Rita Li 

Varian-varian kasus COVID-19 menyebar di seluruh Guangdong, sebuah provinsi di pesisir pantai selatan Tiongkok. Pemerintah kota Guangdong telah melaporkan bahwa semua penularan setempat   dikaitkan dengan varian-varian India dan Inggris, dan varian-varian tersebut menyebar dengan cepat karena penularannya yang meningkat.

The Epoch Times merujuk pada virus corona, yang menyebabkan penyakit COVID-19, sebagai virus Komunis Tiongkok, karena sensor berita dan kesalahan manajemen Partai Komunis Tiongkok, sehingga memungkinkan virus itu menyebar ke seluruh Tiongkok dan menciptakan pandemi global.

Setelah mencatat klaim nol kasus setempat yang dipastikan sehari sebelumnya,  Komisi Kesehatan National Tiongkok pada 31 Mei memastikan 20 kasus baru COVID-19 yang didapat secara setempat di seluruh Tiongkok dalam 24 jam terakhir, semuanya dari Provinsi Guangdong kecuali untuk tujuh kasus impor di Guangdong, Shanghai, Fujian, dan Henan. 

Tiga kasus baru tanpa gejala COVID-19 yang didapat secara setempat, juga dilaporkan di Provinsi Guangdong, yang tidak diklasifikasikan oleh Tiongkok sebagai kasus yang dipastikan.

Sebuah kasus yang dipastikan di Guangdong berasal dari seorang bayi perempuan bermarga Liang, yang baru berusia satu tahun satu bulan.

Chen Bin, Wakil Direktur di Komisi Kesehatan Kota Guangzhou, ibukota Provinsi Guangdong, mengatakan pada konferensi pers pada  30 Mei, bahwa kasus-kasus baru-baru ini adalah varian virus India yang baru yang menyebar dengan cepat.

Ini adalah konfirmasi publik pertama dari pejabat Tiongkok bahwa varian India telah ditularkan secara setempat di Tiongkok Daratan.

Rantai-rantai penularan baru-baru ini, telah ditelusuri kembali melalui lima orang yang  sebagian besar berada di tengah Provinsi Guangdong, demikian media pemerintah Tiongkok melaporkan.

Pada 30 Mei, Plaza Grosir Pakaian Shahe—–salah satu dari tiga  pasar grosir pakaian terbesar di Guangzhou–—dipaksa ditutup tanpa peringatan setelah seorang pelanggan ditemukan menunjukkan gejala demam. 

Sebuah video yang dibagikan secara online menunjukkan kepanikan yang terjadi, setelah semua orang di pasar itu mengatakan mereka harus diuji untuk menegakkan diagnosis COVID-19 sebelum mereka diperbolehkan meninggalkan pasar tersebut.

Para pejabat juga mengumumkan, peluncuran pengujian universal yang lebih luas dan kendali-kendali lalu lintas yang lebih ketat untuk mengekang merebaknya virus Komunis Tiongkok, yang umumnya dikenal sebagai jenis Coronavirus yang baru –— virus yang menyebabkan penyakit COVID-19.

Menurut pemberitahuan terbaru yang dikeluarkan oleh Kantor Pencegahan dan Kendali Epidemi Guangzhou, mulai pukul 10 malam pada  31 Mei, para penumpang meninggalkan Guangzhou, harus menunjukkan Kode Kesehatan berwarna hijau dan sebuah hasil uji COVID-19 yang negatif dalam 72 jam terakhir.

Cakupan pengujian tersebut juga telah diperluas lebih jauh ke distrik  Yuexiu, Haizhu, Tianhe, Baiyun, dan Panyu di Guangdong, selain distrik Liwan di mana kasus pertama setempat dilaporkan dan ditelusuri ke seorang wanita bermarga Guo yang berusia 75 tahun, yang makan di sebuah restoran dim sum setempat pada  21 Mei.

Seorang pramusaji terinfeksi tanpa gejala dan tidak mengenakan masker saat mengantarkan makanan kepada Guo.

Pihak berwenang setempat mengumumkan lockdown untuk komunitas tertentu di distrik Liwan yang dikatakan berisiko tinggi dan menghentikan kegiatan sehari-hari yang tidak penting. Satu orang per rumah tangga per hari, diperbolehkan keluar untuk membeli kebutuhan sehari-hari.

Seorang penjaga keamanan di Sekolah Dasar Pui Chun di distrik Liwan memberitahu The Epoch Times berbahasa Mandarin, bahwa sekolah tersebut dan lingkungan sekitarnya di-lockdown. Mereka mengatakan bahwa polisi ada di mana-mana dan orang-orang tidak dapat pergi ke mana-mana. Pihak berwenang tidak memberikan pengumuman resmi mengenai lockdown, kata penjaga keamanan itu.

Sementara itu, varian virus Inggris dilaporkan secara resmi berada di Shenzhen—–mega-kota teknologi Tiongkok di Provinsi Guangdong. Jumlah keseluruhan kasus setempat telah naik menjadi 13 kasus sejak lonjakan baru terdeteksi di Shenzhen pada  21 Mei.

Hasil-hasil pengurutan dari para penderita adalah sangat homolog dengan strain Inggris yang bermutasi, kata Chang Juping, Wakil Direktur Komisi Kesehatan Kota Shenzhen.

Varian yang disebut B.117 itu, yang mencapai puncaknya di Inggris pada awal tahun ini, adalah hingga dua kali lebih mematikan dari varian reguler, demikian penelitian menunjukkan. (Vv)

 

Share

Video Popular