Erabaru.net. Pasangan istimewa ini telah ditentukan untuk hidup berdampingan satu sama lain seumur hidup sejak mereka berusia 6 tahun.

Namanya Wei Qisho, 105 tahun. Seorang petani di Desa Shanwei di Kabupaten Yongfu, Guangxi, Tiongkok, dan istrinya adalah Wei Basao, 106 tahun.

Mereka menikah saat berusia 6 tahun sebagai pengantin anak. Selama satu abad terakhir, hubungan mereka sangat baik.

Banyak orang di Shanwei dan desa sekitarnya mengenal mereka sebagai suami istri yang harmonis.

Anak dan cucunya telah berkeluarga dan hidup dengan keluarganya masing-masing. Pasangan tua itu tetap tinggal di rumah lamanya di sisi gunung.

Istrinya kehilangan orangtuanya sejak dia masih kecil, dan dia hidup bersama kakaknya yang dua tahun lebih tua darinya.

Untuk bertahan hidup, kakaknya menggembalakan ternak milik orang lain. Belakangan, karena kehidupannya yang sulit, dia dikirim ke rumah Wei Qisho untuk menjadi pengantin anak.

Tahun itu, Wei Qisho ingat dengan sangat jelas bahwa istrinya berusia 6 tahun dan dia berusia 5 tahun.

Saat itu istrinya sangat miskin, untuk makan saja sangat sulit. Dia datang ke rumahnya bersama kakaknya.

Pada waktu, jika Anda mengundang orangtua untuk makan malam bersama, Anda akan dianggap sudah “menikah”.

 

Saat itu, keluarganya bahkan tidak memiliki selimut, dan mereka tidur meringkuk di malam hari karena udara yang dingin. Untungnya, ibunya sangat baik kepada istrinya dan meminjamkan selimut.

Ibunya bahkan mengatakan bahwa selama mereka punya makanan untuk dimakan, dia akan memberikannya kepada istrinya.

Saat itu karena kondisinya sangat sulit, mereka menanam sayuran di belakang rumahnya, mereka makan dengan sangat hemat, dan mereka juga hanya makan sayuran.

Mungkin Tuhan sudah mengatur semuanya, meski usianya satu tahun lebih muda dari istrinya, Qisho sudah menjadi “pria kuat” sejak kecil.

Ketika berusia 10 tahun, Qisho sudah menjadi tulang punggung keluarganya, dia akan pergi ke gunung untuk memotong kayu atau pergi keluar untuk melakukan pekerjaan lainya, dia adalah pekerja yang handal.

Ketika Qisho sudah dewasa, dia bertanggung jawab untuk mencari kayu di gunung, menanam sayuran dan menjual sayuran, dan istrinya akan melakukan pekerjaan rumah tangga.

Mereka memiliki lima putra dan satu putri, anak-anaknya sangat berbakti, dan banyak orang yang iri pada mereka.

Mereka telah tinggal bersama selama 99 tahun dan hidup seratus tahun, dan tidak ada pertengkaran di antara mereka.

Saya pikir ada yang bisa kita petik dari kehidupan mereka: Tidak peduli apa yang terjadi pada kita, jangan pernah kehilangan kesabaran. Tidak peduli seberapa sulit situasinya, atau bahkan jika itu sedang susah atau lelah, kita jangan cepat marah.

Sekarang, saat mereka sudah tua dan tidak ada beban, mereka akan berjalan-jalan di desa bersama istrinya.

Tentu saja, rutinitas harian mereka sangat teratur, dan mereka biasanya tidur lebih cepat dan bangun lebih awal.

Mereka makan dengan apa adanya, mereka suka bekerja, dan mereka juga bisa menghadapi apa pun dengan tenang.

Mereka pernah mendengar orang mengatakan bahwa kepribadian dapat menentukan banyak hal, termasuk membuat orang hidup lebih lama. Dia juga tidak tahu apakah ini benar atau tidak, namun dia pikir itu masuk akal.

Berbicara tentang umur panjang, dia pikir air di desa juga merupakan rahasia umur panjangnya.

Karena mereka berada di sisi gunung, mereka selalu minum air dari sumur bawah tanah, yang rasanya manis.

Banyak orang mengatakan bahwa umur panjang adalah berkah. Mereka telah hidup lebih dari seratus tahun, yang hal itu sangat membuat orang lain iri.

Namun, sebenarnya bukan itu, tapi kehidupan suami istri yan harmonis.

Di sini, mereka hanya ingin mengatakan kepada beberapa anak muda, jangan iri padanya, mereka hanya melakukan apa yang dilakukan oleh semua pasangan. (lidya/yn)

Sumber: starnews19

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular