Laporan Komprehensif Wenlan 

Virus Komunis Tiongkok atau Covid 19  terus menyebar ke seluruh dunia. Menurut berita, Kim Jong-un percaya bahwa burung dari Tiongkok adalah penyebab utama penyebaran virus Komunis Tiongkok. Pemimpin Korea Utara itu pun memerintahkan petugas perbatasan untuk membunuh merpati yang terlihat. Otoritas Korea Utara juga melarang orang memelihara kucing, karena percaya bahwa kucing juga dapat terinfeksi virus Komunis Tiongkok.

Menurut laporan “Sun” Inggris, pihak berwenang Korea Utara mengatakan bahwa pemimpin Korea Utara Kim Jong-un percaya bahwa burung merpati yang terbang dari Tiongkok mungkin telah memasuki Korea Utara dengan membawa virus Komunis Tiongkok. 

Oleh karena itu, Kim Jong-un menyatakan perang terhadap merpati. Petugas perbatasan diharuskan untuk mengontrol inspeksi secara ketat dan tidak mengizinkan merpati masuk, jika petugas melihat merpati masuk ke perbatasan Korea Utara, mereka diinstruksikan untuk segera membunuhnya.

Dilaporkan bahwa kawasan  Huishan dan Sinuiju, yang berbatasan dengan Tiongkok, telah diberlakukan secara ketat. Selain memerintahkan perwira dan tentara untuk mengeksekusi, masyarakat umum juga diwajibkan untuk bekerja sama dan membunuh merpati ketika mereka melihatnya.

Menurut laporan tersebut, selain merpati, pihak berwenang Korea Utara percaya bahwa kucing juga dapat tertular virus Komunis Tiongkok. Karenanya, warga sekitar dilarang memelihara kucing. Sebuah keluarga beranggotakan 4 orang di Huishan ditahan di karantina karena memelihara kucing.

Pada saat yang sama, pihak keluarga menginformasikan bahwa kucing mereka telah mati. Namun beberapa orang menyatakan bahwa kucing tersebut masih hidup dan sedang bermain di pagar kawat di perbatasan.

Menengok kembali asal mula wabah virus Komunis Tiongkok, dimulai di Wuhan pada akhir 2019. Oleh karena Komunis Tiongkok sengaja menyembunyikan kasus itu dan memblokir kebenaran, akibatnya, epidemi benar-benar di luar kendali dan menyebar dengan cepat ke seluruh dunia. Sejauh ini, lebih dari 171 juta orang telah terinfeksi dan lebih dari 3,55 juta orang telah meninggal.

Korea Utara adalah negara pertama di dunia yang melarang masuknya warga Tiongkok. Pada 22 Januari tahun lalu, Korea Utara mengumumkan telah memasuki keadaan darurat pencegahan epidemi nasional. Korea Utara lalu memutus saluran masuk laut, darat dan udara, memblokir perbatasan, melarang masuknya warga negara Tiongkok, dan mengisolasi ratusan orang asing.

Pihak berwenang Korea Utara masih bersikeras untuk mengklaim bahwa tidak ada kasus yang dikonfirmasi di negara tersebut. 

Karena Korea Utara berbatasan dengan Tiongkok daratan, tempat epidemi berasal, dan kondisi sanitasi serta standar medis di negara itu sangat rendah, maka dunia luar  mempertanyakan soal “nol infeksi” dan “nol kasus yang dikonfirmasi” di negara itu.  (hui)

Share

Video Popular