Li Yun – NTDTV.com

Laporan pada 21 mei oleh situs web,  military.com, sekitar 25.000 armada perang AS yang terdiri dari Kapal induk, kapal  perang, kapal selam, pesawat militer, kapal tak berawak, dan pasukan Marinir AS akan berpartisipasi dalam latihan skala besar mulai akhir musim panas tahun 2021.

Latihan skala besar ini akan menjangkau 17 zona waktu. Semua perwira angkatan laut dan marinir yang dikerahkan di Amerika Serikat, Afrika, Eropa, dan Pasifik, turut berpartisipasi. Latihan  akan digelar di Atlantik dan Pasifik untuk mempersiapkan menghadapi konflik dengan Tiongkok dan Rusia. Latihan operasi jarak jauh selama konflik juga turut digelar.

Latihan ini dianggap sebagai kesempatan nyata pertama untuk memverifikasi implementasi Angkatan Laut  dan reposisi armadanya. Angkatan Laut dan Korps Marinir AS sedang menyelesaikan rincian latihan terakhir.

Laporan tersebut mengungkapkan bahwa pasukan AS yang terlibat, akan menguji beberapa skenario yang mungkin ketika terjadi konflik dengan Komunis Tiongkok. Skenario tersebut akan menguji kemampuan Angkatan Laut dan Korps Marinir untuk melakukan operasi terdistribusi, mendukung Operasi Pangkalan Lanjutan Ekspedisi (EABO).

Latihan pertama angkatan laut tentang “operasi maritim terdistribusi”

Komandan Komando Pasukan Armada Amerika Serikat, Laksamana Christopher Grady mengatakan : Latihan ini tidak hanya sebagai pelatihan, tetapi juga menggunakan kemampuan tempur terintegrasi dari beberapa kekuatan angkatan laut untuk berbagi sensor, senjata, dan platform di semua area dalam lingkungan global yang kontroversial. Angkatan Laut akan terus mempromosikan dan membangun kekuatan maritim yang luar biasa.

Sekretaris Operasi Angkatan Laut AS,  Laksamana Michael Gilday menekankan bahwa Angkatan Laut bertujuan untuk menggunakan konsep operasional seperti “operasi maritim terdistribusi”. Tujuannya, untuk memecahkan masalah operasional di tingkat kelompok serangan kapal induk dan memajukan pembelajaran organisasi.

Gilday mengatakan bahwa, latihan ini sangat penting karena militer AS akan menerapkan pelajaran yang didapat dari latihan skala besar. Sehingga operasi yang tersinkronisasi dan terintegrasi di semua wilayah dunia di masa depan untuk memastikan bahwa militer AS mempertahankan kekuatan maritim yang luar biasa. 

Jaringan Berita Akademi Angkatan Laut AS melaporkan bahwa, ini adalah pertama kalinya Angkatan Laut menggelar “operasi maritim terdistribusi” dan memasukkan sistem kapal tak berawak yang muncul dalam latihan armada. Kapal tak berawak anti-kapal selam AS pertama, “Sea Hunter” akan dipasangkan dengan kapal tempur pesisir untuk melakukan latihan di pantai barat Amerika Serikat. Sedangkan kapal tak berawak besar “Overlord” akan bergabung dengan pelatihan Armada Atlantik di pantai timur.

Sesuai dengan konsep peperangan militer AS yang baru yang diuraikan oleh mantan Menteri Pertahanan AS, Mark Esper di RAND Corp,  Angkatan Laut dan Korps Marinir akan melakukan “operasi maritim terdistribusi” dan operasi pesisir, yang akan memodernisasi metode tempur. 

Merespon ekspansi militer Komunis Tiongkok

Sebagai tanggapan dari ekspansi militer Komunis Tiongkok, militer AS terus bergerak dalam beberapa bulan terakhir. Kapal induk USS Roosevelt telah dikerahkan sejak akhir tahun 2020 dan telah berlayar dalam skala besar  selama hampir 5 bulan. Pada saat yang sama, kapal induk Carl Vinson juga bersiaga di pantai barat Amerika Serikat. Pesawat tempur siluman F-35C ditempatkan, menjadikan Roosevelt sebagai kapal induk paling kuat saat ini.

Pada awal Mei, USS Roosevelt meninggalkan Pasifik Barat dan menuju ke Teluk Alaska untuk berpartisipasi dalam Latihan Front Utara 2021. Dari tanggal 11 hingga 16 mei, empat negara yakni Amerika Serikat, Jepang, Prancis, dan Australia berpartisipasi dalam latihan bersama Jeanne D’Arc 21. Latihan gabungan ini terutama mensimulasikan latihan pendaratan amfibi sebagai tanggapan atas serangan balik Sekutu. Itu setelah Komunis Tiongkok memprovokasi perang.

Selama latihan gabungan, Amerika Serikat dan Jepang menggelar simulasi pelatihan dukungan tembakan, diikuti dengan serangan amfibi, dan pendaratan tepi pantai. Komando Indo-Pasifik A.S. menyatakan bahwa dalam latihan gabungan darat, laut, dan udara ini, militer A.S. akan berlatih dengan mitra serta sekutu. 

Pada 18 Mei, Komando Indo-Pasifik AS mengumumkan bahwa pesawat pembom Angkatan Udara AS ikut latihan misi pengeboman global, termasuk Indo-Pasifik, Eropa, dan Amerika Utara. Tujuannya, untuk membuktikan bahwa militer AS dapat mendukung misi militer di mana pun dan kapan saja. 

Pada hari yang sama, Komando Indo-Pasifik AS secara khusus mengumumkan bahwa dermaga kapal selam di Pearl Harbor  siap dan memiliki kemampuan untuk memelihara dan memodernisasi kapal selam . Juga terungkap foto-foto kapal selam Columbia SSN 771 di Pearl Harbor pada tanggal 6 Mei, yang sudah menyelesaikan modernisasi dan kini kembali ke armada. 

Pada saat yang sama, kapal perusak kelas USS Burke Wilbur (DDG 54) melintasi Selat Taiwan dari utara ke selatan pada 18 Mei dan memasuki Laut Cina Selatan. Ini dianggap sebagai tanggapan atas latihan pendaratan amfibi Komunis Tiongkok baru-baru ini.

Pada 19 Mei, kapal induk USS Reagan (CVN 76) secara resmi bertolak dari Pelabuhan Yokosuka di Jepang pada 2021. Militer AS mengeluarkan pernyataan yang menyatakan bahwa awak USS Reagan “mempromosikan perdamaian dengan kekuatan” dan bekerja sama dengan sekutu Indo-Pasifik. Bahkan, siap untuk merespon kapan saja  keadaan darurat. Langkah ini menunjukkan komitmen militer AS terhadap stabilitas dan kepatuhan kawasan dengan standar internasional.

Pada 20 Mei, USS Wilbur memasuki perairan Kepulauan Paracel. Militer AS mengeluarkan pernyataan yang menyatakan bahwa, militer AS akan terus menjaga komitmennya terhadap kebebasan navigasi dan penggunaan hukum laut sebagai prinsip. Komunis Tiongkok mengeluarkan pernyataan untuk memprotes dan memperingatkan pengusiran.

Komentator militer Epoch Times, Shen Zhou mengatakan bahwa jika Komunis Tiongkok memprovokasi, mungkin kapal induk Carl Vinson  juga memiliki kesempatan untuk muncul di Pasifik Barat. 

Kapal induk Inggris Queen Elizabeth juga akan segera bergerak ke kawasan Indo-Pasifik. Diperkirakan akan menggelar latihan bersama dengan kapal induk USS Reagan. Selain itu,  bersama-sama mendemonstrasikan “kekuatan kepada militer Komunis Tiongkok untuk mempromosikan perdamaian”.  (hui)

Share

Video Popular