Erabaru.net. Pernikahan dianggap sebagai salah satu peristiwa besar dalam hidup oleh banyak orang, tetapi seorang putra yang berbakti rela tetap melajang dah hidup di pegunungan demi orangtuanya!

Di Desa Guanyi, Kabupaten Shanxian, Tiongkok, Wang Mingsheng yang berusia 53 tahun dan ibunya yang berusia 81 tahun tinggal. Ayahnya meninggal pada Januari 2017.

Pada tahun 1989, ayahnya sakit dan berbaring di tempat tidur selama 7 tahun dan dia yang merawat ayahnya, para tetangga selalu mengatakan bahwa dia adalah anak yang berbakti.

Rumah keluarga telah direnovasi oleh pemerintah setempat, dan Wang Mingsheng tidak perlu mengeluarkan uang sepeserpun untuk dana renovasi rumahnya.

Wang Mingsheng, pada siang hari bekerja sebagai tukang ledeng dan di tempat pembibitan pohon di malam hari. Dia bisa mendapatkan lebih dari 200.000 yuan (Rp 444 Juta) setahun.

Dengan penghasilan ini, seharusnya tidak sulit untuk menemukan pasangan untuk menikah, tetapi Wang Mingsheng tidak ingin menikah.

“Dulu saya miskin dan tidak bisa menikah. Saat saya berusia 50-an, saya tidak memiliki rencana untuk menikah. Saya ingin menghabiskan waktu bersama ibu saya! dan jika saya tidak akur dalam berhubungan, Lebih baik menjadi lajang,” katanya.

Dia menanam beberapa sayuran di depan dan belakang rumah. Selain untuk dikonsumsi sendiri, ibunya yang berusia 81 tahun akan menjualnya ke pasar.

Wang Mingsheng memelihara lebah, menggunakan metode lama untuk memelihara lebah, dan memanen madu sebulan sekali.

Ada pembibitan pohon tidak jauh dari rumahnya, Wang Mingsheng tinggal di kamar sederhana di sebelah tempat pembibitan untuk membantu orang-orang melakukan pembibitan.

Lebih dari 50 ekor ayam yang ada di pembibitan, yang akan makan rumput dan serangga. Ayam yang tumbuh secara alami dapat dijual.

Dia adalah anak yang berbakti, menghabiskan seluruh hidupnya untuk merawat orangtuanya, walaupun dia lajang, dia merasa nyaman. (lidya/yn)

Sumber: mnewsc

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular