Erabaru.net. Gunung Tai yang terletak di utara Kota Tai’an, Provinsi Shandong, Tiongkok, memiliki puncak tertinggi 1.532 meter di atas permukaan laut. Dibutuhkan setidaknya empat atau lima jam bagi orang biasa untuk mendaki ke puncak. Tapi beberapa waktu yang lalu, seorang pria dari Dongying yang sambil menggendong istrinya yang lumpuh, berhasil mencapai puncak Gunung Tai.

Kong Yan dan suaminya, Zhang Mingrong, saat masih muda telah berjanji untuk mendaki Gunung Tai bersama, tetapi sayangnya, Kong Yan mengalami kecelakaan dan lumpuh.

“Ketika kami pertama kali jatuh cinta, kami mendengar orang mengatakan bahwa melihat Matahari terbit dari Gunung Tai sangat indah, jadi kami berjanji, jika ada kesempatan kami akan pergi ke Gunung Tai untuk menyaksikan Matahari terbit,” Yan mengungkapkan.

Dalam 10 terakhir itu, mereka berdua pindah dari Qingdao ke Dongying. Zhang Mingrong yang sebelumnya bekerja sebagai pekerja konstruksi, memulai membuka restoran sup domba, tetapi usahanya gagal. Melihat kegagalan dan kesulitan suaminya, Kong Yan merasa sangat sedih.

Zhang Mingrong tidak pernah putus asa untuk hidup. Dia berdiskusi dengan istrinya, bahwa dia akan membuka toko online. Dia akan menghubungi produsen untuk memesan barang, setelah itu, dia akan mengemasnya sendiri dan mengirimnya.

Zhang Mingrong dan Kong Yan terutama menjual beberapa makanan yang dimasak seperti trotter yang direbus dan leher bebek.

Berkat dorongan dan dukungan teman-temannya, keduanya mulai menggunakan platform siaran langsung. Dengan bantuan platform siarang langsung, perlahan-lahan bisnisnya memulai berkembang, dan kehidupan mereka berangsur-angsur mulai membaik.

Meskipun mereka sudah menjalani kehidupan yang agak baik, namun Kong Yan belum juga bisa berjalan.

Setiap memikirkan kondisi istrinya, Zhang Mingrong selalu dihantui dengan janjinya yang telah mereka ucapkan puluhan tahun yang lalu.

Pada musim semi 2017, setelah kondisi fisik istrinya jauh lebih baik dan bisa duduk, Zhang Mingrong memutuskan bahwa dia akan mengajak istrinya mendaki Gunung Tai, dengan menggendong di punggungnya.

Awalnya istrinya memiliki banyak kekhawatiran, tetapi Zhang Mingrong tetap bersikeras untuk mengajaknya.

“Sulit untuk mendaki sendiri, sedangkan saya harus membawa seseorang di punggung saya. Banyak orang tidak percaya. Mereka berpikir saya jelas tidak cukup kuat untuk mendaki sampai ke puncak, saya pun mulai berolahraga pada saat itu,” Zhang mengatakan.

Zhang Mingrong dengan menggunakan kain panjang menggendong istrinya di punggungnya, dan berangkat menuju Gunung Tai.

Prosesnya sangat melelahkan, Zhang Mingrong mengatakan: “Saya memegang pagar dengan tangan saya sepanjang seluruh pendakian, menaiki tangga dengan tangan saya, Pada saat itu, saya punya tekad dalam pikiran dan hati saya, saya akan bisa melewati.”

Setelah lebih dari 12 jam mendaki, Zhang Mingrong dan Kong Yan sampai ke puncak Gunung Tai untuk pertama kalinya.

Hingga kini, pasangan itu masih mengingat momen yang bersejarah itu. “Momen saat Matahari muncul dari awan, sangat indah dan megah ,” katanya,

Setahun kemudian, istrinya melahirkan anak keduanya.

Dengan hati yang bersyukur, pada tanggal 9 Maret tahun ini, Zhang Mingrong membawa istrinya kembali ke puncak Gunung Tai untuk kedua kalinya.

Zhang Mingrong mengatakan: “Terakhir kali saya naik ke puncak, saya menggunakan tangan dan kaki saya untuk memanjat. Kali ini saya ingin mendaki Gunung Tai dengan pelan-pelan.”

Menurut Zhang Mingrong, saat dia menggendong istrinya untuk naik ke puncak gunung, mungkin tidak ada artinya bagi orang lain, tetapi itu sangat berarti baginya.

Melihat kembali ke tangga batu menuju puncak gunung yang telah dia jalani, Zhang Mingrong merasa seperti telah berjalan di masa lalu lagi.

Perjalanan ke Gunung Tai lebih seperti kemenangan baginya dan Kong Yan.

Kong Yan juga mengatakan bahwa ketika dia melihat suaminya menggertakkan giginya, berjuang untuk mendaki ke puncak gunung, membawa dirinya selangkah demi selangkah, dia merasa bahwa tidak ada kehidupan yang lebih baik dari ini.

“Ini hidupku. Aku telah melewati periode waktu yang paling sulit, dan sisa periode waktuku berjalan dengan baik. Aku bisa mendaki Gunung Tai dengan istriku di punggungku, dan aku bisa menantangnya. Apa yang aku takutkan? ! ” Kata Zhang Mingrong .

Hidupnya kini sudah membaik, istrinya menjadi lebih ceria, dan kedua anaknya juga tumbuh dengan sehat. Sisa hidup mungkin memiliki liku-liku, tetapi hari-hari yang paling menyedihkan telah berlalu. (lidya/yn)

Sumber: hknews

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular