Erabaru.net. Menilai seseorang tidak bisa hanya melihat dari penampilannya. Bahkan para pedagang yang berjualan di sepanjang jalan mungkin memiliki identitas yang tidak terduga di belakangnya!

Seorang pria tua berusia 80-ani, setiap hari berjualan di pinggir jalan. Saat dia melihat orang yang lewat, dia akan melangkah maju untuk menawarkan dagangannya, yang membuat banyak orang merasa kewalahan, namun setelah netizen menggali identitasnya, mereka menemukan bahwa semuanya tidak seperti yang mereka kira…

Menurut laporan berita, pria tua ini, yang dipanggil dengan sebutan “master kue” oleh penduduk setempat, telah menjual kue di daerah itu selama lebih dari sepuluh tahun.

Harganya 15 yuan (sekitar Rp 33 ribu) untuk sepotong kue, dan 90 yuan (sekitar Rp 200 Ribu) untuk satu kantong.

Sebelumnya dia juga menjual roti, sandwich, dll, setiap kali dia akan berdiri di pinggir jalan atau di pintu toko untuk menjual kuenya kepada warga yang lewat.

Bahkan ketika mobil berhenti dan menunggu lampu lalu lintas, dia segera berjalan ke jendela mobil, mengangkat kue dengan tangan kanannya, dan menawarkan ke orang di dalam mobil dan bertanya, “Mau beli?”

Dalam hal ini, meskipun penduduk setempat sudah terbiasa dengan apa yang dilakukan pria itu, namun, beberapa orang masih menganggap sikap penjual itu terlalu berlebihan, dan kadang-kadang tindakannya membahayakan dirinya, yang membuat semua orang merasa repot.

Jika orang memanggil polisi, mereka hanya bisa menasehatinya karena tindakannya legal. Selain itu, beberapa orang merasa kasihan pada pria tua itu, mengatakan bahwa dia sering memakai kaos putih kekuningan, bahkan lubang besar di kaos bagian bahunya.

Jelas dia dari keluarga yang tidak mampu, jadi selama dia lewat dan melihatnya, mereka pasti akan membeli sekantong kue.

Namun, beberapa orang melaporkan bahwa identitas asli pria tua itu sebenarnya adalah orang yang mampu, dia memiliki rumah besar yang disewakan. Alasan dia keluar untuk menjual kue hanya karena dia tidak ingin berada di rumah saja.

Namun, pernyataan ini dengan cepat dibantah oleh putri prita tua itu, yang menyatakan bahwa mereka tidak kaya, dan ayahnya telah memberikan rumah itu kepada putranya, dan sekarang dia tinggal bersama anaknya yang lain.

Putrinya pernah membujuk ayahnya untuk tidak pergi menjual kue, tetapi dia tetap bersikeras, jadi putrinya mengizinkannya, dan hitung-hitung untuk berolahraga. (lidya/yn)

Sumber: haowenshare

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular