Erabaru. net. Seorang wanita yang bernama Cai Cai, meninggalkan pekerjaan dan kehidupan kotanya, dan kini dia menjalankan homestay bersama keluarganya di Lembah Gunung Hufeng di Shapingba, Chongqing, Tiongkok. 

Pada 2016, Cai Cai berhenti dari pekerjaannya sebagai editor majalah dan melakukan perjalanan ke semua bukit di Chongqing, mencari tempat yang cocok untuk membuka homestay dan tinggal bersama orangtuanya di sana.

Setengah tahun kemudian, dia menemukan lokasi yang tepat yaitu di kaki Gunung Hufeng, ada rumah tua bobrok dan terbengkalai di lembah, dan sebuah kuil yang dibangun pada jaman Dinasti Song Utara. Cai Cai segera merasa bahwa ini adalah tempat yang dia cari, jadi dia memutuskan untuk menyewa rumah tua itu dan mengubahnya menjadi homestay.

Membutuhkan waktu 3 tahun untuk membangun, menginvestasikan 5 juta (12 miliar).

Untuk menuju homestay Anda perlu melewati jalan tangga kuno selama 15 menit dari jalan desa.

Cai Cai bersikeras untuk tidak membangun jalan itu, untuk tetap melindungi peninggalan kuno yang ada di sana.

Dia mengatakan bahwa jalan kuno akan membuat orang merasa lebih sakral. Ketika tamu datang, meski akan sangat sulit untuk mencapai lokasi, mereka akan merasa seperti menjelajah. Setelah perjalanan, beberapa turis bahkan memanjat bukit dan meneriakkan slogan-slogan mereka serta bersorak bersama.

Saat membangun rumah tua ini, Cai Cai menemukan sebuah prasasti peringatan di dalam rumah tersebut, yang mencatat bahwa pada tahun kedelapan Republik Tiongkok, terdapat sebuah jalan kuno menuju ke sini.

Homestay yang telah direnovasi ini memiliki luas bangunan 800 meter persegi. Sebagian besar ruang digunakan sebagai area publik, termasuk restoran, ruang minum teh, bar buku, ruang pameran, dll.

Ada pemandangan pegunungan yang sangat istimewa di sini, penuh dengan tanaman hijau, dan Anda dapat bersentuhan dengan alam dalam jarak yang dekat.

Ada 2 teras di luar ruangan yang terbuat dari kaca dan memantulkan langit dan bayang bayang pohon di air yang sangat indah.

Duduk di sini sambil minum teh, bermain catur, mendengarkan suara angin dan menyaksikan pemandangan adalah hal yang sangat nyaman.

Ada total 7 kamar, yang semuanya berada di lantai dua. Anda dapat melihat matahari terbit pada setiap kamar.

Ada ruang teh di lantai tiga, dan Anda juga dapat melihat pegunungan terjauh Gunung Hufeng dengan membuka jendela.

Di teras atas, Anda bisa melihat Kuil Hufeng di atas gunung, dan Anda juga bisa melihat penampakan seluruh homestay.

Di malam hari, sangat menyenangkan untuk menyalakan api unggun bersama tamu dan menonton film bersama.

Orangtua Cai Cai telah membuat kebun sayuran di halaman homestay, di mana para tamu dapat memakan sayuran segar musiman dan menyediakan beberapa bahan untuk para tamu.

Mereka akan memasak beberapa hidangan setempat untuk dinikmati para tamu.

Mereka yang datang ke homestay akan direkomendasikan untuk pergi ke Kuil Hufeng untuk melihat sisa-sisa benda bersejarah di sana yang hanya butuh waktu sekitar sepuluh menit untuk berjalan kaki.

Mereka juga merekomendasikan para tamu untuk mengunjungi dua danau di pegunungan dan pergi memancing di sana.

Setelah menghabiskan Rp 12 miliar untuk membangun rumah di pegunungan yang dalam ini, keluarga akhirnya menikmati kerja keras mereka dengan menempati tempat yang mereka sukai, menjalani kehidupan yang hangat, bahagia, dan penuh kehangatan. (lidya/yn)

Sumber: funnews61

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular