Luo Tingting 

Heboh insiden seorang dosen Universitas Fudan Shanghai membunuh sekretaris komite partai Sekolah Matematika dengan senjata tajam. Kejadian tersebut  mengungkapkan lebih banyak cerita dari orang dalam.

Kronologinya pada pukul 14:52  7 Juni 2021, terjadi sebuah kasus pembunuhan  di Universitas Fudan di Shanghai, sebuah universitas terkenal di daratan Tiongkok. 

Menurut sumber online, Jiang Wenhua, seorang dosen matematika, menggorok leher sekretaris komite partai sekolah Wang Yongzhen hingga tewas dengan pisau.

Seorang netizen mengungkapkan di Weibo, pembunuhan itu terjadi di Gedung Utama Timur Gedung Guanghua Universitas Fudan. Setelah kejadian, satu unit mobil polisi dan ambulans bergerak  ke TKP.

Akan tetapi, laporan kasus yang dirilis oleh dari Biro Keamanan Umum Kota Shanghai pada malam harinya, tidak mengungkapkan nama Universitas Fudan dan identitas orang-orang yang terlibat. 

Keterangan Foto : Data pribadi Jiang Wenhua, seorang dosen Matematika, Universitas Fudan. (Tangkapan layar jaringan)

Laporan tersebut menyebutkan bahwa ada luka tusuk di sebuah universitas di Jalan Handan, Distrik Yangpu, Shanghai. Tersangka Jiang, laki-laki, 39 tahun telah dikendalikan oleh polisi, dan korban Wang yakni laki-laki, 49 tahun telah meninggal dunia. 

Setelah interogasi awal, Jiang mengatakan bahwa dia memiliki dendam terhadap korban karena pekerjaannya.” Jiang Wenhua saat ini berada di bawah tahanan kriminal.  Polisi sedang menyelidiki kasus ini lebih lanjut.

Banyak netizen Shanghai menuduh polisi, “Apakah begitu sulit untuk secara terus terang melapor?” 

Netizen juga menyindir : “Universitas tertentu di Jalan Handan, Distrik Yangpu…Apakah ada universitas lain?”

Menurut sumber yang beredar, Jiang Wenhua lulus dari Universitas Fudan pada tahun 2004 dan memperoleh gelar Ph.D. dalam statistik di Amerika Serikat pada tahun 2009. Dia melakukan penelitian pasca-doktoral di Amerika Serikat, kemudian kembali ke Tiongkok untuk bekerja di Universitas Soochow, kemudian dipindahkan ke Fudan untuk mengajar dan menandatangani kontrak selama 6 tahun. 

(Tangkapan layar Weibo)

Baru-baru ini, karena ia gagal dalam penilaian “promosi dan pemecatan”, pihak perguruan tinggi mengklaim tugas penelitian ilmiahnya tidak memenuhi standar dan berencana untuk memecatnya. Dia membunuh Wang Yongzhen sebelum pihak kampus mengumumkan pemecatannya.

Sebuah video yang diposting di Internet menunjukkan, Jiang Wenhua ditundukkan oleh polisi di tempat setelah pembunuhan.  Dirinya berlumuran darah, pakaiannya robek, tangannya  diborgol, dan ia sedang duduk di luar pintu kantor.

(Tangkapan layar Weibo)

Ketika seorang polisi bertanya dari mana asalnya, Jiang Wenhua yang mengenakan kacamata dengan tenang berkata “datang dari rumah” dan dengan jelas menyebutkan alamatnya.

Ketika ditanya mengapa dia membunuh seseorang, Jiang Wenhua berkata dengan emosional, “Dirinya banyak dijebak di unitnya dan menerima banyak perlakuan buruk,” dan “itu terus berlanjut hingga sekarang.”

Insiden lainnya,  pada hari kejadian, ibu Ren Yiyi, seorang siswi Sekolah Matematika, di Weibo membeberkan rekaman percakapan WeChat miliknya dengan sekretaris partai Sekolah Matematika Wang Yongzhen. Ia menuding Wang Yongzhen dan pihak lainnya melanggar hak asasi putrinya.

(Tangkapan layar Weibo)

Dari informasi percakapan, dapat diketahui bahwa Ren Yiyi dikirim secara paksa ke rumah sakit jiwa oleh pihak kampus sebelum dia  bunuh diri dengan melompat dari gedung. Keluarganya juga dicurigai mengalami ancaman. Namun demikian, Universitas Fudan tak menanggapinya. Adapun situs resmi Sekolah Matematika Universitas tersebut tidak bisa diakses.

Insiden pembunuhan sekretaris partai oleh seorang dosen di Universitas Fudan  memicu diskusi panas di Internet Tiongkok. 

Beberapa netizen berkomentar, “Apa hubungannya dengan sekretaris komite mempekerjakan atau tidak mempekerjakan seorang profesor?! Sekali ini pembunuhan itu benar … “

Beberapa netizen mengatakan, “Pejabat puncak di sekolah bukanlah kepala sekolah, tetapi sekretaris komite partai. Ini adalah cara dasar partai mengontrol masyarakat. Komite partai bukan milik sekolah, tetapi sekolah harus dikontrol oleh panitia partai.” (hui)

 

Share

Video Popular