Li Yun

Sebanyak 500 polisi Hong Kong dan petugas Layanan Keamanan Nasional, menggerebek gedung media pro Demokrasi “Apple Daily” di kawasan Tseung Kwan O pada Kamis 17 Juni 2021. Polisi menangkap lima pemimpinnya. Mereka yang ditangkap adalah pemimpin redaksi surat kabar Ryan Law dan penerbit rekanan Chan Pui-man. Cheung Kim-hung dan Royston Chow, chief executive officer dan chief operating officer dari perusahaan penerbitan koran Next Digital, juga ditangkap. Next Media mengumumkan penangguhan perdagangannya. 

Layanan Informasi Hong Kong membenarkan bahwa Kantor Keamanan Nasional melaksanakan surat perintah pengadilan yang dikeluarkan oleh pengadilan sesuai dengan “Undang-Undang Keamanan Nasional Hong Kong”. Aparat menggeledah kantor media pro Demokrasi di kawasan Tseung Kwan O. 

Surat perintah tersebut memberikan kewenangan kepada polisi untuk menggeledah termasuk materi berita. Aparat mencari barang bukti dalam kasus yang diduga melanggar Undang-Undang Keamanan Nasional. Operasi penggeledahan masih terus berlangsung.

Chief Executive Officer Next Media, dibawa pergi dari kantor pusat Apple oleh Kantor Keamanan Nasional. (Yu Gang/The Epoch Times)

Dilaporkan,  polisi bertolak ke kantor “Apple Daily” dan kediaman para eksekutif Next Media Group untuk melakukan penggerebekan. Mereka berturut-turut menangkap Pemrednya Ryan Law dan penerbit rekanan Chan Pui-man. Cheung Kim-hung dan Royston Chow, chief executive officer dan chief operating officer dari perusahaan penerbitan koran Next Digital.

Menurut laporan, lima orang yang ditangkap ditahan di Kantor Polisi Chai Wan, Kantor Polisi Cheung Sha Wan, Kantor Polisi Aberdeen, Kantor Polisi Tseung Kwan O dan Kantor Polisi Xi Ye.

Polisi Hong Kong menuduh orang-orang yang ditangkap  melanggar Pasal 29 Undang-Undang Keamanan Nasional yakni, “kejahatan konspirasi berkolusi dengan negara asing atau pasukan asing untuk membahayakan keamanan nasional.”

CEO Next Media, diborgol dan dikawal oleh polisi dari mobil pribadi berwarna hitam (plat nomor: YE5473) dan memasuki gedung Next Media. (Song Bilong/The Epoch Times)

Pada saat yang sama, sekitar pukul 07.30 pagi, sebanyak 500 petugas polisi dan petugas dari National Security Service langsung masuk menerobos ke gedung “Apple Daily” di Kawasan Industri Tseung Kwan O. 

Petugas kepolisian memblokir gedung serta semua pintu keluar para pekerja dan orang-orang yang memasuki gedung harus mendaftarkan kartu identitas dan kartu staf mereka. Mereka diminta untuk memberikan informasi pribadi seperti nomor telepon dan alamat.

Setelah operasi penggeledahan dan penangkapan, Next Media juga menangguhkan bursa perdagangan mulai pukul 9 pagi. Akan tetapi, tidak menjelaskan alasannya. Sahamnya bernilai 0,29 dolar Hong Kong sebelum penangguhan.

Pada pukul 11.00 ​​siang, Li Guihua, Inspektur Senior Departemen Keamanan Nasional mengatakan,  lebih dari 500 pasukan polisi dikerahkan dalam operasi ini. Polisi membekukan aset tiga perusahaan, termasuk Apple Daily, Apple Printing dan AD INTERNET COMPANY, dengan total 18 juta yuan.

Li Guihua juga mengatakan bahwa sejak 2019, Apple Daily menulis lusinan artikel yang menyerukan sanksi asing terhadap Komunis Tiongkok dan pemerintah Hong Kong. Sebanyak lima orang yang ditangkap sangat penting bagi operasi perusahaan. Mereka bertanggung jawab atas konten dan kebijakan artikel. Aparat masih  kemungkinan menggelar penangkapan terhadap orang lainnya.

Chen Peimin, wakil presiden Apple Daily, dibawa pergi dari kantor pusat Apple oleh Kantor Keamanan Negara. (Yu Gang/The Epoch Times)

“Apple Day” menyatakan bahwa polisi mengambil dokumen dan materi dari gedung “Apple”, termasuk 38 komputer milik jurnalis, yang berisi sejumlah besar materi berita. Kemudian memasukkannya ke beberapa kotak plastik biru ke dalam truk. Sekitar pukul 13:15 waku setempat, polisi menggerebek gedung “Apple” selama lebih dari 5 jam dan langsung pergi.

Sebelum 15 Juni ini, Jimmy Lai,  pendiri Hong Kong Next Media Group dan pemilik Apple Daily, muncul di West Kowloon Magistracy. Kasusnya akan dilimpahkan ke Pengadilan Tinggi untuk disidangkan, jaksa meminta agar sidang ditunda hingga 27 Juli untuk proses persidangan.

Hakim menyetujui permintaan jaksa. Jimmy Lai tidak mengajukan jaminan dan akan terus ditahan selama masa tunggu.

Tuntutan jaksa menyatakan bahwa Jimmy Lai menghadapi tiga dakwaan dalam kasus pelanggaran “UU Keamanan Nasional versi Hong Kong.” 

Dakwaan pertama adalah “berkolaborasi dengan pasukan asing atau negara asing untuk membahayakan keamanan nasional”, mengacu pada permintaan Jimmy Lai dari Juli hingga Desember pada tahun lalu agar lembaga, organisasi, dan personel asing atau pihak asing untuk menjatuhkan sanksi dan boikot terhadap Komunis Tiongkok atau pemerintah Hong Kong. 

Dakwaan kedua adalah “konspirasi berkolusi dengan negara asing atau pasukan asing untuk membahayakan keamanan nasional.” Jaksa menuduh Jimmy Lai  berkonspirasi dengan Chen Zihua, Mark Herman Simon, Li Yuxuan, Liu Zudi dan lainnya di Hong Kong mulai Juli tahun lalu. 

Dakwaan ketiga adalah “persekongkolan untuk melakukan satu atau serangkaian kecenderungan dan menghalangi keadilan.” Ini mengacu pada Jimmy Lai  yang dituduh berkonspirasi dengan Li Yuxuan, Chen Zihua dan lainnya di Hong Kong dari Juli tahun lalu hingga 23 Agustus tahun lalu, dengan tujuan menghalangi keadilan. Bahkan dituduh membantu Li Yuxuan melarikan diri dari Hong Kong setelah dia ditangkap.

Selain kasus yang dituduh melanggar “Undang-Undang Keamanan Nasional versi Hong Kong,” Jimmy Lai dijatuhi hukuman 14 bulan penjara karena “berpartisipasi dalam pertemuan ilegal” pada April, karena berpartisipasi dalam gerakan  pada tahun 2019. 

Pada 28 Mei, dia didakwa dengan pertemuan ilegal, keputusan itu ditetapkan, dan hukumannya ditingkatkan menjadi 20 bulan setelah hukuman berlapis.

Namun, posisi Jimmy Lai yang dianiaya karena berpartisipasi dalam demokrasi  dihargai dan dihormati oleh kekuatan global yang menyerukan kebebasan dan demokrasi. 

Pada 11 Juni, Victims of Communism Memorial Foundation atau Yayasan  Korban Komunisme di Amerika Serikat mengumumkan bahwa mereka akan menganugerahkan “Medali Kebebasan Truman-Reagan”, sebuah penghargaan tertinggi dari yayasan tersebut, kepada Jimmy Lai. 

Penghargaan tersebut mengakui komitmen seumur hidup Jimmy Lai terhadap kebebasan dan demokrasi di Hong Kong. Termasuk perlawanannya dengan gigih terhadap komunisme dan terhadap segala bentuk tirani. Bahkan, semangatnya untuk melawan kediktatoran Komunis Tiongkok tanpa memandang biaya.

Ketua Victims of Communism Memorial Foundation,  Andrew Bremberg mengatakan bahwa penahanan Jimmy Lai adalah bukti upaya Komunis Tiongkok untuk melenyapkan para pembangkang. Akan tetapi, orang-orang Hong Kong akan berdiri tegak ketika mereka melihat penindasan terhadap gaya hidup kebebasan mereka.

Andrew Bremberg  berkata, “Kita harus terus bekerja sama dan menggunakan semua sumber daya kita untuk memastikan bahwa mercusuar kebebasan seperti Hong Kong dan pahlawan seperti Jimmy Lai tidak akan menjadi tawanan komunisme.”  (hui)

Share

Video Popular