Erabaru.net. Dokter mengatakan pada mereka, : “Tidak ada obat untuk penyakit ini. Jika Anda dapat menemukan tempat dengan udara yang baik dan tidak ada polusi untuk waktu yang lama, keajaiban mungkin bisa terjadi.”

Dan demi putranya, pasangan itu telah meninggalkan kehidupan mereka di kota , meninggalkan bisnisnya yang sedang maju pesat, dan pindah di sebuah pulau terpencil di tengah Danau Hongze, menjalani kehidupan tradisional.

Setelah 10 tahun, mereka tidak hanya mendapatkan keajaiban hidup bagi putra mereka, tetapi juga mengubah pulau terpencil menjadi tujuan wisata turis lokal dan manca negara.

Zhu Zhisong lahir di Changzhou, Jiangsu. Setelah menyelesaikan studinya, dia menjalankan bisnis keluarga. Dalam perjalanan bisnisnya dia telah menjelajahi seluruh pelosok negeri.

“Saya jatuh cinta dengan tempat yang tenang, seperti saat saya bepergian di daerah pegunungan di Guangxi, Jiangxi, Sichuan dan tempat- tempat lain. Saya sangat menyukai sungai dan danau,” ujarnya.

Pada Festival Qingming tahun 2003, Zhu Zhisong kembali ke kampung halamannya di Huai’an untuk menyembah leluhurnya, dan melakukan perjalanan ke Danau Hongze di Distrik Hongze.

Pada tahun 2006, istrinya, Liu Jie melahirkan putra mereka Miao Miao. Zhu Zhisong yang saat itu berusia 34 tahun memperlakukan putranya seperti pangeran dari khayangan.

Sayangnya, pada tahun 2008, Miao Miao yang usianya belum genap 3 tahun sering mengalami limfadenopati dan demam. Zhu Zhisong membawa putranya ke rumah sakit untuk pemeriksaan. Dokter mengatakan bahwa Miao Miao menderita penyakit lymphedema. Mereka mangatakan bahwa, penyakit ini sangat sulit untuk disembuhkan. dia harus siap secara mental untuk melawannya dalam waktu yang lama.

Setelah Zhu Zhisong dan istrinya mendegar kabar tersebut, mereka manangis. Mereka membawa putra mereka ke rumah sakit besar di Beijing dan Shanghai dan hasilnya pada dasarnya sama.

Seorang dokter ahli dari Rumah Sakit Anak Shanghai dengan terus terang mengatakan kepada Zhu Zhisong, : “Penyakit ini adalah penyakit langka, di seluruh dunia belum ada obatnya. Jika Anda dapat menemukan tempat yang tenang dengan udara yang baik dan tinggal di sana dalam waktu yang lama, mungkin keajaiban akan terjadi … “

Saat itu, bisnis keluarganya sedang maju pesat. Dia adalah orang yang bertanggung jawab atas pemasaran. Ayahnya telah merencanakan seluruh bisnisnya akan diserahkan padanya. Namun, Zhu Zhisong mengatakan bahwa kesehatan putranya lebih penting dari apa pun.

Zhu Zhisong dan istrinya mulai memikirkan cara untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi putra mereka.

Mereka membeli penjernih udara, pelembab udara, dan peralatan listrik lainnya, serta berusaha menjaga putra mereka di rumah tanpa membuka pintu dan jendela. Namun, setelah beberapa bulan, kesehatan putranya bukanya membaik, tapi malah memburuk.

Belakangan, pasangan itu mengetahui bahwa meskipun udara yang diganti dari luar telah dimurnikan, tubuh manusia dan sampah rumah tangga telah mencemari udara dalam ruangan, yang berarti tidak ada pemurnian yang dilakukan.

Zhu Zhisong mengambil keputusan dan berkata kepada istrinya, : “Ini adalah kehendak Tuhan. Liu Jie, mari kita bawa putra kita untuk hidup di lingkungan yang paling bersih!”

Tidak perlu pergi ke ujung Bumi, Zhu Zhisong telah memiliki tempat di dalam hatinya.

Danau Hongze berada di sebelah Gunung Laozi. Saat itu, pemerintah daerah ingin menyewakan beberapa pulau terpencil di danau kepada pihak swasta.

Setelah beberapa penawaran, Zhu Zhisong mendapatkan hak untuk mengoperasikan salah satu pulau tanpa nama itu selama 30 tahun dengan harga 1 juta yuan (sekitar Rp 2,2 miliar). Kemudian, dia menyerahkan bisnisnya kepada saudaranya. Lalu dia membawa istri dan putranya pergi dan tinggal di Danau Hongze.

Ketika mereka pertama kali tiba di pulau itu, orang-orang biasa tidak dapat membayangkan kesulitan yang mereka hadapi.

Awalnya mereka hanya membawa tenda wisata kecil, sekop, sabit, dan sedikit makanan ringan serta barang bawaan sederhana lainnya. Untuk menuju ke pulau, mereka meminta bantuan nelayan setempat.

Pulau itu penuh dengan ilalang dan semak-semak. Mereka memilih tempat yang tinggi. Mereka memotong alang-alang dan meratakan tempat itu dengan sekop. Karena asiknya mereka bekerja, hari sudah gelap sebelum mereka menyadarinya.

“Kami baru ingat bahwa kami lupa menelepon para nelayan dan kami tidak bisa kembali,” kata Chu Zhisong. “Tidak masalah, kita akan bermalam di tenda malam ini.”

Chu Zhisong menghibur istri dan putranya. Mereka tidur, sampai tengah malam, Liu Jie tiba-tiba merasakan sesuatu yang dingin di bawah kakinya, dan ketika dia bangun, ternyata itu adalah seekor ular!

Dua hari kemudian, tiga anggota keluarga itu tidak punya makanan.

Zhu Zhisong mengatakan kepada istrinya yang cemberut: “Jangan takut. Pulau ini mencakup area seluas lebih dari 30 hektar di musim kemarau dan 15 hektar di musim hujan. Apakah kamu khawatir tidak ada yang bisa dimakan? Jika Masih ada pilihan, kamu tidak perlu menelepon polisi untuk meminta bantuan. “

Mereka mencari makan di sekitar pulau. Beberapa pohon buah-buahan seperti kesemek, kiwi, dan delima ditemukan, kini mereka menjadi lebih tenang.

Danau Hongze adalah danau air tawar terbesar keempat di Tiongkok, dengan ketinggian air normal 125 meter dan luas 2.069 kilometer persegi. Berbagai hewan dan tumbuhan liar tumbuh di danau sekitar tersebut.

Zhu Zhisong melihat ada tanaman di dalam air, dan buahnya seperti kepala ayam mencuat dari air. Mengecek di internet dengan ponsel, ternyata itu adalah gorgon, yang biasa dikenal dengan “buah kepala ayam”.

Dia buru-buru memanggil putranya, dan berkata: “Miao Miao, ingat kamu sudah pernah makan gorgon?”

“Ingat, ” jawab putranya. “Apa kamu tahu bagaimana gorgon tumbuh?” Tanya ayahnya lagi, “Aku tidak tahu,” jawab putranya. “Sekrang aku akan memberitahumu seperti apa gorgon itu tumbuh,” kata ayahnya.

Zhu Zhisong menggulung celananya dan masuk ke air, dan mengulurkan tangan untuk mengambil gorgon, namun, dia tiba-tiba dia berteriak dan menarik tangannya, ternyata batang tanaman itu tertutup duri!

Ketika Zhu Zhisong mencoba menggunakan jaring ikan untuk mengambil gorgon, dia tidak berhasil mengambil buah tersebut, tetapi dia menangkap lebih dari selusin udang. Ayah dan putranya berteriak dengan gembira …

Kegembiraan ayah dan anak itu dilihat oleh Liu Jie, dan wajahnya menunjukkan senyuman yang jarang terjadi sejak putranya jatuh sakit.

Sejak itu, pasangan itu membuat pembagian kerja yang jelas: Zhu Zhisong bertanggung jawab atas pengembangan pulau, dan Liu Jie bertanggung jawab atas bagian persediaan dan mengurus anak-anak.

Zhu Zhisong dan Liu Jie mulai mendirikan rumah papan busa yang dipadu aluminium sederhana. dan mereka butuh waktu lama untuk bisa ke kota untuk membeli persediaan kebutuhan sehari-hari.

Pasangan itu mulai menanam sayuran mereka sendiri. Tetapi mereka tidak tahu cara bertani, jadi mereka sering menanam benih pada musim yang salah.

Belakangan, Zhu Zhisong menjadi lebih pintar: Saat membeli benih, dia berkonsultasi dengan penjualnya. Jika dia masih tidak mengerti, dia akan brosing secara online. Jika tidak berhasil, ia akan minta bantuan seseorang yang ahli.

Pulau terpencil itu sangat luas, setelah dia berhasil menanam sayuran, Zhu Zhisong mulai mencoba menanam buah buahan dan menanam lebih dari selusin pohon buah-buahan seperti persik, aprikot, prem, pir, anggur, dan apel. Tidak hanya itu, Zhu Zhisong juga membuat perosotan, komidi putar, ayunan dan mainan sederhana lainnya untuk anaknya.

Suatu hari terjadi hujan badai, dan air Danau Hongze sangat tinggi dan bergejolak dan seluruh keluarga tetap tinggal di dalam rumah. Suatu hari, hujan di luar semakin parah.

Entah kenapa, anak anjing yang tinggal di luar tiba-tiba menggonggong. Zhu Zhisong ingin melihat bahaya apa yang dia hadapi, begitu dia membuka pintu sedikit, sesuatu yang berkulit gelap, licin dan dingin melompat mengejutkannya. Setelah dilihat lebih dekat, ternyata itu adalah ikan mas besar dengan berat tiga sampai empat kg. Ada beberapa lagi di saluran air kecil!

Kemudian, setelah lama tinggal di pulau dan belajar tentang kebiasaan ikan, Chu Zhisong menyadari bahwa semua ikan suka berenang melawan arus.Karena hujan lebat, air di pembuangan membentuk aliran, sehingga mereka berenang melawan air. Oleh karena itu, jika keluarga ingin makan ikan, mereka tidak perlu masuk ke air untuk menangkapnya.

Zhu Zhisong menggali parit kecil di belakang rumah, menuju langsung ke danau yang jauhnya lebih dari 20 meter. Selama dia mengambil air dari sumur dengan pompa langsung ke saluran, akan muncul ikan yang berenang ke atas

Dua tahun kemudian, Zhu Zhisong membawa putranya ke Rumah Sakit Anak Shanghai untuk pemeriksaan dan menemukan bahwa kondisinya telah meningkat pesat.

Lima tahun kemudian, Zhu Zhisong membawa Miao Miao kembali ke rumah sakit, dan dokter mengatakan bahwa pada dasarnya anak itu telah pulih, tetapi dia harus terus melakukan konsolidasi.

“Dokter terkejut bertanya kepada saya metode magis apa yang saya gunakan untuk mencapai hasil sebaik itu? Saya memberi tahu dia tentang hal itu, dan dia berkata bahwa dia pasti akan pergi ke Danau Hongze ketika dia sudah pensiun!” Zhu Zhisong mengenang kisahnya dengan penuh semangat.

Karena lingkungan yang baik di pulau itu, Zhu Zhisong dan istrinya selalu berada dalam suasana hati dan kesehatan yang baik.

Mereka pergi tidur lebih awal dan bangun lebih awal, dan kehidupan mereka sangat teratur. Awalnya, Liu Jie menderita rinitis alergi yang membandel, tetapi tidak dapat disembuhkan setelah banyak perawatan di Changzhou. Di luar dugaan, setelah lebih dari setengah tahun tinggal di pulau itu, rinitisnya tidak kunjung kambuh

Setelah kesehatan putranya pulih, Zhu Zhisong dan Liu Jie mengirimnya ke sekolah dasar di Kota Laozishan untuk belajar. Untuk memudahkan transportasinya, Zhu Zhisong membeli speedboat kecil.

Usahanya terlah membuahkan hasil, dan Zhu Zhisong mulai mempertimbangkan bagaimana mengelola pulau terpencil ini.

Dia lalu menamai pulau itu “Pulau Wuwei” dan mulai membangun “Taman Ekologi Pertanian Haomiao” di pulau itu.

Dengan dukungan pemerintah setempat, dia ingin mengubahnya menjadi “surga nirwana”. Dia menggunakan listrik bertegangan tinggi dan kabel jaringan dari daratan untuk menggantikan pembangkit listrik dan sinyal nirkabelnya sendiri, dan kemudian membangun empat rumah lagi.

“Rumah di sisi barat adalah untuk keluarga kami. Memiliki kamar tidur, ruang belajar, dapur, dan kamar mandi. Terdapat ruang tamu di sisi utara dan selatan, dengan AC, tenaga surya, toilet flush dan lainnya. fasilitas hunian. AC disediakan untuk para tamu, karena kami sekeluarga sudah terbiasa tanpa AC,” ujar Zhu Zhisong. “Di pulau, AC tidak diperlukan sepanjang tahun. Semua sampah domestik dikemas dan diangkut ke pantai untuk diolah, dan sisa kotorannya difermentasi di septic tank dan kemudian diubah menjadi pupuk organik untuk pertumbuhan sayuran, “

Di hutan, pasangan itu juga memasang tempat tidur gantung sederhana dan palang paralel.

“Kami melakukan pekerjaan pertanian tepat di depan rumah dan di belakang rumah. Kami tidak mempunyai waktu untuk kembali ke rumah jadi kami bisa beristirahat di atasnya saat kami lelah. Anak saya suka bermain di sana selama liburan. Udara di sini bagus, Pemandangannya bagus, Ketika kami tiba di Danau Hongze, pemandangannya sangat luas dan tak terbatas, benar-benar indah! ”kata Liu Jie dengan wajah gembira.

Namun, kehidupan di sini tak hanya indah, tapi juga mendebarkan. Karena pulau itu berada di tengah Danau Hongze, ukurannya sekecil butiran pasir. Suatu kali, topan kebetulan melanda Danau Hongze. Hari itu, ada awan dan ombak yang tinggi, dan Pulau Wuwei mengapung di atas danau seperti dedaunan, seolah-olah tenggelam ke dalam danau setiap saat. Zhu Zhisong dan istrinya sangat sedih, dan putra mereka selalu takut untuk melihat ke luar rumah …

Pengalaman-pengalaman inilah yang tidak dimiliki anak-anak biasa, yang telah melatih Miao Miao, menjadi dirinya memiliki pengetahuan yang luas dan juga semakin kuat dan berani, terutama untuk bertahan hidup. Miao Miao mengenal ratusan spesies hewan dan tumbuhan liar.

Setelah beberapa teman mengetahui hal ini, mereka pergi mencoba menginap di pulau ini selama beberapa hari. Namun, banyak orang yang tidak mau pergi setelah tinggal, beberapa orang mengatakan bahwa surga yang diciptakan oleh Zhu Zhisong dan istrinya adalah “surga dunia” dalam mimpi mereka

“Jika mereka meninggalkan segalanya di kota dan pindah ke sini untuk hidup, mereka tidak akan ingin kembali ke kota,” kata Zhu Zhisong dalam sebuah wawancara dengan wartawan.

Zhu Zhisong merangkul istri dan putranya dan berkata, bahwa setelah dia menetap di Pulau Wuwei, dia menyadari banyak kebenaran: “Hidup begitu singkat untuk beberapa dekade, dan tentu saja Anda harus bekerja keras ketika Anda harus bekerja keras. Tetapi ketika kondisi tidak memungkinkan Anda untuk bekerja keras, saya merasa bahwa menjadi sehat dan hidup sesuai dengan keinginan saya sendiri adalah hal yang paling penting. ” (lidya/yn)

Sumber: funnews61

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular