Erabaru.net. Dia telah bercerai dengan mantan istri selama 3 tahun, dan dia membawa anak perempuan berusia 5 tahun dari perkawinannya. Biasanya ibunya mengurus anaknakan, karena dia sering keluar kota untuk urusan pekerjaanya. Suau ketika, ibunya sakit parah dan tidak bisa mengurus anaknya secara maksimal.

Dia sudah melajang selama 3 tahun dan ibu saya selalu ingin dia menikah lagi sehingga ada yang membantu dia mengurus putrinya, dan kedua, dia dapat memiliki cucu lagi.

Ayahya telah lama meninggal, dan ibunya yang menghidupinya dengan penuh perjuangan, jadi dia sangat menyanyangi ibunya Selama dia bisa melakukannya, dia akan selalu memenuhi segala keinginan ibunya.

Suatu hari dia berkenalan dengan seorang wanita yang masih muda di biro jodoh, namanya Xiaomeng dan berusia 26. Wanita itu juga sangat canatik.

Awalnya dia ragu gadis itu mau menikah dengannya yang duda, dan juga sudah berusia 45 tahun. Namun, dia tidak menyangka wanita itu tidak keberatan.

Wanita muda itu hanya mengajukan permintaan uang 180.000 yuan (sekitar Rp 400 juta) sebagai hadiah, dan disediakan sebuah rumah, dan sebuah mobil.

Karena dia seorang pebisnis yang sukses, jadi permintaan itu baginya tidak menjadi masalah . Namun, setelah seminggu menikah, saya menemukan bahwa dia terlalu baik untuk ditanggung.

Dia mengetahui tentang latar belakang Xiaomeng dari agen pencari jodoh. Mereka mengatakan bahwa orangtua Xiaomeng bercerai ketika dia masih di sekolah menengah. Dia tinggal bersama ibunya.

Setelah lulus dari perguruan tinggi, dia tidak puas di tempat kerja. Dia punya tiga pacar. Keduanya sudah putus. Xiaomeng setuju untuk menikah dengannya karena dua alasan: di satu sisi, dia ingin menikah dan menemukan bahu untuk bersandar; di sisi lain, meskopun dia sudah tua namun kuat secara finansial, ini yang membuatnya merasa lebih aman.

Setelah dia tahu latar belakang Xiaomeng. Dia bersimpati padanya, dan berpikir dia hidup dia tidaklah mudah. Saya ingin memperlakukannya dengan baik setelah kami menikah dan membiarkan dia menjalani kehidupan yang baik. Namun, ketika kami menjalani hubungan, saya menemukan bahwa situasinya tidak sebaik yang saya kira.

Sekitar dua minggu sebelum menikah, mereka bertunangan. Saat itu, dia memberinya uang 180.000. Dua hari kemudian, mereka pergi melihat rumah bersama, membayar uang muka rumah dalam beberapa hari, dan membelikan sebuah mobil dengan harga 200.000 yuan.

Pada hari mereka mengambil mobil, dia melihat Xiaomeng sedang bercakap-cakap sangat bahagia dengan seorang pria, dan tidak ada waktu untuk berbicara dengannya, jadi dia merasa ada yang tidak beres.

Dugaannya benar, setelah mendapatkan mobil, Xiaomeng mengemudikan mobil pergi bersama pria itu, dan dia terus mengikuti di belakang.

Dia bertanya pada Xiaomeng siapa orang ini, Xiaomeng mengatakan bahwa pria itu mantan teman kampusnya.

Dia berpikir, boleh saja memiliki teman lawan jenis, mungkin dia terlalu berpikiran negatif dan menganggap hal itu terlalu serius.

Pada hari pernikahannya, dia mabuk dan bangun keesokan harinya dan mendapati dirinua terbaring di lantai ruang pernikahan. Saat itu, dia bertanya-tanya, mengapa saya berbaring di lantai di hari bahagia ini?

Dia bertanya pada Xiaomeng apa yang terjadi. Xiaomeng mengataan bahwa dirinya minum terlalu banyak dan tertidur di lantai begitu memasuki ruangan. Dia tidak bisa menggendongnya, jadi dia mencarikan selimut untukku. Namun kemudian dia mengetahui bahwa Xiaomeng memindahkannya dari tempat tidurnya.

Selama beberapa hari pernikahannya, Xiaomeng mengatakan bahwa dia mengalami menstruasi. Dia percaya, jadi dia menahan untuk tidak melakukan hubungan intim.

Pada hari keempat pernikahan, dia menemukan ada sesuatu yang aneh dengan putrinya, wajahnya memerah. Dia bertanya kepada putrinya apa yang terjadi. Putrinya berkata bahwa dia tidak sengaja jatuh, dan dia memak putrinya untuk mengatakan yang sebenarnya, putrinya mengatakanbawaha dia dipukul oleh Xiaomeng.

Saat dia bertanya pada Xiaomeng, mengapa memukul putrinya, dia mengatakan bahwa ketika sedang menstruasi, dia memiliki suasana hati yang buruk, dan putrinya mengambil ponselnya pada saat itu, dia menjadi marah dan memukulnya.

Namun, putrinya mengatakan padanya bahwa mengapa dia mengambil ponsel Xiaomeng, karena dia melihat Xiaomeng berbicara di telepon dengan pria asing untuk waktu yang lama. Dia ingin tahu dengan siapa dia berbicara, jadi dia memukulnya.

Selain ibunya, anak perempuannya adalah orang yang paling dia sayangi, dia tidak bisa mentolerir tindakan Xiaomeng. Jadi dia sangat marah dan dia menampar Xiaomeng. Xiaomeng kambur dan pulang ke rumah ibunya.

Ini terjadi hanya seminggu setelah mereka menikah. Itu adalah kekerasan dalam rumah tangga! Sulit baginya untuk menerimanya, itu benar-benar membuatnya tidak tahan. Saat itu, dia ingin menceraikannya.

Dia menelponnya dan memintanya datang ke Biro Urusan Sipil untuk mengurus perceraian. Xiaomeng tidak datang, dan ibunya terus membujuknya bahwa Xiaomeng masih muda dan masih labil, dan memintanya untuk memberinya kesempatan lagi. Di bawah bujukan ibunya, dia pun bisa menahan diri.

Suatu hari, Xiaomeng pulang ke rumah untuk mengemasi barang-barangnya, saat itu ibunya menyarankannya untuk tetap tinggal dirumah. Tapi, Xiaomeng malah mendorong ibunya dan jatuh ke tanah, dan juga berkata kasar.

Dia bertanya-tanya mengapa kepribadiannya berubah sebelum dan sesudah menikah ? dan juga, apakah pria itu benar-benar sahabat prianya?

Mereka berbicara tentang perceraian, Xiaomeng tidak masalah dengan perceraian, asalkan rumah dan mobil harus diberikan kepadanya, katanya itu adalah kompensasi.

Dia, pikir permintaannya adalah lelucon. Mereka tidak memiliki status suami dan istri yang sebenarnya. permintaanya terlalu konyol. Mengapa dia harus memberi kompensasi padanya? Dia benar-benar tidak bisa berkata-kata. Selain itu, dia kemudian mengetahui bahwa Xiaomeng tidak pernah kuliah. Lantas apa yang harus dia lakukan? (lidya/yn)

Sumber: coms.pub

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular