Erabaru.net. Seorang guru sekolah menengah turun tangan untuk menyelamatkan hari salah satu muridnya menghadapi larangan kelulusannya karena datang dengan sepatu yang salah.

John Butler, seorang guru di Hahnville High School di Boutte, Louisiana,AS, bertukar sepatu dengan Daverious Peters, yang diberitahu beberapa menit sebelum upacara bahwa sepatu yang dipakai melanggar dress code sekolah.

Peters tiba dengan mengenakan sepasang sepatu kulit hitam, yang menurut salah satu anggota staf tidak sesuai dengan persyaratan ‘sepatu resmi berwarna gelap’.

Gelisah karena dia akan kehilangan kesempatan untuk berjalan melintasi panggung bersama teman-teman sekelasnya, Peters bertemu Butler, yang telah menjadi gurunya selama sekolah menengah dan ada di sana untuk menyaksikan putrinya sendiri lulus, dan menceritakan apa yang telah terjadi.

“Saya kaget,” kata Peters kepada The Washington Post. “Saya merasa dipermalukan. Saya hanya ingin berjalan melintasi panggung dan mendapatkan ijazah saya.”

Butler mencoba berunding dengan anggota staf, dan setelah tidak berhasil, dia mengambil keputusan ‘tanpa berpikir’ untuk melepaskan sepatu miliknya dari kakinya sendiri – meskipun ukurannya dua kali terlalu besar, dia pun berjalan ke tempat duduknya dengan bertelanjang kaki.

“Anda tidak boleh menghentikan seorang anak untuk menerima ijazah sekolah menengahnya, yang sudah menjadi momen terpenting dalam hidup mereka hingga saat itu,” kata Butler kepada CNN. “Anda tidak mengambilnya untuk sesuatu yang kecil seperti sepatu, dan itulah yang akan terjadi.”

Peters mengatakan bahwa meskipun dia malu harus berjalan di atas panggung dengan sepatu yang terlalu besar, itu tetap adalah momen berharga untuk dapat lulus di depan keluarga bangganya.

“Rasanya menyenangkan berjalan melintasi panggung dan mendengar semua orang menyebut nama saya,” katanya.

Ibu Peters, Jima Smith, mengatakan kepada CNN bahwa putranya pada awalnya tidak ingin memberitahu dia tentang insiden itu, dan mengatakan dia patah hati karena seorang anggota staf hampir merusak hari besarnya.

“Saya benar-benar tidak percaya dengan semua yang terjadi, dan saya tidak tahu anak saya melalui semua hal ini dan berjuang untuk mendapatkan ijazahnya,” katanya. “Saya sangat bersyukur bahwa Tuan John Butler ada di sana untuk menyelamatkan anak saya.”

Berkat Butler, Peters berhasil menghadiri upacara, dan sejak itu sekolahnya telah mengkonfirmasi bahwa mereka berencana untuk mengubah aturan berpakaian mereka untuk menghindari siswa lain tidak mengikuti kelulusan. (lidya/yn)

Sumber: unilad

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular