Erabaru.net. Di sebuah desa kecil di daerah pegunungan di Yuncheng, Shanxi, mereka memarkir mobil di pinggir jalan desa. Setelah berjalan beberapa lama, mereka melihat bahwa semua gerbang desa terkunci, dan kuncinya sudah berkarat. Tampak itu seperti desa tidak berpenghuni.

Saya berjalan ke depan sebentar dan tiba-tiba mendengar suara tawa. Saya pikir, saya salah mendengar, dan saya segera melangkah ke depan dan melihat sebuah rumah dengan pintu terbuka.

Saya melihat pasangan tua berbicara dan tertawa di halaman rumah yang luas. Terdapat banyak bunga-bunga bermekaran, dan itu adalah tempat pengasingan bagi pasangan yang penuh kasih ini.

Melihat kedatangan kami, pasangan tua itu langsung berdiri dari tempat duduknya dan menyambut kami dengan antusias untuk mempersilahkan masuk.

 

Setelah mengobrol, saya pun mengetahui bahwa desa ini adalah desa yang sudah berusia seabad, namanya Desa Yaojiapo. Banyak penduduk yang telah meninggalkan desa, dan sekarang hanya pasangan tua ini yang tersisa. Tahun ini pasangan tua berusia 70-an tahun.

Kami bertanya, banyak penduduk yang sudah pindah, mengapa dia masih tinggal di sini?

Paman tersenyum dan berkata bahwa setelah tinggal di sini hampir sepanjang hidupnya, dia enggan pindah

Pria tua itu sambil tersenyum mengatakan, bahwa sebagian besar hidupnya dihabiskan di desa ini, jadi dia enggan untuk pindah, dan mereka juga enggan pindah ke kota untuk tinggal bersama anak-anak mereka karena takut merepotkan.

Istrinya dengan antusias membawakan kami teh, air, dan makanan desa, dan meminta kami untuk segera mencicipi rasanya.

Pasangan tua benar-benar menikmati hidup, minum teh sambil memandang bunga-bunga yang bermekaran.

Pria tua itu mengatakan dulunya dia adalah kepala sekolah di desa ini. Ketika dia pensiun, dia ingin mencari tempat yang bersih dan nyaman untuk merawat orangtuanya dan hidup bersama istrinya.

Pria tua itu menunjuk bunga hydrangea yang mekar dan mengatakan bahwa itu ditanam oleh istrinya. Di halaman rumahnya yang luas itu, pasangan tua tersebut telah menanam lebih dari 20 bunga.

Pasangan tua itu mengajak kami berkeliling di halamannya. Ada begitu banyak jenis bunga. Pohon persik dan aprikot tumbuh subur, dan ada sulur yang menarik.

Saya katakan ini bisa dianggap sebagai kebun buah, dan tidak perlu susah payah untuk memetik dan memakan buahnya. Ketika bibi mendengar ini, dia tertawa.

Bibi mengatakan bahwa mereka juga menanam sayuran, dan biasanya makan dari hasil lebun sudah cukup.

Bibi itu mengambil ember untuk menyirami bunga, dan paman itu duduk di beranda rumah dan mengawasi istrinya dengan tenang, matanya penuh kelembutan dan manis, kebersamaan mereka yang harmonis selama 70 tahun benar-benar membuat semua orang iri.

Paman mengatakan, ketika dia masih muda, dia sibuk sepanjang hari, dan istrinya juga ikut sibuk. Istrinya menyukai bunga dan tanaman ketika dia masih muda. Sekarang dia sudah tua dan masih memiliki mimpi tersebut.

Ketika saya mengatakan bahwa paman jauh lebih romantis daripada anak di kota, dia terlihat sangat senang. Dia mengatakan bahwa istrinya sangat rajin. Merawat bunga dan tanaman ini. Halamannya bersih dan rapi.

Paman juga mengatakan, bahwa istrinya sangat terampil, dan kain perca yang tidak berguna dapat diubah menjadi sesuatu yang berguna.

Paman dan bibi ini telah menghabiskan sebagian besar hidup mereka dengan cara ini. Kasih sayang yang tetap tidak berubah selama bertahun-tahun benar-benar membuat iri.

Mereka membawa kebahagiaan dengan tinggal sendirian di desa tua di pegunungan, yang membuat orang-orang menghormati mereka.

Anak-anaknya di kota terkadang sangat mengkhawatirkan mereka. Pasangan tua ini, penuh dengan kebaikan dan cinta, seperti pasangan abadi yang tidak pernah bertengkar sepanjang masa.

Tidak ada kekhawatiran, rasa sakit dan kesedihan di wajah mereka, dan senyum mereka selalu indah sepanjang waktu. Dengan kehidupan seperti ini dan mentalitas seperti ini, apakah Anda tidak iri dengan kehidupan “pasangan peri” ini? (lid/yn)

Sumber: funnews61

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular