Erabaru.net. Banyak yang mengatakan bahwa penguasa di padang rumput di Afrika secara alami adalah singa .Namun keadaan ini tidak ada di sungai, karena ada dua penguasa yang berimbang di sini, satu adalah buaya dan satunya lagi kuda nil.

Kuda nil dan buaya memiliki kebiasaan memakan makanan yang berbeda. Masuk akal untuk mengatakan bahwa seharusnya tidak ada banyak perkelahian di natar mereka, tetapi kenyataannya adalah sebaliknya.

“Tetangga” ini biasanya berebut sumber air. Meskipun kuda nil dewasa mengerikan dan buaya tidak berani memprovokasi mereka dengan mudah, mereka saling mengganggu satu sama lain.

Di sungai, buaya diam-diam bersembunyi di belakang sepasang kuda nil untuk mencari peluang. Objek berburu utamanya adalah kuda nil kecil. Tetapi selama kuda nil betina ada di sana, kemungkinan buaya memakan anak kuda nil sangat kecil.

Untungnya, kesempatan itu segera muncul, kuda nil betina mungkin lapar dan ingin kembali ke sungai untuk mencari air dan rumput liar untuk dimakan, jadi dia meninggalkan kuda nil kecil itu di tepian.

Segera setelah kuda nil betina pergi menjauh, buaya itu melancarkan serangan mendadak ke sasarannya, kuda nil kecil bukanlah lawan yang sepadan buaya dewasa, dia bahkan tidak memiliki kesempatan untuk melarikan diri.

Buaya menggigit kuda nil kecil itu dan menyeretnya ke sungai dalam. Namun, meskipun kecil, anak kuda nil punya daya tahan yang kuat. Anak kuda nil tidak mudah untuk ditelan buaya.

 

Jalan satu-satunya adalah menyeret tubuhnya ke dalam air dan memutar tubuhnya untuk menundukkan mangsanya, baru memakannya.

Segera kuda nil kecil itu terlempar dari kesadaran. Tepat ketika ingin menyeretnya kembali ke air untuk menikmatinya, ibu kuda nil, yang khawatir dengan keselamatan anak datang.

Kuda nil betina yang menyaksikan anaknya dimangsa buaya, langsung tersulut amarahnya. Ia berlari beberapa langkah ke depan. Sebelum buaya itu sempat bereaksi, dia dengan marah mengarahkan mulutnya ke arah perut buaya.

Walaupun buaya memiliki kulit yang tebal, ketika berhadapan dengan kuda nil yang beratnya lima atau enam kali beratnya, buaya besar tidak dapat menahannya. Setelah ditundukkan, buaya ini tidak melawan selama tiga menit dan kemudian pergi dengan damai …

 

Kuda nil betina tidak memperhatikan buaya sama sekali. Ia hanya menunggu di sisi anaknya yang pingsan, berharap dia segera bangun. (lidya/yn)

Sumber: animefans21

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular