Erabaru.net. Niat awal wanita ini membeli mobil adalah untuk mempermudah perjalanan pulang kerja dan mengurus anak, siapa sangka membeli mobil baru bisa membuatnya marah?

Setelah diwawancarai reporter, ternyata Wu pergi ke dealer mobil untuk membeli Porsche dengan harga 860.000 (Rp 1,9 M) Setelah sedikit ragu, akhirnya Wu membayar harga penuh.

Dealer mobil mengatakan bahwa stok mobil yang diinginkan sedang habis dan meminta Wu pulang dan menunggu. Dia akan diberitahu ketika mobil sudah tersedia. Beberapa hari kemudian, Wu menerima mobil, tapi itu mobil mainan. Apa yang terjadi ?

Ketika Wu sedang menunggu mobil baru di rumah, seorang kurir menghubunginya dan mengatakan bahwa dia mengantarkan sesuatu dan Wu perlu menandatanganinya.

Pada saat itu, Wu masih bertanya-tanya karena dia tidak membeli apa pun secara online baru-baru ini, jadi mengapa ada kurir?

Wu menatap kurir dengan curiga dan bertanya dari mana paket itu dikirim. Kurir itu mengatakan bahwa barang tersebut dikirim dari dealer mobil.

Setelah menandatangani kwitansi, Wu membuka paket dan melihat sebuah mobil mainan. Wu sangat terkejut dan tercengang, apa maksud dari dealer mobil? Membeli mobil dan mendapatkan model mainan?

Dengan terburu-buru, Wu menghubungi dealer mobil. Penanggung jawab mengatakan bahwa mobil yang dikirim oleh kurir adalah Porsche yang dibelinya.

Tidak ada yang salah dengan itu. Berita ini seperti kabar duka untuk Wu. Dia membeli mobil seharga Rp 1,9 miliar, tapi mengapa yang datang mobil mainan?

Orang yang bertanggung jawab menanggapi Wu, bahwa Wu tidak mengatakan bahwa dia menginginkan mobil sungguhan, dan kontraknya tidak ada kata “ mobil “. Dia menandatangani kontrak dan mereka tidak melakukan kesalahan apa pun.

Penjelasan yang tidak tahu malu oleh penanggung jawab dealer mobil membuat Wu benar-benar marah, mengatakan apa yang dilakukan dealer adalah ilegal, tetapi penanggung jawab mengatakan bahwa kontrak telah ditandatangani sejak lama, dan di sana tidak ada yang salah dengan dealer.

 

Bahkan jika ada sesuatu yang salah dengan mobil mainan, mereka tidak bertanggung jawab.

 

Wu berharap teman-teman wartawan dapat membantu menengahi masalah itu, meminta dealer mobil harus mengembalikan uangnya.

 

Wu mengeluarkan Rp 1,9 miliar untuk membeli mobil Porsche sungguhan namun mendapat mobil mainan, siapa yang bisa menerimanya?

Dilihat dari pembicaraan antara Wu dan penanggung jawab dealer mobil, tampaknya kedua belah pihak tetap pada pendiriannya masing-masing.

Wu sangat bingung, niat dealer mobil sudah jelas ingin menipu. Jika mengandalkan kontrak untuk membicarakan masalah ini, reporter jelas tidak dapat menengahi.

Wu harus memanggil polisi untuk menanganinya. Bahkan jika dealer mobil merasa tidak bersalah atas perilakunya, penipuan adalah penipuan, dan kejahatan tidak dapat ditolerir. Jika semua pengusaha seperti penanggung jawab dealer mobil, Siapa yang berani pergi berbelanja? (lidya/yn)

Sumber: mnewsc

Video Rekomendasi:

Share
Tag: Kategori: SERBA SERBI

Video Popular