya. Saat itu, untuk bisa melacak keberadaan Duwi, Xu Zihan berturur-turut mengirimkan artikel ke Majalah Common Wealth dalam bahasa Mandarin dan Indonesia. Kemudian juga ke situs berita Detik dan Voice News.

Untungnya, pembaca Indonesia melihat artikel Xu Zihan di Voice News, yang berujung pada reuni dengan Duwi beberapa tahun kemudian.

Pada Hari Ibu, Xu Zihan pertama kali menerima pesan dari seorang reporter dari Voice News, yang memberitahunya bahwa beberapa pembaca meninggalkan pesan yang mengatakan bahwa dia mengenal Duwi.

Dia menahan kegembiraannya ketika dia berada di sekolah dan menerima pesan lain dalam bahasa Mandarin sesudahnya.

Setelah kelas selesai, repoter itu mengirim dua foto dan bertanya apakah dia mencari bibi ini (foto Duwi), salah satu foto itu adalah rumah lama Xu Zihan, dan dia langsung menangis ketika melihatnya.

Nasib benar-benar luar biasa. Konon orang yang memberikan informasi kontak Duwi adalah pekerja migran di Taiwan yang juga berasal dari Indoneia. Dia merasa sangat berempati dengan keinginan Xu Zihan untuk bertemu Duwi. Terlebih lagi, pekerja tersebut adalah tetangga Duwi.

Setelah menerima kabar Duwi, Xu Zihan kembali ke rumah secepat mungkin untuk menyiapkan peralatan video, lalu mengeluarkan boneka beruang nya, dan berbicara dengan Duwi.

Saat itu, Duwi melihat Xu Zihan dan mengatakan bahwa dia masih mengenalinya, mengatakan: “Adik perempuanku sekarang gemuk.”Dan kakak laki-laki Xu Zihan yang berada di belakang Xu Zihan belum dilupakan oleh Duwi.

Dia juga mengatakan bahwa penampilan kakak laki laki itu “sangat mirip dengan ayahku”. Sepertinya ingatan tentang hidup bersama belum pudar walau sudah bertahun-tahun berlalu.

Nama Duwi sebenarnya adalah Dwi Setyowati, karena Xu Zihan tidak menyimpan informasi pada saat itu, dia hanya bisa menemukan orang melalui transliterasi.

Duwi saat itu bekerja di rumah Xu Zihan sebagai pembantu saat baru berusia 20 tahun, kontraknya habis, dan kembali ke Indonesia. Dia juga bekerja di pabrik Taoyuan selama 6 tahun sebelum membuka toko grosir di kota asalnya Solo.

Mereka bertemu lagi setelah 7 tahun tidak betemu, ibu dari anak tersebut juga sudah tiada. Meski keduanya berbeda dari masa lalu, kepedulian mereka terhadap satu sama lain tidak pernah berubah.

Jika ada kesempatan di masa depan, Duwi mengungkapkan bahwa dia ingin kembali ke Taiwan lagi, dan Xu Zihan juga mengatakan bahwa dia ingin mengunjungi kampung halaman Duwi, berharap mereka berdua akan bisa mengenang kembali kenangan yang sempat hilang.

Bagi Xu Zihan, Duwi selalu akan menjadi seperti ibu keduanya, jadi melihat Duwi lagi di Hari Ibu benar-benar hal yang membahagiakanntya! (lidya/yn)

Sumber: starnews19

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular