Erabaru.net. Dalam hati setiap anak, ingatan yang paling berkesan sebagian besar adalah tentang orangtuanya. Setiap bayi kecil yang tumbuh membutuhkan peran orangtuanya. Tetapi tidak setiap anak bisa seberuntung itu, yang memiliki kasih sayang ayah dan ibu seutuhnya .

Gadis kecil berusia 2 tahun yang akan kita bicarakan di sini adalah seorang anak yang tidak memiliki cinta orangtuanya. Dia berasal dari Guizhou, Tiongkok.

Dia ditinggalkan ketika dia masih bayi dan tidak pernah melihat orang tuanya. Tetapi dalam hidupnya, dia bertemu dengan pasangan dari Amerika Serikat. Pasangan yang baik hati telah melakukan perubahan 180 derajat dalam hidupnya.

Pasangan Becca dan Dan yang tinggal di negara bagian Oklahoma, AS, sudah memiliki dua putra, meski begitu Becca tetap ingin mengadopsi anak yatim piatu lagi.

Ini karena kakek Becca juga seorang yatim piatu. Karena penampilannya tidak ada yang mau mengadopsinya, dia tinggal di panti asuhan dari umur 3 sampai 12 tahun. Hal ini pun membuatnya merasa sangat tertekan, berharap bisa mengasuh anak yatim dengan kekuatan sendiri.

Tepat pada Februari 2015, Becca dan Dan secara resmi mengajukan permohonan adopsi ke Institut Kesejahteraan Tiongkok. Tanpa diduga, pihak berwenang menawarkan biaya perantara yang sangat tinggi dan meminta mereka untuk membayar 30.000 dollar (sekitar Rp 400 juta)

Ini bukanlah angka yang kecil bagi mereka, dan membuat mereka pusing. Selain itu, mereka harus menyiapkan banyak file dan menunggu dalam antrean panjang untuk melakukan adopsi.

Namun hal ini tidak menghilangkan minat dari pasangan tersebut. Untuk itulah, mereka secara khusus meluncurkan kegiatan penggalangan dana di komunitas dan internet.

Pada saat yang sama, mereka menjual barang bekas di rumah dan memperbaiki rumah serta kebun untuk tetangga, berharap dapat mengumpulkan dana adopsi yang cukup secepat mungkin..

Setelah 1 tahun, mereka akhirnya menerima pemberitahuan bahwa mereka dapat pergi ke Tiongkok untuk menjalani prosedur adopsi. Keduanya yang bersemangat tidak hanya dengan hati-hati mengatur kamar putri untuk tempat tinggalnya

Mereka juga membuka channel YouTube untuk merekam pertumbuhan putri mereka, dan mereka juga mengumumkan bahwa mereka akan menamai putri mereka “Selah Eleanor Lunde”.

Kemudian, pasangan itu datang ke Institut Kesejahteraan Guizhou, Tiongkok untuk bertemu dengan Selah, tetapi Selah terlihat takut dan tidak mengerti bahasa Inggris sama sekali, jadi dia tidak berani mendekati mereka.

Untuk lebih dekat dengan Selah secepat mungkin, pasangan itu tinggal selama beberapa hari dan berinteraksi dengan Selah dengan lembut. Lambat laun hati Selah pun luluh, akhirnya mereka membawa putri mereka kembali ke Amerika Serikat dan memulai hidup baru.

Mereka mula-mula terbang dari Guizhou ke Hong Kong, lalu menempuh penerbangan selama 15 jam ke Amerika Serikat. Perjalanannya panjang dan melelahkan, tapi Becca mengatakan bahwa Sera melakukan yang terbaik.

Dia hampir tidak pernah menangis, dan ketika mereka tiba di Amerika Serika, kerabat mereka datang ke bandara untuk menyambut mereka, hal itu membuat Selah sangat bahagia.

Selah berangsur-angsur berintegrasi ke dalam kehidupan rumah barunya. Dia tidak hanya dicintai oleh kedua saudara laki-lakinya, dia juga belajar berenang, senam, dan balet di waktu luangnya.

Dia juga pergi ke Disneyland untuk bermain dengan keluarganya. hidup sangat berwarna, dan keluarganya juga akan menghabiskan festival tradisional Tiongkok bersamanya.

Sekarang, di bawah asuhan seluruh keluarga, dia membuang segala kesedihannya dan menggantinya dengan senyum cerah, dan Becca juga sangat senang dengan perubahannya.



“Terimakasih telah memilih saya menjadi ibumu,” kata Becca.

Pengalaman Selah juga membuat netizen menangis dan mengatakan,: “Bayi Tiongkok menjadi putri kecil Amerika. Perubahannya yang luar biasa selama dua tahun terakhir: Ini adalah anak yang tumbuh dalam cinta!”

Sempat terjadi perbincangan yang meriah, namun beberapa netizen Tiongkok mempertanyakan. Apakah artikel ini menyatakan bahwa tinggal di Tiongkok tidak bisa tumbuh dengan bahagia?

Namun beberapa netizen juga percaya bahwa tinggal di Tiongkok memang harus menanggung banyak tekanan.

“Tiongkok sebenarnya adalah negara yang penuh dengan kesulitan dan penderitaan. Ini adalah karakteristik Tiongkok, pergi ke Amerika Serikat adalah jalan keluarnya,” tulisn seorang netizen.

Selain itu, beberapa netizen merasa tidak perlu terlalu banyak memberikan opini negatif, artikel tersebut hanya untuk membuktikan perubahan yang dilakukan gadis kecil tersebut di lingkungan yang penuh kasih sayang, dan juga memuji pasangan tersebut karena sudah sangat peduli.

Faktanya, bahwa tidak peduli apa pun kebangsaannya atau warna kulit kita, kita semua adalah manusia! Semua punya cinta juga. Lagipula, ada banyak orang baik di mana-mana, jika pasangan di Tiongkok mau mengadopsi anak gadis itu, saya yakin dia akan sama bahagianya.(lidya/yn)

Sumber: newstvd

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular