Erabaru.net. Bunga plum kini bermekaran di Fuxing, Kaohsiung, Taiwan. Di sana terlihat seorang pria menggendong seorang wanita tua di punggungnya. Orangtua ini adalah ibunya dengan mobilitas terbatas.

Anak yang berbakti ini menggendong sang ibu agar bisa melihat bunga plum di Fuxing Lane.

Melihat bunga plum yang selalu menjadi dambaan ibu tua ini.

Meski melihat bunga plum terkesan hal yang sederhana namun, bagi ibu itu merasa sangat sulit, karena mobilitasnya yang terbatas.

Di Distrik Fuxing,Kaohsiung, penduduk desa sebagian besar adalah suku Bunun.

Di sana ada pemandian air panas, yang terkenal di daerah ini beberapa tahun yang lalu.

Banyak jalan dan fasilitas rusak akibat topan 88, sehingga jalan sulit untuk dilalui.

Dan ibu dari pria ini memiliki keinginan, yaitu melihat bunga plum. Namun, keinginan ini tampaknya agak sulit untuk dipenuhi karena kondisinya.

Ibu 90 tahun itu bernama Jiang Yunu, memiliki 2 anak laki-laki dan 2 anak perempuan.

Selama bertahun-tahun, karena kondisinya, dia harus bergantung pada bantuan saat berjalan.

Dia besar di Jepang, dia juga berasal dari suku Bunun .

Satu keinginan yang selalu ingin diwujudkan adalah kembali ke kampung halamannya di Fuxing, di dekat pemandian air panas dan melihat lagi bunga plum yang bermekaran.

Demi keinginan ibunya, putra tertuanya Jiang Weiming, memutuskan untuk menggendong ibunya di punggungnya menuju gunung tersebut.

“Biasanya di masyarakat, saat mereka membutuhkan bantuan, saya akan berusaha sebaik mungkin untuk membantu,” kata Weiming.

Sekarang, ibunya sendiri yang membutuhkan bantuannya.

“Atas bimbingan Tuhan, selama itu aman, saya akan melakukan yang terbaik untuk menyelesaikannya,” tambahnya.

Jiang Weiming mengatakan bahwa beberapa hari sebelumnya ibunya berkeinginan untuk berkunjung ke desa kelahirannya di Fuxing, pemukiman suku Bunun.

“Ibuku berkata bahwa ketika dia masih muda, dia tidak pernah memiliki kesempatan untuk kembali berkunjung ke tempat kelahirannya setelah pindah dari sana,” ujar Weiming

Jadi, Jiang Weiming tanpa berpikir panjang, ingin memenuhi keinginan ibunya.

Mereka akhirnya berdiskusi dengan anggota keluarga, dan anggota keluarga sangat terharu ketika mendengarnya.

Jadi pada hari ketika suhu gunung sekitar 15 derajat, mereka berangkat.

Mereka terdiri dari 28 orang dari empat generasi, pergi mengunjungi desa tempat leluhur mereka berasal.

Dan kunjungan ini adalah pertemuan keluarga yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan anak berusia 2 tahun juga ikut bersamanya.

Keluarga tersebut bekerja sama untuk membawa ibu tua itu kembali ke masa kecilnya.
Jiang Weiming mengangkat bahunya, selangkah demi selangkah, menyeberangi sungai dan mendaki bukit sejauh 2,5 kilometer.

Akhirnya mereka sampai di pemandian air panas, di Distrik Fuxing, tempat perkampungan suku Bunun.

Pada saat ini, ketika kaki Jiang Yunu, menginjak tanah kelahirannya, dia langsung menangis.

Merasakan suasana hatinya yang mengandung sedikit kegembiraan namun juga sedikit kesedihan.

Menantu Jiang Yunu membantunya menuju ke pemandian air panas selangkah demi selangkah.Menggunakan air panas untuk membasuh kakinya dan memijat.

Jiang Yunu, mengatakan, : “Pemandangan tempat ini telah berubah total, dan seluruh dasar sungai menjadi lebih luas …”

Dahulu saat dia masih muda itu adalah sungai kecil. Orang tua itu mengatakan bahwa mata air panas itu bisa menyembuhkan rematik.

“Aku semakin tua, jadi aku bisa kembali untuk melihat di mana aku dilahirkan, aku sangat bersyukur… ” ujarnya.

Jiang Weiming mengatakan bahwa pemandangan di sepanjang jalan menuju pemandian air panas adalah tempat yang sangat indah.

Namun, saat musim hujan atau musim angin topan, aliran airnya sangat berbahaya.

Demi keselamatan wisatawan, tidak disarankan untuk pergi ke sana saat musim hujan.

Sikap anak berbakti ini benar-benar mengharukan banyak netizen.

Karena tekanan hidup saat ini, banyak anak muda yang terlalu sibuk untuk pulang mengunjungi orangtuanya.

Hal yang paling dibutuhkan oleh banyak orangtua ketika mereka tua bukanlah seberapa kaya anak-anaknya, tetapi yang paling mereka butuhkan adalah bisa ditemani oleh anak-anaknya.

Hal yang paling disesalkan di dunia jika seorang anak menjadi sukses tetapi tidak pernah mengunjungi orangtuanya! (lidya/yn)

Sumber: haowenshare

Video Rekomendasi:

Share
Tag: Kategori: Uncategorized

Video Popular