Erabaru.net. Seorang siswa sekolah menengah berprestasi berusia 18 tahun di California, AS, menerima surat penerimaan dari 11 universitas yang ia lamar.

Siswa sekolah menengah Oakland Technical High School , Achmed Mohammed menerima surat penerimaan dari 11 universitas yang ia lamar termasuk Universitas Harvard, Universitas Princeton dan Universitas Stanford dan sekolah bergengsi lainnya. Setelah mempertimbangkan dengan cermat, dia memutuskan untuk tetap tinggal Di Bay Area, dan memilih untuk belajar di Universitas Stanford.

Nilai rata-rata (IPK) Ahmed adalah 4,73, dan dia mencapai nilai sempurna 5,0 di tahun ketiganya.

“Ini adalah sekolah yang luar biasa, tapi menurut saya yang paling cocok untuk saya dalam empat tahun ke depan adalah Universitas Stanford,” katanya kepada KTVU, sebuah stasiun televisi yang berafiliasi dengan Fox. “Stanford selalu menjadi impian saya.”

Menurut laporan, Achmed adalah seorang wirausahawan, guru relawan dan atlet, dari sekolah menengah atas, dia telah berada di Sekolah Menengah Teknis Oakland sebagai point guard tim bola basket putra Bulldog (Oakland Tech Bulldogs).

Selain itu, remaja berbakat ini juga mendirikan organisasi nirlaba bernama Kits Cubed selama lockdown tahun 2020, bisnisnya ini menjual tool kit ilmiah dengan harga terjangkau kepada siswa sekolah dasar dan menengah, beserta buku pegangan tentang cara melakukan eksperimen.

Organisasi nirlaba yang dia dirikan juga menjadi sorotan penting dalam lamarannya untuk Universitas Stanford. Organisasi tersebut bertujuan untuk membantu anak-anak mempraktekkan pembelajaran ilmiah secara langsung, terutama di era ketika epidemi memaksa para siswa untuk belajar dari jarak jauh.

Pendirian organisasi berawal ketika Ahmed memperhatikan keponakannya memiliki keraguan tentang disiplin ilmu berbasis sains. Mereka tidak pandai dalam ilmu sains dan karena itu mereka membenci sains. Untuk meningkatkan kepercayaan diri dan menghilangkan pikiran yang salah ini, Ahmed memberi tahu mereka melalui eksperimen langsung bahwa sains tidak membosankan dan sulit untuk dipahami.

“Saya berharap anak-anak tahu bahwa sains tidak perlu dilakukan di laboratorium super dengan peralatan jutaan rupiah. Selain itu, jangan takut membuat kesalahan. Dalam bidang sains, Anda harus melakukan banyak kesalahan untuk sukses. pada akhirnya. Kesalahan adalah sesuatu yang juga untuk dipelajari, “katanya .
Saat ini, ratusan set toolkit Achmed telah bermanfaat bagi sekolah-sekolah dasar Oakland, ada ribuan set yang didistribusikan ke sekolah-sekolah dasar di seluruh negeri.

Ahmed percaya bahwa dia dapat mewujudkan mimpinya karena orangtuanya telah memberinya cinta dan dukungan yang cukup. Ayahnya adalah pensiunan petugas pemadam kebakaran dan ibunya adalah seorang imigran Kamboja, mereka menjalankan bisnis real estate bersama-sama.

“Orangtua saya mengatakan kepada saya melalui pengalaman kerja mereka yang luar biasa dan bahwa apa pun impian yang saya miliki, saya dapat mencapainya, dan kemudian secara bertahap menyadarinya bahwa ada jalan menuju impian terakhir,” katanya.

“Menjadi panutan bagi generasi muda adalah cara saya memberi kembali kepada masyarakat dan kampung halaman saya. Ini juga cara memotivasi mereka, sama seperti saya terinspirasi oleh orang yang lebih tua dari saya,” tambahnya. (lidya/yn)

Sumber: epochtimes

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular