Li Mei dan Jiang Diya – NTD

Tidak termasuk Tiongkok, sekitar 172,12 juta orang di seluruh dunia didiagnosis dengan virus Komunis Tiongkok (Coronavirus) pada  Jumat (4/6/2021). Selain itu, lebih dari 3,69 juta orang meninggal dunia. Epidemi di Guangdong, Tiongkok,  meluas dan Singapura mengumumkan pembatasan masuknya wisatawan dari Guangdong. Jumlah kasus yang dikonfirmasi di Inggris telah meningkat. Para ahli penyakit menular mengatakan, penyebaran virus varian India mengalami peningkatan. 

Situasi epidemi di Provinsi Guangdong sedang meningkat, dan kasus yang dikonfirmasi terus muncul. Lockdown terus meluas dan telah mempengaruhi setidaknya 180.000 orang. Komisi Kesehatan dan Kesehatan Guangdong hanya mengumumkan bahwa ada 8 diagnosis lokal baru, termasuk 7 di Guangzhou dan 1 di Fuzhou.

Dikarenakan Komunis Tiongkok dikenal menyembunyikan kasus epidemi, jumlah sebenarnya mungkin berlipat ganda.

Menurut laporan, seorang perawat di Rumah Sakit Pengobatan Tradisional Tiongkok Provinsi Guangdong didiagnosis pada hari yang sama, tak jelas apakah itu infeksi rumah sakit.

Rumah Sakit Pengobatan Tradisional Tiongkok Provinsi Guangdong dan Rumah Sakit Afiliasi Pertama Universitas Kedokteran Guangzhou,  menutup klinik mereka selama sehari pada hari Jumat 4 Juni. Selain itu, beberapa rumah sakit setempat telah menghentikan klinik dalam beberapa hari terakhir.

Mengingat penyebaran epidemi di Guangdong, pemerintah Singapura mengumumkan bahwa, mulai Sabtu, penumpang jangka pendek yang pernah ke Guangdong dalam 21 hari terakhir dan memegang izin penerbangan akan dilarang memasuki negara itu.

Ada 5.181 kasus baru yang dikonfirmasi di Inggris pada hari Kamis, dan 18 orang meninggal dunia. Nilai R dari infektivitas virus naik dari 1,0 menjadi 1,2. Peningkatan jumlah kasus tersebut terkait dengan penyebaran virus varian  India.

Pakar penyakit menular Inggris, Neil Ferguson mengatakan bahwa dibandingkan dengan virus varian Inggris, penyebaran virus varian India 30% hingga 100% lebih tinggi.

Ini menyebabkan rencana pembukaan pemblokiran komprehensif Inggris pada 21 Juni, dengan lebih banyak variabel.

India menambahkan 132.364 kasus yang dikonfirmasi dan 2.713 kematian pada Kamis 3 Juni.

Ketika gelombang kedua epidemi menurun, Mumbai, ibukota keuangan India, memulai kembali membuka ekonominya pada hari Jumat 4 Juni.

Seorang pemilik Toko, Amit Ashok Khamkar berkata : “Bisnis di semua toko tidak baik, tidak hanya untuk saya, tetapi untuk semua orang. Kami harus bertahan karena kami menjual makanan dan kami mendapatkan bantuan selama lockdown.”

Wabah di negara tetangga Nepal di India terus berlanjut, dengan 5.825 kasus yang dikonfirmasi dan 75 kasus kematian pada hari Kamis 4 Juni.

Ada lebih dari 101.000 kasus aktif. Sedangkan pasokan bantuan medis dari Prancis akan tiba pada minggu ini. (hui)

 

Share

Video Popular