Erabaru.net. Menghadapi kenaikan harga banyak pedagang tidak punya pilihan lain selain mengikuti kenaikan harga. Namun, masih banyak penjual berhati mulia yang bersikeras hanya menjual dengan harga normal. Di antaranya adalah kakek pemilik kedai “Tian Tian Mantou” di Taichung, Taiwan, yang sudah berjualan lebih dari 70 tahun. Selain mantou goreng khas yang murah dan enak, ada juga kisah mengharukan di baliknya yang membuat semua orang terharu.

Kekek Jian Liangzhuan berjualan mantou sejak tahun 38 hingga sekarang. Meskipun sudah berjualan hampir 70 tahun harga hanya naik sekali dari 1 sen menjadi 5 yuan. Sejak saat itu, harganya tidak pernah naik lagi.

Kedai “Tian Tian Mantou” ini tidak hanya merupakan kelezatan kuno yang dikenal penduduk setempat di Taichung, tapi juga kedai bagi wisatawan yang berkunjung ke Taichung.

Faktanya, banyak stasiun TV juga melaporkan bahwa mantau kacang merah goreng khas Jepang tradisional itu sangat enak sehingga orang tidak dapat berhenti untuk nambah.

Resep itu berasal dari seorang koki Jepang. Kakek ini menggunakan tangannya yang keriput untuk membuat adonan. Kedai mantou telah menghidupi keluarganya, dan telah berjualan selama lebih dari 70 tahun tahun.

Putranya, Jian Zhengyi, akan menjadi penerus generasi kedua, dia pergi ke kedai hampir setiap hari untuk membantu ayahnya, meracik dan menggoreng mantou.

Mengingat kegigihan ayahnya selama hidupnya, Jian Zhengyi, yang merupakan anak laki-laki satu-satunya, mengungkapkan dalam sebuah wawancara bahwa ayahnya memiliki perasaan dan ingatan yang sangat dalam untuk kedai kecil ini, karena ini adalah pekerjaan yang memungkinkan dia untuk menghidupi keluarganya.

Jian Zhengyi juga mengatakan bahwa ayahnya tahu banyak orang memiliki kehidupan yang sulit dan tidak punya banyak uang. Setidaknya kedai roti kukus kecil ini bisa menjadi alternatif orang-orang yang kurang mampu memiliki sesuatu untuk dimakan. Jadi mereka berusaha untuk tidak menaikan harga.

Jian Zhengyi kemudian mengatakan bahwa dia memutuskan untuk mengambil alih kedai ayahnya karena dia tidak tega melihat ayahnya yang sudah tua tetap bekerja. Tetapi meskipun ayahnya sudah pensiun, dia akan sering pergi ke kedai untuk membantu.

Namun, apa yang tidak dia ketahui saat itu adalah bahwa obsesi ayahnya dengan kegigihan usaha ini begitu dalam sehingga dia sampai tidak merasakan sakitnya.

Sampai suatu hari, ayahnya merasakan sakit perut yang parah, Jian Zhengyi buru-buru membawa ayahnya ke rumah sakit. Baru kemudian dia mengetahui bahwa ayahnya telah menderita penyakit yang tak diketahui selama bertahun-tahun.

Sekaran setelah terbebas dari beban tersebut, dia pergi ke rumah sakit untuk berobat. Namun, sudah terlambat, dan sel-sel penyakit telah menyebar selama bertahun-tahun.

Dalam hal ini, cucunya Jian Lingyou mengatakan bahwa dokter sulit mempercayai kakek yang menderita penyakit dan tidak pernah mengeluh kesakitan.

Setelah itu Jian Liangchuan yang sudah tua meninggal seminggu kemudian (9 Desember 2017) dalam usia 94 tahun.

Setelah mengambil alih “Tian Tian Mantou”, Jian Zhengyi juga mengikuti pesan ayahnya untuk membuka usahanya setiap hari dan tidak menaikan harganya, tetapi sekarang dia juga sudah berusia 73 tahun.

Karena kekuatan fisik dan usianya, ia menjadi mudah lelah. Dia juga telah menjalani operasi katarak. Karena itu dia memutuskan untuk libur sekali dalam sebulan.

Untungnya, putranya Jian Luyou telah memutuskan untuk mengambil alih warisan ini, berharap agar cita rasa enak dari kakeknya terus tercium dalam 70 tahun ke depan.(lidya/yn)

Sumber: hknews

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular