Erabaru.net. Seorang wanita muda Tiongkok pulang ke rumah keluarganya, dia menemukan bahwa tubuh ibunya yang berusia 53 tahun sedikit tidak normal. Ternyata, ibunya sedang hamil. Hal ini membuat wanita tersebut tidak senang.

Dia membujuk ibunya untuk menggugurkan, namun ibunya menolak dan bersikeras untuk melahirkan bayinya. Dan bayi itu pun lahir, namun, ayahnya tiba-tiba jatuh sakit. Ibunya tidak dapat merawat bayi dan ayahnya, jadi ibunya meminta putrinya untuk “membantu membesarkan” bayi (adiknya) dan membuat wanita itu tidak senang.

Menurut laporan, ketika Xiaoyi kembali ke rumah keluarganya 7 tahun yang lalu, dia menemukan bahwa ibunya kurang sehat. Setelah bertanya, dia mengetahui bahwa ibunya telah hamil.

Memikirkan resiko saat melahirkan, masalah membesarkan anak di masa depan, dan perbincangan orang-orang di sekitar mereka. Xiaoyi telah membujuk ibunya untuk menggugurkannya, tetapi ibunya bersikeras untuk tetap melahirkan bayinya- adik Xiaoyi.

Singkat cerita adik Xiaoyi sudah menginjak 7 tahun, tiba-tiba ayahnya jatuh sakit dan hanya bisa berbaring di tempat tidur. Selain merawat ayahnya, ibunya juga harus merawat adiknya.

Merasa sangat berat untuk mengurus ayahnya dan adiknya, ibunya meminta Xiaoyi untuk mengurus adiknya.

Xiaoyi di satu sisi yang tidak tega dengan orangtuanya, di sisi lain dia tidak bisa menuruti permintaan ibunya, dan berkata : “Apakah kalian berdua memberikan saya seorang adik laki-laki atau seorang anak laki-laki? Jika keluarga kaya, Anda dapat memiliki berapa pun anak yang kalian inginkan, tetapi apakah keluarga kita memiliki kondisi ini? Saya tidak hanya harus membesarkan anak saya sendiri, tetapi sekarang saya juga harus membesarkan adik laki-laki saya untuk tumbuh dewasa. “

“Membesarkan anak membutuhkan banyak uang dan energi. Baik ibu mertua dan suami saya juga pasti akan berkomentar. Apakah Anda mempertimbangkan kondisi saya? “

Meskipun Xiaoyi marah dan tidak senang dengan permintaan orangtuanya tetapi karena mereka adalah orangtuanya sendiri, dia tidak dapat meninggalkan mereka sendirian.

Penulis berpikir bahwa pasangan tua itu memiliki anak dan seorang cucu yang hidup terpisah dengan mereka, dan mereka masih mempunyai kesempatan untuk memiliki anak pada usia seperti itu, mungkin karena hal ini, mereka mempertimbangkan untuk melahirkan seorang anak lagi.

Kedatangan anak pasti akan menyenangkan, suasana hati pasangan tua bisa dimengerti, tetapi masa depan anak juga harus dipertimbangkan, ini adalah tanggung jawab menjadi orang tua.

Pasangan itu hampir berusia 60 tahun, dan dan siklus pertumbuhan seorang anak minimal 18 tahun. Bagaimana cara menjamin masa depannya ? Kalau keluarga tersebut memiliki aset jutaan, itu tidak jadi masalah.

Orang-orang tua biasa jelas hanya hidup dari dana pensiun, sekarang karena biaya membesarkan anak begitu tinggi, apakah cukup mengandalkan dana pensiun saja?

Mengesampingkan masalah uang, seiring dengan bertambahnya usia lanjut usia, kondisi fisik mereka akan semakin memburuk dari hari ke hari.

Ketika hari itu tiba, siapa yang akan merawat anak anak di bawah umur tersebut? Meminta anak yang sudah dewasa untuk menjaga adik mereka? Mereka masih punya keluarga sendiri, bagaimana mereka bisa membantu orangtuanya mengurus anaknya?

Selain itu, anak-anak sudah bermasalah sejak mereka lahir. Di masa depan, mereka pasti akan mengalami berbagai masalah karena hal tersebut, terutama masalah pendidikan dan masalah psikologis anak, akan ada kesenjangan generasi antara dua generasi. Masalahnya bukan anda bisa saja menghindari hal tersebut jika anda benar-benar mau.(lidya/yn)

Sumber: starnews19

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular