Erabaru.net. Ini adalah kisah tentang seorang anak berusia 6 tahun yang sangat berbakti. Ketika anak-anak lain seusianya sedang senang-senangnya bermain dan bertingkah manja di pelukan orangtuanya, dia sudah tampak sangat dewasa.

Ketika anak itu pulang dari sekolah, dia akan mencuci dan memasak makanan, membawakan teh dan air untuk ibunya, menggosok kakinya dan memijat punggungnya…

Di usia yang seharusnya sedang senang – senangnya bermain dengan temannya, dia sudah haru memikul tanggung jawab keluarganya, dan juga merawat ibunya yang sakit -lumpuh.

Anak laki-laki itu adalah Xu Ao, 6 tahun, dia hidup hanya dengan ibunya, ayahnya sudah meninggal beberapa tahun lalu.

Ketika Xu Ao berusia 2 tahun, ayahnya mengalami kecelakaan dan meninggal. Ibunya lumpuh dan tidak dapat mengurus dirinya sendiri.

Karena itu, semua urusan keluarga menjadi tanggung jawab Xu Ao. Dari menanam sayuran, mencuci, memasak, dan merawat ibunya semua dilakukan oleh “orang dewasa tapi kecil” ini.

Sebenarnya ibunya tidak tega melihat anaknya yang masih kecil harus melakukan hal-hal yang seharusnya tidak dia lakukan.

“Aku merasa kasihan dengannya karena dia sangat menderita dengan semua ini,” kata ibunya.

Ibunya mengatakan, bahwa sejak kematian suaminya, kondisi keluarganya sekarang seperti ini. Dia benar-benar tidak ingin anaknya menderita.

Dia juga pernah berpikir untuk memberikan Xu Ao kepada orang lain untuk dibesarkan, sehingga dia tidak harus menanggung beban keluarga. Tetapi, ketika dia mengatakan pada puranya, Xu Ao yang awalnya senang, kemudian menangis dan berkata: “Aku tidak akan pergi ke mana-mana, aku ingin mengurus ibu.”

Xu Ao yang berusia 6 tahun menanam beberapa sayuran di bawah bimbingan ibunya. Makanan di rumah pada dasarnya dari hasil kebunnya.

Setiap malam sebelum tidur, Xu Ao akan menyanyikan lagu “Hanya Ibu yang baik di dunia” untuk ibunya yang terbaring di tempat tidur.

Bagaimanapun, Xu Ao “orang dewasa tapi kecil” masih anak-anak, memeluk ibunya adalah saat yang paling bahagia dan damai bagi dirinya dan pastinya juga untuk semua anak di dunia.

Ibunya setiap mengawasi Xu Ao duduk untuk belajar setelah menyelesaikan pekerjaan rumah, dia merasa sangat sedih, membenci dirinya karena tidak bisa memberikan kebahagiaan pada putranya, tapi, malah memberikan beban padanya. Ia sangat berharap anaknya bisa memiliki masa kanak-kanak yang bahagia seperti anak-anak lainnya.

Xu Ao berinisiatif untuk melakukan semua pekerjaan rumah, seperti mencuci baju, menjemur, memasak, membersihkan rumah, dan bahkan harus merawat ibunya, dia tidak pernah mengeluh sedikit pun.

Dengan beban yang berat yang harus ditanggungnya, Xu Ao selalu tersenyum. Dia selalu berpikir bahwa merawat ibunya adalah hal yang membahagiakan. “Orang dewasa tapi kecil” ini telah belajar membalas jasa orangtua sebelum waktunya.

Ibu mengeluarkan puisi yang ditulis oleh Xu Ao, berjudul “Ayah di Surga”, dan setelah membacanya, air matanya menetes.

Mungkin Xu Ao terlalu lelah dan mulai merindukan ayahnya.

Setelah kepedulian Xu Ao terhadap ibunya dibertikan oleh media, banyak sukarelawan datang ke rumah Xu Ao untuk memberikan sumbangan. Membawakan kebutuhan sehari-hari untuk membantu keluarga itu.

Saat seorang ibu sukarelawan membatu Xu Ao mencuci pakaiannya, Xu Ao mencium ibu sukarelawan itu dengan sangat tulus!

Saya berharap setelah membaca cerita Xiao Xu Ao, Anda dapat mengembangkan kemampuan anak-anak Anda untuk menjaga diri sendiri.

Xiao Xu Ao membuat kami kagum dan terharu, situasi ibu dan anak ini sangat luar biasa. Saya berharap anak kecil ini akan memiliki masa depan yang cerah.(lidya/yn)

Sumber: starnews19

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular