Erabaru.net. Anak muda zaman sekarang kebanyakan akan memilih pergi ke kota besar untuk bekerja demi kemajuan dan kehidupan, tapi bagaimana dengan orang tua yang tinggal di sendirian rumah?

Anak-anak sering pergi ke kota untuk bekerja dan tidak ada di rumah sepanjang tahun, mereka menetap di kota untuk menghidupi kebutuhan mereka sendiri. Sebagian besar, orangtua yang ditinggalkan dapat mengerti dan tetap mendukung anak-anaknya. Dan dengan kemajuan teknologi yang pesat, anak-anak dapat menanyakan kabar orangtuanya menggunakan telepon.

Baru-baru ini media di Tiongkok melaporkan kisah seorang kakek.

Rambutnya abu-abu, wajah tipis penuh kerutan, kulit gelap dan keriput, dan senyum ramah yang selalu melekat di wajahnya dari waktu ke waktu.

Di bawah alisnya yang tipis, dia memiliki sepasang mata yang sayu. Tubuhnya yang tinggi kurus, membawa beban sayuran di pundaknya, namun dia masih terlihat sangat energik.

Pria tua penjual sayur itu bernama Peng Zhengding, berusia 83 tahun dan tinggal di Desa Xiaohe, Kota Chengguan, Provinsi Shaanxi, Tiongkok.

Orang tua itu mengatakan, sekarang dia dan istrinya tinggal di rumah berdua. Mereka menanam sayur di ladangnya seluas 2 hektar.

Mereka akan memetik sayuran pada jam 5 pagi setiap hari, dan kemudian membawanya dengan pikulan untuk dijual ke kota. Dia harus berjalan 4 kilometer untuk menuju ke kota, dan itu sudah dia jalani selama lebih dari 30 tahun.

Orang tua itu mengatakan bahwa dia sebenarnya bukan dari Shaanxi, tetapi dari Bijie, Chongqing. Pada 1960-an, dia mengalami krisis ekonomi selama tiga tahun, dan dia tinggal di Ankang, Shaanxi untuk mencari nafkah. Dia menetap dan membangun keluarga di desa itu, dan istrinya melahirkan dua anak perempuan.

Namun, ketika putrinya dewasa mereka tidak ingin tinggal di desa. Keduanya sudah menikah dan tinggal bersama suaminya di kota lain. Sebagai orangtua, mereka tidak bisa terlalu memaksakan anak-anak mereka. Untuk membahagiakan putrinya, dia dan istrinya membiarkan kedua putrinya tinggal ribuan mil jauhnya di Hebei.

Mereka tidak kaya, dia hanya memiliki 2 hektar lahan yang mereka tanami sayuran, untuk mereka sendiri, dan juga untuk mereka jual.

Dia mengatakan:”Saya tidak punya banyak tanah, tetapi saya tetap baik-baik saja. Saya telah menanam sayuran selama bertahun-tahun, dan rumah saya sangat dekat dengan pusat kota. Sangat nyaman untuk menanam dan menjual sayuran. Saya dapat menanam sayuran di musim apa pun.”

Sebagian besar warga yang membeli sayuran di jalan adalah kenalan lamanya selama bertahun-tahun. Sayuran kakek tua itu aman untuk dimakan, harganya cukup murah, dan dia tidak akan pernah kekurangan sayur.

Biasanya, dia menjual dua keranjang sayuran pada jam sembilan pagi. Dia kembali ke rumah setelah jam sepuluh dana akan mendapatkan uang 70 yuan (sekitar Rp 155 ribu). Jika ramai, dia bisa menjual sampai 100 yuan (sekitar Rp 222 ribu).

Dia mengatakan bahwa tugasnya adalah menghasilkan uang, dan istrinya yang akan menyimpannya. Dia bisa mendapatkan lebih dari 20.000 yuan (sekitar Rp 440 Juta ) setahun dari menjual sayuran.

Berbicara tentang usianya, mengapa menanam dan menjual sayuran? Orang tua itu mengatakan: “Saya dalam keadaan sehat. saya biasa makan banyak dan memakan setengah kilo daging setiap hari. Saya harus melatih tubuh saya dan salah satu caranya adalah dengan berjalan berjualan sayuran.”

Pria berusia 80 tahun itu, penglihatan dan pendengarannya masih baik, dan memiliki suara nyaring dengan aksen Chongqing.

Dia mengatakan bahwa dia hidup dengan baik sekarang. Pemerintah memberikan tunjangan hidup bagi pensiunan desa sekitar 200 yuan (Rp 444 ribu) per bulan.

Kakek Peng sering terlihat berjalan di jalan sambil membawa dua keranjang bambu berisi sayuran. Walaupun sosoknya yang reyot dan terlihat tua, dia tetap berjalan dengan kokoh.

Pria tua itu tidak mau menyusahkan putrinya atau orang lain, dan di mana pun ada yang kesusahan, dia bergegas untuk membantu. Tidak peduli betapa sibuknya, dia akan bergegas untuk melakukannya. Dia juga selalu meminjamkan uang kepada yang membutuhkan.

“Semuanya di desa yang sama. Jika saya bisa membantu, saya akan membantu. Suatu hari nanti saat saya tidak bisa bangun, saya juga tidak ingin merepotkan para tetangga untuk mengangkatku ke gunung, ” katanya. (lidya/yn)

Sumber: starnews19

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular