oleh Zhang Zhongyuan

Vaksin buatan daratan Tiongkok terus dipromosikan di berbagai tempat, tetapi banyak bermunculan kasus alergi dan kematian orang yang divaksin, hanya saja media tidak melaporkannya. 

Baru-baru ini, seorang gadis di Kota Xi’an, Provinsi Shaanxi, Tiongkok yang baru berusia 25 tahun, mengalami efek samping yang serius setelah menerima vaksin Sinovac. Hingga perlu dilarikan ke rumah sakit untuk pertolongan. 

Keesokan harinya dokter memberitahu keluarga bahwa gejala gagal jantung mulai tampak. Namun, pihak rumah sakit tidak menerima pembayaran sendiri akibat keluarganya tidak mampu. Sehingga perawatan terpaksa dihentikan. Karena itu diduga gadis tersebut tidak tertolong.

Baru-baru ini, seorang gadis netizen yang menggunakan nama Tian Yiqian pada 28 Mei memposting tulisan di Weibo, bahwa dirinya menderita anafilaksis (reaksi alergi berat) sampai dilarikan ke rumah sakit,  untuk perawatan darurat setelah menerima suntikan pertama dari vaksin Sinovac produksi Beijing. 

Dalam postingannya, ia menyebutkan bahwa ia langsung mendapat hadiah setelah cukup lama menunggu-nunggu giliran mendapatkan suntikan dosis pertama vaksin anti virus komunis Tiongkok. Tidak disangka dirinya mengalami anafilaksis dan untuk pertama kali dalam hidupnya naik mobil ambulans. Menghabiskan hampir RMB. 5.000 selama 2 jam pertolongan. Membuat ekonomi keluarga yang sudah sulit semakin sengsara. Jika tahu sejak awal, maka ia akan menolak untuk divaksin.

Keesokan harinya (29 Mei) Tian Yiqian dalam pesannya di Weibo menyebutkan bahwa, saat itu dokter meminta dirinya untuk mempertimbangkan pindah perawatan ke rumah sakit lainnya karena gejala gagal jantung mulai tampak. Tetapi, ia sudah tidak lagi ingin dirawat. Ia juga mengucapkan Terima kasih atas perhatian teman-temannya.

Sejak itu, tidak lagi ada pembaruan pesan Tian Yiqian di Weibo, bahkan teks sebelumnya tentang efek samping vaksin telah dihapus entah oleh siapa. Banyak netizen mencoba untuk menghubunginya, tetapi selalu gagal, sehingga semua orang mengira dia mungkin sudah meninggal dunia.

Banyak netizen marah atas penghapusan pesan Tian Yiqian di Weibo dan memposting kecaman.

Ada netizen menulis : “(Pesan) di Weibo dihapus, di WeChat dihapus, seakan-akan nyawa itu tidak pernah ada di dunia ini”.

Ada lagi yang menulis : “Menghapus pesan di Weibo demi menenangkan masalah, ini tidak pantas dilakukan manusia, apakah dengan terputusnya pesan berarti masalah sudah selesai ?”

Bahkan lainnya menulis : “Bagi pemimpin berapa pun banyaknya kematian itu hanya persoalan angka, seakan bukan masalah nyawa kehidupan”.

Lainnya juga menulis ; “Percaya kepada Partai Komunis Tiongkok berarti sedang berjalan menuju krematorium. Waktu tersisa bagi umat manusia sudah tidak banyak”.

Sebelumnya, telah terjadi sejumlah kasus kematian akibat vaksinasi di daratan Tiongkok, misalnya pada akhir  Maret 2021, seorang warga bermarga Wang di Kota Zhuanghe, Dalian, Provinsi Liaoning, meninggal di hari yang sama setelah divaksinasi. 

Berita kematian diblokir oleh pihak berwenang. Seorang netizen dengan nama seperti nama orang Jepang menyebutkan bahwa, adiknya berusia 28 tahun yang aktif di militer komunis Tiongkok meninggal dunia pada 15 April usai disuntik vaksin buatan domestik dosis kedua. Sampai 31 Mei pemerintah baru mengumumkan penangguhan vaksinasi sosial.

Menurut ungkapan media Tiongkok, akibat pemerintah komunis Tiongkok sedang gencar mempromosikan “diplomasi vaksin”, sehingga  media domestik telah lama diperingatkan agar tidak melaporkan informasi negatif apapun terkait dengan vaksin buatan komunis Tiongkok.

Pada awal Maret, media Peru melaporkan bahwa tingkat efektif dari vaksin buatan komunis Tiongkok hanya sekitar 10 hingga 30%. 

Menurut laporan Radio Free Asia, ahli mikrobiologi Peru dan direktur Institut Kesehatan, Ernesto Bustamante dalam wawancara di program TV lokal menyebutkan, bahwa vaksin yang dikembangkan oleh Sinopharm Wuhan memiliki hasil uji klinis ketiga di Peru dengan tingkat efektifnya yang hanya 33%. Vaksin lain yang dikembangkan oleh Sinopharm Beijing memiliki tingkat efektif yang hanya 11,5%, kedua vaksin ini jauh lebih rendah dari tingkat efektif hampir 80% sebagaimana yang diklaim oleh perusahaan Sinopharm. 

Jadi, sebenarnya kedua vaksin komunis Tiongkok tersebut berada di bawah ambang batas kualifikasi 50% yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia. (sin)

Share

Video Popular