Erabaru.net. Anak-anak adalah hati dan jiwa orangtuanya. Meskipun anak-anak bisa menjadi sangat nakal, mereka seperti obat bagi setiap orangtua. Tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa mereka adalah kekuatan pendorong untuk tetap bertahan hidup.

Seorang wanita bermarga Wang, ketika dia sedang berbelanja sayuran, tiba-tiba dipeluk oleh seorang anak berusia 6 tahun. Dia sekilas mengenalinya sebagai anaknya yang hilang, tapi dia pura-pura tidak mengenalinya dan mendorong anak itu serta berkata,: “ Siapa ibumu ? Anakku di rumah !”

Wanita bermarga Wang itu mengungkapkan bahwa suatu malam tiga tahun lalu, dia sedang memasak makan malam dan putranya sedang bermain. Rutinitas yang tampaknya aman-aman saja itu menjadi malapetaka di detik berikutnya.

Saat dia akan meminta putranya untuk makan, dia menemukan putranya telah menghilang, dia menyadari ada yang tidak beres, dan segera pergi ke kantor polisi untuk melaporkan dan mencari keberadaan anak itu, tetapi sekeras apa pun dia berusaha untuk menemukannya, semuanya tidak ada hasil.

Sampai beberapa hari yang lalu, wanita itu pergi ke pasar untuk membeli sayuran, dan tiba-tiba dia dipeluk oleh seorang pengemis kecil berusia 6 tahun, dan memanggilnya dengan sebutan ibu.

Meskipun tubuh dan wajah bocah itu kotor, tetapi dia dapat melihat sekilas bahwa pengemis kecil itu adalah putranya yang telah hilang beberapa tahun lalu, tetapi dia mendorong putranya menjauh, menolak untuk mengakuinya. Dia, bahkan marah dan mengatakan pada bocah itu, : “Siapa ibumu? Anak saya ada di rumah! Jangan mengaku – aku anakku, katakan saja terus terang, kamu meminta uang.”

Dia kemudian mengeluarkan beberapa ribu dan pergi dengan tergesa-gesa.

Namun, ternyata wanita itu pergi dengan terburu-buru bukan untuk menghindari bocah itu, malinkan pergi ke kantor Polisi. Setelah mendapat laporan wanita itu, polisi bergegas ke tempat kejadian dan menyelamatkan bocah tersebut.

Setelah melakukan penyelidikan, polisi akhirnya berhasil membongkar sindikat perdagangan anak dan juga berhasil menyelamatkan belasan anak.

Setelah itu, polisi memuji apa yang telah Wang lakukan, mengatakan bahwa jika saat bocah itu memanggilnya ibu dan mengakui bahwa dia putranya, kemungkinan besar para sindikat yang memperdagangkan anak akan melarikan diri.

Di beberapa kota besar, Anda akan menemukan beberapa anak mengemis di jalanan. Di beberapa tempat, Anda akan melihat beberapa anak-anak compang-camping memegang mangkuk tua dan meminta-minta kepada orang yang lewat untuk mendapatkan uang.

Sebenarnya, anak-anak yang mengemis itu tidak sendirian. Jika Anda memperhatikan di sekitarnya, Anda kemungkinan akan menemukan orang dewasa yang bersembunyi di sana. Perhatikan baik-baik bahwa anak seperti ini bukanlah anak seorang pengemis, tetapi anak yang diculik. Penculikan anak tidak ada habisnya. Sebagai orangtua, Anda tidak boleh mengabaikannya. (lidya/yn)

Sumber: haowenshare

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular