Erabaru.net. Kasih sayang orangtua adalah sumbangan terbesar di dunia. Sulit dibayangkan atas waktu dan tenaga yang harus dikorbankan orangtua untuk membesarkan seorang anak. Namun, ada sekelompok orang di masyarakat yang tidak hanya membesarkan anak kandung sendiri, mereka juga masih sanggup merawat anak-anak yang kurang beruntung.

Menurut “Parent-Child World”, ibu berusia 41 tahun Zhang Yunchen tidak hanya menjadi ibu dari 2 anak kandungnya, tetapi juga ibu bagi 7 anak angkatnya. Dia telah mensponsori anak-anak selama 8 tahun bergabung dalam jajaran keluarga asuh, bahkan mengasuh bayi yang baru lahir.

Yang mengagumkan adalah, bagi banyak ibu, merawat anak akan terlalu melelahkan, tetapi bagi Zhang Yunchen, yang harus bekerja setidaknya empat kali lipat, itu tidak menjadi persoalan baginya, dia juga berpikir bahwa dikelilingi oleh anak-anak adalah kebahagiaan, dan alasan lainnya, itu berkaitan dengan pengalaman masa kecilnya yang sulit …

Zhang Yunchen mengatakan: “Saya adalah seorang anak tanpa orangtua. Saya tumbuh bersama nenek saya… Saat itu, keluarga saya sangat miskin. Kami hanya memiliki dapur dan ruang tamu. Saya tidur bersama nenek menggunakan tikar jerami dan tidur di lantai.”

Untungnya, ada orang yang baik hati yang mendukung keluarga mereka setiap bulan.

Mengingat kesulitan hidup di masa kecilnya, jadi ketika dia dewasa, dia juga ingin membantu anak-anak lain yang mengalami masa sulit. Dia mulai menjadi sponsor (donatur) pada usia 22 tahun dan menyumbang secara teratur setiap bulan untuk anak-anak yang belum pernah bertemu dengannya. Pada usia 33, ia beralih dari sponsor ke keluarga asuh.

Tidak hanya itu, berbicara tentang kepuasan yang diperoleh dalam proses membentuk “keluarga asuh”, Ini adalah sebuah pencapaian, erasaan itu sungguh tak terkatakan.

“Menjadi seorang ibu adalah impian saya. Sepertinya saya tidak pernah mengalami kekacauan dan frustasi yang disebabkan oleh anak. Saya sama sekali tidak berpikir menjadi seorang ibu itu lelah!” Ungkapannya.

Zhang Yunchen dan suaminya juga membeli rumah bersebelahan dengan anak asuhnya agar bisa hidup lebih nyaman.

Saat berbicara tetang suka duka menjadi orangtua asuh, Zhang Yunchen tidak bisa menahan perasaan, mengatakan: “Dari proses mengasuh anak asuh, dia menemukan nilai keberadaan diri, dan menebus kekurangan dari rasa diabaikan dan tidak dicintai ketika dia tidak memiliki orangtua di dalam dirinya “

“Dulu saya merasa bahwa saya adalah orang yang tidak memiliki kasih sayang. Tapi setelah menjadi ibu, terutama ibu asuh, saya menemukan bahwa saya adalah orang yang penting. Saya sangat penting bagi anak-anak. Saya memberi mereka cinta dan perhatian yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya. Oleh karena itu, saya berarti bagi anak-anak dan diri saya sendiri.” (lidya/yn)

Sumber: haowenshare

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular