Zhang Ting

Militer Irak mengatakan pada Minggu 6 Juni 2021 bahwa dua unit drone muncul di atas pangkalan yang ditempatkan oleh militer AS dan berhasil ditembak jatuh.  Pangkalan ini sempat diserang oleh drone bersenjata sebulan lalu.

Militer Irak mengatakan bahwa pada pukul 12:30 waktu setempat pada hari Minggu 6 Juni, militer AS mengaktifkan sistem pertahanan roket kontra, artileri dan mortir  untuk mencegat dan menembak jatuh 2 drone di atas Pangkalan Ain al-Assad, terletak di gurun Irak barat.

Tidak ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas insiden pesawat tak berawak tersebut. Akan tetapi, beberapa pejabat Irak mengatakan bahwa kelompok bersenjata yang didukung oleh Iran  mengklaim bertanggung jawab atas insiden serupa pada masa lalu.

Kolonel Wayne Marotto, juru bicara pasukan koalisi pimpinan AS di Irak, mengatakan bahwa beberapa jam yang lalu, sebuah roket ditembak jatuh di atas bandara Baghdad dan “tidak menimbulkan korban atau kerusakan.”

Pada 8 Mei, pangkalan Al-Assad diserang oleh pesawat tak berawak. Seorang juru bicara koalisi mengatakan,  bahwa serangan itu merusak hanggar di pangkalan tetapi tidak menimbulkan korban jiwa. 

Amerika Serikat atau Irak tidak mengumumkan pelaku di balik serangan pesawat tak berawak itu. Namun, dalam banyak serangan sebelumnya, Amerika Serikat mengutuk serangan yang dilakukan oleh kelompok milisi yang didukung Iran. Sebagian besar adalah serangan roket yang ditujukan ke pangkalan militer AS di Baghdad dan berbagai bagian Irak. Serangan drone lebih jarang terjadi. 

Pada pertengahan April, sebuah pesawat tak berawak yang sarat dengan bahan peledak, menyerang zona militer bandara internasional yang dikelola oleh Kurdi di Irak utara. Akan tetapi, tidak menimbulkan korban jiwa atau kerugian. Pangkalan itu juga sebagai tempat militer AS.

Sejak awal tahun ini,  terjadi sebanyak 39 serangan terhadap kepentingan AS di Irak. Sebagian besar serangan merupakan ledakan bom terhadap konvoi logistik, dan 14 serangan roket lainnya. Kejadian itu memberikan tekanan pada Washington untuk menarik pasukannya dari Irak. (hui)

 

Share

Video Popular