Erabaru.net. Kisah ini terjadi pada beberapa tahun yang lalu di sebuah desa di Tiongkok…

Pada akhir musim gugur, di bawah angin sepoi-sepoi yang sejuk, jalan-jalan kecil di Desa Liuxi ditutupi dengan daun-daun kering. Terdengar suara erangan datang dari sebuah rumah tua yang bobrok. Pak Liu, seorang pria tua yang tinggal sendirian, berbaring di tempat tidur dan memandang ke luar jendela. “Setelah semua daun pohon di halaman itu berguruan, apakah hidupku sudah berakhir…” gumannya.

Pak Liu memiliki dua anak laki-laki dan seorang putri. Istrinya meninggal tak lama setelah melahirkan putri bungsunya. Pak Liu, yang berasal dari keluarga miskin, harus menghidupi ketiga anaknya dengan segala kesulitannya.Tapi, kini anak-anaknya sudah dewasa dan ketiganya sudah sukses.

Setelah kedua putra mereka menikah, mereka hidup di kota, dan putri bungsu menikah dengan keluarga kaya. Penduduk desa memuji Pak Liu karena anak-anaknya sudah sukses, mengatakan bahwa dia dapat menikmati masa tuanya, tetapi setelah bertahun-tahun, dia masih tinggal sendirian di desa.

Pak Liu yang berusia 80 tahun berbaring di tempat tidurnya dan meninggal dan tidak ada yang mengetahuinya. Dia ditemukan meninggal oleh Xiao Miao, seorang gadis terbelakang, anak dari bibi Li.

Kepala desa segera menghubungi anak-anaknya Pak Liu. Keti anaknya datang, dan mereka terlihat tidak terlalu merasakan kesedihan, sebaliknya, mereka tampak sangat tergesa-gesa dan tak mau berlama-lama di desa. Setelah penguburan, ketika mereka ingin kembali ke kota, kepala desa mengatakan kepada mereka, : “Pak Liu sudah meninggal, Anda juga harus tahu bahwa almarhum akan mendapat kompensasi Rp 900 juta”

Begitu mereka mendengar penjelasan kepala desa, ketiga anak itu berhenti dan segera berdiskusi. Pada akhirnya, anak tertua dan kedua mendapat bagian masing-masing Rp 350 juta, dan putri bungsu mendapat Rp 200 juta.

Tetapi ketika mereka bertiga datang ke kepala desa untuk menjelaskan masalah itu, kepala desa mengeluarkan surat wasiat.

Kepala desa itu memberikan penjelasan ,: “Surat wasiat ini ditulis oleh Pak Liu Tua sendiri. Semua warisan diserahkan kepada Xiao Miao, tertera juga sidik jari Pak Liu.. .”

Begitu kata-kata ini keluar, wajah ketiga anak itu terlihat kecewa. Seharusnya warisan itu diberikan untuk mereka. Bagaimana bisa ayah memberikan uang itu kepada orang yang seharusnya tidak mendapatkannya, dan mereka bergegas ke rumah Xiao Miao dengan cepat dan ingin mengetahui alasannya.

Tapi melihat penampilan Xiao Miao, mereka bertiga tercengang, mereka melihat gadis di depan mereka, berpakaian sangat lusuh, dengan kulit gelap dan wajah pucat.

Mereka bertiga segera mendekati Xiao Miao, dan mengintrogasinya: “Cepat katakan, obat apa yang kamu berikan pada ayah kami?”

Mereka bahkan menarik rambut Xiao Miao dengan kencang.

Xiao Miao menjerit kesakitan, berlutut di tanah ketakutan,dan menangis.

Bibi Liu, yang mendengar tangisan putrinya bergegas keluar, melihat ketiga anak itu tampak seperti kesetanan dan buru-buru menarik Xiao Miao, dan berkata dengan marah kepada mereka: “Mengapa kamu menggertak gadisku tanpa alasan!”

“Pelacur ini menipu semua warisan ayahku. Masalah ini tidak mudah ditangani. Ini berarti waktu Anda untuk dipenjara. jujurlah dan akui kesalahan mu!” Kata mereka sambil menunjuk Xiao Miao dan berteriak dengan marah.

Pada saat ini, kepala desa datang dan menegur mereka : “Warisan ini memang benar adanya. Kamu tidak dapat menggertak seorang gadis kecil! Apakah kamu lupa bahwa kamu tidak mengunjungi Pak Liu dalam beberapa tahun terakhir? Xiao Miao memang terbelakang, tetapi otak masih tahu benar dan salah. Dalam beberapa tahun terakhir ketika Anda tidak peduli dengan bapakmu, dia selalu bersama Pak Liu, membantunya bekerja, mengobrol dengannya, dan sering mengirim makanan. Kemudian, saat kaki Pak Liu sakit dan tidak bisa berjalan, dia merawatnya dan tidak mengharapkan imbalan apa-apa. Pak Liu yang sudah tua itu harus tinggal di rumah tua yang gelap sepanjang hari! Tanyakan pada diri Anda sendiri, apakah Anda sudah melakukan ini pada ayah Anda sendiri ?

“Xiao Miao benar-benar gadis yang baik. Saya ingat saat Lao Liu tiba-tiba demam tinggi, Xiao Miao membawanya ke klinik di Kota, yang jaraknya dua puluh mil. Dia memiliki tubuh yang sangat kecil, bahkan orang dewasa pun pasti akan merasa lelah!”

Pada saat ini, mereka tampak sangat terkejut, berbicara tentang apa yang telah dilakukan Xiao Miao untuk ayahnyanya selama bertahun-tahun, tetapi ketiga anak itu tetap tidak tergerak, dalam pikiran mereka hanya uang itu.

Pada saat ini, Xiao Miao akhirnya berbicara: “Saya melakukan ini untuk membalas Kakek Liu. Saya jatuh ke sungai ketika saya berusia sepuluh tahun. Jika bukan karena dia, saya pasti sudah mati! Kakek sering mengatakan kepada saya bahwa hidupnya sangat sulit. Anak-anak dibesarkan untuk menjadi dewasa, sehingga mereka kelak akan bisa merawatnya, tetapi dia tidak menyangka dia akan berakhir tanpa seorang pun di sampingnya.. Di mata saya, dia adalah orang yang berjasa kepada saya. Bagaimana bisa saya tidak berbakti kepadanya?”

” Saya melakukan begitu banyak untuknya bukan untuk uang, tapi karena Kakek menyerahkannya padaku, awalnya saya menolaknya, tapi Kakek tetap terus memaksa saya, saya takut menyakiti hati kakek, akhirnya saya menerimanya,”

Pada akhirnya, di bawah tatapan banyak orang, ketiga anak Liu Tua sadar bahwa alasan mereka masuk akal dan memang benar adanya, jadi mereka pergi tanpa sepatah kata pun. (lidya/yn)

Sumber: hknews

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular