Erabaru.net. Untuk mencegah masuknya virus corona, Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menutup perbatasannya dengan Tiongkok. Dan sekarang dia menyatakan perang terhadap merpati dan kucing karena dia khawatir hewan-hewan ini akan membawa virus dari negara tetangganya itu.

Menurut laporan Maily Korea pada 27 Mei , daerah perbatasan seperti Kota Hyesan dan Kota Sinuiju telah menginstruksikan orang-orang untuk “menangkap dan menghancurkan merpati dan kucing “.

Menurut laporan itu, warga di perbatasan Korea Utara mulai menembaki burung yang terbang dari Tiongkok. Selain itu, kucing juga menjadi sasaran. Kucing peliharaan dan kucing liar sama-sama menjadi target kehancuran.

Di Kota Huishan, sebuah keluarga beranggotakan empat orang dipaksa diisolasi selama 20 hari karena diam-diam memelihara kucing. Sebelumnya, pemerintah telah mengirim petugas ke rumah warga untuk mengecek apakah kucing tersebut hewan peliharaannya , saat itu pihak keluarga mengatakan bahwa kucingnya sudah mati. Tapi kemudian seseorang melihat kucing itu di dekat pagar kawat berduri di perbatasan.

Patroli Perbatasan mencoba menangkapnya, tetapi tidak berhasil. Kucing itu berlari menuju area pemukiman. Kejadian tersebut dilaporkan ke Biro Karantina Provinsi. Setelah dua hari dilakukan penyelidikan, keluarga yang memelihara kucing tersebut dihukum dan diisolasi selama 20 hari.

Sumber tersebut mengatakan keluarga tersebut tidak diizinkan untuk tinggal di rumah dan dibawa ke fasilitas yang ditentukan.

Sumber tersebut juga mengatakan bahwa banyak orang mempertanyakan mengapa pihak berwenang harus menangkap kucing itu, mereka juga menyatakan ketidakpercayaan mereka bahwa kucing itu dapat menyeberangi sungai ke Tiongkok dan kemudian kembali ke Korea Utara.

Sebuah laporan Maily Korea pada 19 Mei, mengungkapkan bahwa pada awal Mei, seorang pejabat senior ekonomi Korea Utara berusia enam puluhan dirawat di Rumah Sakit Universitas Medis Pyongyang karena penyakit jantung dan tekanan darah tinggi.

Pihak rumah sakit menyuntiknya dengan “cocarboxylase” buatan Tiongkok , tapi sayangnya petugas tersebut meninggal mendadak tak lama setelah disuntik. Penyebabnya belum bisa dipastikan.

Sumber tersebut mengatakan bahwa pejabat tersebut telah berkecimpung di bidang ekonomi sejak era Kim Jong Il dan merupakan kepercayaan tingkat tinggi oleh Partai Pekerja Korea dan Kim Jong Un .

Setelah Kim Jong-un mengetahui kematiannya, dia sangat marah dan memerintahkan rumah sakit utama Pyongyang untuk melarang penggunaan pasokan medis buatan Tiongkok. (lidy/yn)

Sumber: epochtimes

Video Rekomendasi:

 

 

Share

Video Popular