Li Zhaoxi – NTDTV.com

Sejak April lalu, jumlah kasus baru virus Komunis Tiongkok (COVID-19)  di Malaysia meningkat. Rumah sakit kewalahan, mendorong pemerintah untuk memerintahkan tindakan pemblokiran hingga 7 Juni, tetapi jumlah penularan tidak berkurang.

Menurut statistik dari situs data “Our World in Data” yang dibuat oleh tim Universitas Oxford di Inggris, dalam basis bergulir 7 hari, tingkat infeksi virus Komunis Tiongkok Malaysia per juta orang telah melampaui India sejak Minggu  23 Mei lalu.

Statistik terbaru menunjukkan bahwa tingkat infeksi harian per satu juta orang yang dilaporkan oleh Malaysia selama 7 hari bergulir pada Selasa 25 Mei adalah 205,1, dan India adalah 150,4.

Noor Hisham, direktur Kementerian Kesehatan Malaysia, mengatakan di Twitter pada  Selasa 25 Mei bahwa peningkatan harian negara itu dalam jumlah kasus virus Komunis Tiongkok adalah “tren secara eksponensial,” yang dapat memicu “lonjakan vertikal.” 

Hisham memperingatkan, “Kita harus melakukan pekerjaan dengan baik. Untuk yang terburuk, orang-orang didesak untuk tetap di rumah.”

Pemerintah Malaysia telah menutup semua sekolah, melarang makan di restoran, dan melarang kegiatan sosial dan perjalanan antarnegara. Pada Selasa 25 Mei, pemerintah kembali memperketat pembatasan, lebih banyak orang yang dipaksa bekerja dari rumah, jam kerja dipersingkat, dan konsumen hanya diperbolehkan berbelanja selama dua jam di mal. 

Kapasitas dan frekuensi angkutan umum juga telah dipotong setengahnya, mengakibatkan antrian yang lebih panjang dan lebih banyak orang di stasiun bus dan kereta api.

Di saat yang sama, sistem medis juga bermasalah sehingga menimbulkan kemarahan di kalangan warga Malaysia. Selama berminggu-minggu, warga Malaysia telah menggunakan label “pemerintah yang gagal” di Twitter untuk mengungkapkan kemarahan mereka.

Pekan lalu, tingkat hunian tempat tidur rumah sakit di rumah sakit Malaysia dan unit perawatan intensif untuk pasien virus melebihi 70%. Pakar kesehatan mengatakan bahwa sistem medis telah kewalahan dan menyerukan tindakan yang lebih kuat untuk menghindari keruntuhannya.

Malaysia telah meningkatkan program vaksinasi dan berusaha untuk memvaksinasi 80% populasi negara itu tahun depan. Saat ini, hampir 2,5 juta dari 33 juta penduduknya telah menerima setidaknya satu dosis vaksin, namun para pejabat masih mengkhawatirkan penyebaran cepat virus varian baru yang berasal dari Afrika Selatan dan India.

Wabah di Malaysia telah mempengaruhi negara tetangga Thailand. Thailand baru-baru ini menemukan varian virus Komunis Tiongkok yang lebih menular di bagian selatannya, yang diyakini dibawa oleh orang yang terinfeksi yang telah melintasi perbatasan dengan Malaysia.

Epidemi di Thailand juga ditemukan kasus baru melonjak, dengan kasus yang dikonfirmasi meningkat menjadi 135.439 kasus dan 832 kasus kematian.  (hui)

 

Share

Video Popular