Erabaru.net. “Tidak peduli kaya atau miskin, sehat atau berpenyakit, aku akan selalu mencintaimu …”

Seorang pria berusia 82 tahun menepati janjinya kepada istrinya. Meskipun menderita amblyopia dan ketidaknyamanan, dia setiap hari sambil memegang tongkatnya bekerja sebagai pembersih di tempat yang berbeda.

Dia mendapatkan penghasilan yang sedikit dari tangannya yang sudah keriput untuk membayar biaya cuci darah mingguan istrinya yang sakit.

Seorang wanita di Singapura, bermarga Li pergi ke restoran untuk makan seperti biasa, saat dia menikmati makanannya, dia terkejut melihat seorang kakek yang sedang membersihkan meja dengan hati-hati sambil berpegangan pada tongkat!

Wanita yang bekerja di sebuah LSM di Singapura ini telah berbagi cerita tentang lelaki tua ini di Internet.

Dia mengatakan bahwa suatu hari dia melihat lelaki tua ini memegang tongkat dan berjuang untuk menyeka meja dengan kain lembab, dan bekerja tanpa suara.

Dia memutuskan untuk mengobrol dengan lelaki tua itu dan mengetahui bahwa pria tua itu tidak memiliki anak.

Pria tua itu mengatakan, istrinya sakit dan membutuhkan cuci darah mingguan. Jika dia tidak bekerja, itu sama dengan membunuh istrinya.

Ketika wanita itu bertanya lebih lanjut, dia mengetahui bahwa kakek tua ini sudah berusia 82 tahun, dengan menanggung ketidaknyamanan fisiknya untuk datang, semuanya dilakukan demi istrinya.

Kakek itu mengatakan bahwa dia tidak memiliki anak, selama ini dia dan istrinya saling bergantung satu sama lain.

Seharusnya mereka di rumah untuk menikmati masa-masa tuanya, tetapi karena istrinya memiliki masalah dengan kesehatannya, dia setiap minggu harus pergi ke rumah sakit untuk perawatan.

Biaya pengobatan yang besar, itu menjadi beban bagi mereka, jadi dalam situasi ini, dia memutuskan untuk menjadi seorang pembersih.

Meski begitu, uang yang didapat kakek itu sebagai tukang bersih-bersih hanya 1.300 dollar Singapura (sekitar 14 juta). Itu masih dikurangi untuk ongkos taksi sekitar Rp 3,2 juta, untuk pulang dan pergi ke tempat kerja. Dengan jumlahnya seperti itu, itu masih jauh dari cukup.

Ketika Li tahu segala kesulitan yang dihadapi kekek itu, dia memutuskan untuk membantunya.

Dia segera menelepon instansi pemerintah terkait (MSF) dan memberi mereka informasi yang dia minta, berharap menarik perhatian, dan mendapat beberapa subsidi!

Ketika wanita itu hendak pergi, dia bertanya kepada kakek apakah ada hal lain yang perlu dibantu, tetapi kakek hanya tersenyum dan berkata,: “Saya baik-baik saja, saya dan istri saya hanya dua orang, ini sudah cukup, terima kasih atas bantuan Anda. “

Setelah itu, Li berbagi di Facebook dan menulis bahwa sebenarnya dia belajar banyak dari kakek tua ini.

Meski sudah sangat tua, semangat dan ketekunannya untuk hidup berbeda dari orang lain.

Terutama tidak hanya tentang perhatian dan tanggung jawabnya pada keluarganya yang menyentuh, tapi bahkan saat mendapat bantuan, dia masih memiliki rasa bersyukur – tidak minta untuk lebih.

Wanita itu juga mengatakan bahwa meskipun kehidupan lelaki tua itu sulit, dia segera menunjukkan senyum ceria ketika dia menyebut istrinya, yang membuatnya sangat terharu.

Dia memberi tahu dan mengajarinya cara mengajukan dana kesejahteraan sosial, dan juga meninggalkan nomor telepon pribadi agar orang tua itu dapat meminta bantuannya saat dibutuhkan.

Li kemudian juga menindaklanjuti dengan lelaki tuanya dan mengetahui bahwa dengan bantuan dari kantor MSF, dia akan menerima subsidi bulanan. Dia sangat bersyukur bahwa dirinya bisa membantu kesulitan orang tua itu.

Kakek masih bekerja di luar meskipun dia sudah sangat tua. Benar-benar laki-laki pekerja keras! Tapi saya berharap setelah menerima subsidi pemerintah, itu dapat meringankan kesulitannya saat ini dan dia akan menjalani kehidupan yang aman dan sejahtera di masa depan.(lidya/yn)

Sumber: haowenshare

Video Rekomendasi:

Share
Tag: Kategori: CERITA KEHIDUPAN STORY

Video Popular