Erabaru.net. Seorang ibu tunggal di Georgia, Amerika Serikat, setelah lulus SMA bekerja sebagai sopir uber untuk membesarkan anak-anaknya. Saat belajar di universitas, dia diskors karena tidak bisa membayar uang kuliahnya. Untungnya, dia bertemu dengan seorang penumpang pria yang baik hati. Setelah mendengar kisahnya, pria itu diam-diam membantu wanita pengemudi itu dengan melunasi semua utangnya, sehingga dia berhasil menyelesaikan pendidikannya.

Latonya Young, 44 tahun, adalah seorang ibu tunggal yang membesarkan tiga anaknya seorang diri. Hidupnya sangat sulit, setelah lulus SMA saat dia berusia 16 tahun, dia harus mengubur impiannya untuk masuk universitas, karena harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Dia mulai menjadi pengemudi Uber beberapa tahun lalu.

Dia lulus dari sekolah menengah pada tahun 2007, tetapi dia sangat suka membaca dan tidak ingin berhenti sampai di situ. Pada tahun 2010, dia mulai belajar untuk gelar associate degree di Universitas Negeri Georgia, tetapi karena ketidakmampuan untuk membayar uang kuliah sebesar 693 dollar (sekitar Rp 9.8 juta) dia pun diskors dari sekolah.

Namun kondisi tersebut mulai berubah pada Mei 2018, saat Latonya menjemput seorang penumpang pria bernama Kevin Esch di depan sebuah stadion di Atlanta.

Saat mengemudi, Latonya bercerita kepada Kevin tentang tentang kehidupannya – saat mereka mengobrol, dan Latonya berkata terus terang bahwa dia ingin kembali ke universitas.

Setelah perjalanan 20 menit hari itu berakhir, Kevin meninggalkan tip sebesar 150 dollar (sekitar Rp 2 juta) untuk Latonya dan mendukungnya dalam mengejar mimpinya untuk belajar. Kedua orang itu menjadi teman dan tetap berhubungan.

Dalam percakapan lanjutan antara keduanya, Kevin mengetahui bahwa Latonya diskors dari kuliahnya karena berutang biaya kuliah sebesar 693 dollar. Jadi dia diam-diam pergi ke universitas untuk melunasi semua utang Latonya.

Latonya menerima telepon dari pihak universitas setelah itu, memberitahunya bahwa dia bisa kuliah lagi. Dia terkejut dan berkata,: “Saya terkejut bahwa orang asing benar-benar melakukan hal ini untuk saya.”

Sebagai seorang manajer real estate, Kevin telah menjadi teman dan mentor Latonya. Satu-satunya “pengembalian akhir” yang diharapkan adalah melihat dia berhasil lulus dari universitas.

Untungnya, Latonya melakukan “pengembalian akhir”nya.

 

Dia kembali ke Georgia State University pada bulan Agustus 2018 dan menerima gelar associate degree dalam peradilan pidana pada Desember 2019 .

Selama epidemi, dia terus belajar keras di rumah dan akhirnya menerima gelar sarjana hukum pidana dari Sekolah Studi Kebijakan Andrew Young di Universitas Negeri Georgia pada Mei 2021.

Latonya mengundang Kevin untuk menghadiri upacara kelulusannya. Dia mengatakan kepada WSB-TV: “Jika saya tidak bertemu Kevin, saya tidak akan memiliki kesempatan untuk mencapai apa yang saya capai pada hari ini. Dia adalah bagian penting dari perjalanan hidup saya.”

Kevin, 45 tahun, mengatakan,: “Kisah Latonya hampir sama dengan saya dan kami telah menjalin persahabatan yang luar biasa. Saya sangat bangga dengan prestasinya.”

Perlu disebutkan bahwa sejak mengenal Latonya, Kevin telah bergabung dengan Komite Dana Beasiswa Wanita Jeannette Rankin untuk memberikan bantuan keuangan kepada wanita yang menghadapi kesulitan biaya kuliah.(lidya/yn)

Sumber: epochtimes

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular