Erabaru.net. Dokter yang berada di ruang gawat darurat dan bangsal rumah sakit setiap hari selalu dapat menyaksikan kematian lebih sering daripada masyarakat umum. Saya percaya bahwa perjalanan menemani pasien sampai jalan terakhir adalah sesuatu yang tidak dapat diulangi.

Beberapa hari yang lalu, ada dokter di bagian gawat darurat membagikan kisah seorang ibu tua yang menderita kanker, reaksi anggota keluarganya membuat orang meneteskan air mata.

Dr. Wei Zhiwei, kepala di departemen darurat Rumah Sakit Umum Anak, berbagi di Facebook pribadinya, bahwa rumah sakit telah terdampak oleh epidemi dalam beberapa hari terakhir.

 

Hari itu, seorang ibu yang menderita kanker masuk di ruang unit gawat darurat, dan dia hanya ditemani oleh putranya.

Dokter menyadari bahwa pernapasan ibu itu semakin lemah, jadi dr. Wei Zhiwei dengan buru-buru meminta putranya untuk berbicara dengannya, dan bergegas untuk mengucapkan selamat tinggal dan ucapan terima kasih.

Akhirnya, ibu yang menderita kanker meninggalkan dunia dengan damai. Dokter membantunya berbaring dalam posisi yang lebih nyaman dan dengan lembut menutupinya dengan selimut.

Pada saat itu, putranya melihat bahwa mata ibunya yang sudah meninggal meneteskan air mata, dan dia bertanya pada dokter (Wei Zhiwei ): “Apakah ibu sakit?”

Wei Zhiwei menjawab : “Dia tidak sakit sama sekali, tetapi dia bahagia setelah melihatmu.”

Mendengar jawaban seperti itu membuat putranya itu menangis.

Dalam postingan itu telah menarik puluhan ribu netizen untuk membacanya, dan banyak meninggalkan pesan yang mengungkapkan perasaan mereka dengan pengalaman yang sama.

“Ketika ayah saya pergi, saya juga melihat dia meneteskan air mata.”

“Terlihat sangat sedih, nenek saya sekarang telah berjalan sepanjang jalan tanpa rasa sakit.”

Jawaban dokter sangat menghangatkan hati, sehingga keluarga yang ditinggalkan dapat menghilangkan sedikit rasa sakit karena kehilangan. Semoga ibu itu mendapat tempat yang baik di alam baka.(lidya/yn)

Sumber: starnews19

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular