Erabaru.net. Seorang anak laki-laki di Amerika Serikat dua kali berturut-turut dikembalikan oleh keluarga angkatnya. Pekerja sosial yang mengatur adopsi tersebut menemukan fakta yang menyedihkan, dan memutuskan untuk melakukan perubahan.

Taylor tinggal di daerah Teluk Tampa Florida, AS, dan tidak menikmati kasih sayang orangtuanya sejak dia masih kecil.

Taylor memiliki 2 saudara perempuan, namun di mata ketiga anaknya orangtua mereka selalu sibuk dengan urusan masing-masing dan tidak pernah peduli dengan mereka.

Pada kenyataanya, orangtua mereka adalah pecandu narkoba, tidak memiliki rasa tanggung jawab terhadap keluarga, dan selalu mengabaikan keberadaan anak.

Orang-orang yang baik hati melihat situasi ketiga anak tersebut, jadi mereka membawa mereka dari rumahnya, mengasuh mereka di rumah yang hangat, dan mengatur mereka untuk diadopsi.

Connie Going adalah pekerja sosial yang membantu anak-anak menemukan keluarga angkat. Connie, kini berusia 50 tahun dan memiliki dua orang putri. Ia sangat mencintai anak-anak. Ia percaya bahwa setiap anak memiliki keluarga yang cocok untuknya.

Mengikuti filosofi ini, Connie menemukan keluarga untuk Taylor dan saudara perempuan yang sangat ingin memiliki anak, tetapi tidak pernah bisa memiliki anak. Mereka sangat mencintai ketiga malaikat kecil yang lucu ini, dan dengan cepat menjalani prosedur adopsi dan menyatukan mereka. Mereka pun pulang bersama.

Tanpa diduga, pasangan itu meninggalkan kakak perempuan dan adik perempuan Taylor, dan tidak butuh waktu lama untuk mengirim Taylor kembali ke Connie.

Pasangan itu meminta maaf dan memberitahu Connie bahwa Taylor selalu marah dan sulit ditenangkan.

Connie merasa kasihan pada Tyler dan bekerja keras untuk menemukan pasangan lain yang menyukainya dan membantu mereka melakukan prosedur adopsi .

Tanpa diduga, tak butuh waktu lama bagi pasangan itu untuk mengembalikan Taylor ke Connie, alasan yang sama adalah karena Taylor selalu marah dan sulit ditenangkan.

“Apa yang dapat saya pikirkan adalah bagaimana perasaannya dan bagaimana dia akan menyalahkan dirinya sendiri,” kata Connie.

Connie mengatakan bahwa dia telah berhasil menemukan keluarga angkat untuk lebih dari seribu anak, dan dia tahu betul bahwa ditinggalkan dua kali berarti ada sesuatu pada Taylor. Itu apa? Memikirkan hal ini , dia sangat sedih sampai perutnya sakit.

Keesokan harinya, Connie menghapus nama Taylor dari daftar untuk diadopsi, karena setelah memikirkannya, dia berpikir bahwa bukan orang lain melainkan dirinya yang paling cocok menjadi ibu Taylor, tetapi dia tahu betul bahwa dia bukan sungguh-sungguh ingin mengadopsi Tylor.

Connie, yang mengetahui lingkungan pertumbuhan Taylor dengan baik, memperlakukan Taylor dengan cinta, dan Taylor akhirnya mengungkapkan pikirannya.

“Sebenarnya, setiap kali saya diadopsi, kurang lebih adalah salahku, tapi aku tidak menyadarinya. Kamu tahu,” akta Taylor.”Aku selalu marah karena kupikir mereka berencana untuk tidak menginginkannya saya lagi.”

Taylor sendiri mengatakan bahwa sejak dia meninggalkan orangtua kandungnya, dia tinggal di lebih dari selusin keluarga angkat, dan dia sangat takut ditinggalkan.

Alasan mengapa dia marah-marah setiap kali dia tiba di rumah baru adalah, “Dia inging menguji orangtua angkatnya”.

Taylor, yang datang ke rumah Connie, masih berpikiran seperti ini. Setelah beberapa minggu hari yang relatif tenang, suatu hari dia mengambil tas sekolahnya dan mengatakan pada Connie,: “Aku pergi, aku benci tempat ini.”

Connie mendengar kata-kata Tylor dan memandangnya dengan tenang dan berkata, : “Aku tidak akan membiarkanmu pergi, Tylor.”

Mendengar kata-kata Connie, Tyler meletakkan tas sekolahnya dan menenangkan pikirannya.

Taylor masih terlihat tenang hari ini. Berbicara tentang rumah Connie, dia mengatakan,: “Dia (Connie) tahu yang terburuk dariku, tapi dia tetap menjaga aku, dan mencintai aku.” (lidya/yn)

Sumber: epochtimes

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular