Erabaru.net. Memegang tangan seseorang dan tidak pernah melepaskannya seumur hidup, cinta seperti ini adalah apa yang semua orang inginkan. Namun, sangat sulit untuk bertemu seseorang yang saling mengerti dan menerima kekurangan dan kelebihannya.

Berikut ini adalah contoh dari manifestasi cinta antara suami dan istri yang sejati. Jika Anda memilikinya, pernikahan bisa bertahan selamanya. Dua orang yang benar-benar bisa saling mencintai seumur hidup adalah hati yang menyatu, dua hati yang perlahan menyatu menjadi satu hati.

Pada Hari Valentine, 20 tahun yang lalu, Li Qingzhen, seorang pengawas kontraktor di Taipower (perusahaan listrik Taiwan), memutuskan untuk pergi bekerja membantu tim teknik membongkar trafo agar bisa cepat pulang untuk menghabiskan liburan bersama istrinya.

Namun, terjadi kecelakaan, dan tanpa sengaja Li menyentuh listrik tegangan tinggi. Kedua lengannya mengalami luka parah, membuat Hari Valentine yang seharusnya romantis dan hangat, menjadi mimpi buruk yang menyedihkan bagi Li…

Untungnya, meskipun malapetaka itu telah membuatnya kehilangan kedua lengannya, malaikat pelindung selalu ada di sisinya. Ketika Li yang terus berusaha untuk mengakhiri hidupnya, selalu ada istrinya Cheng Xiuman di sisinya yang selalu menemaninya.

Menurut “Berita Qimo”, Li Qingzhen mengungkapkan dalam sebuah wawancara bahwa setelah kehilangan tangannya tahun itu, dia jatuh dalam depresi dan rasa putus asa yang tak terbayangkan selama setengah tahun.

Dia mencoba untuk mengakhiri hidupnya, tapi selalu ada istrinya yang selalu menghiburnya, mengingatkannya untuk mengurungkan niatnya.

Mengingat situasi saat itu, Li Qingzhen berkata dengan emosional, dia tidak pernah melupakan apa yang dikatakan istrinya kepadanya saat melewati masa-masa yang sulit saat itu.

“Jika kamu mati, aku tidak peduli dengan ketiga anak kita, tetapi kamu memiliki orangtua, dengan melakukan ini akan menunjukan bahwa kamu tidak berbakti karena kamu sudah berjanji akan menjaga saya selama sisa hidup saya, kalau kamu tidak ada, siapa yang akan menjaga saya … ” Kata-kata istrinya itulah yang membuat Li kembali bersemangat.

Selain itu, dia kemudian bertemu dengan seorang pria yang bernasib sama sepertinya, seorang pelukis mulut dan kaki, Xie Kunshan, yang juga menyemangatinya.

“Tuhan memberi saya tangan hanya selama 16 tahun, dan memberi Anda empat puluh satu tahun. Apa yang tidak patut disyukuri!” Kata Xie.

Li Qingzhen sepenuhnya terbangun dan mulai mengatakan pada dirinya sendiri bahwa meskipun tubuhnya tidak lagi utuh, dia harus membuat hidupnya lebih bermakna!

Jadi, atas saran istrinya, Li pergi ke Sekolah Menengah Douliu sebagai seorang sukarelawan untuk membantu murid-murid menyeberang jalan.

Karena dia tidak memiliki tangan, dia menggunakan tubuhnya untuk menghentikan mobil, namun para pengemudi kurang paham, jadi dia meminta seseorang untuk membuat bendera aba-abal kecil khusus. Digantung di tangan palsunya, dan itu telah terpasang selama lebih dari 10 tahun.

Dia muncul di gerbang sekolah Douliu tepat waktu setiap hari.

Tak hanya itu, Li Qingzhen juga kerap membagikan kisah hidupnya di berbagai sekolah, dengan harapan agar para siswa dapat memahami arti nilai kehidupan!

Setelah bertahun-tahun menjadi sukarelawan dan selalu berbagi kisah hidupnya, serta melihat kembali pengalaman kehilangan lengannya pada tahun-tahun itu, Li mengakui bahwa dia lega dan berkata sambil tersenyum bahwa dia sangat beruntung.

Sekarang dia menjadi orang yang memiliki pengaruh besar dalam masyarakat. Di masa lalu, hidupnya kurang berperan untuk masyarakat.

Sejak Tuhan menyelamatkan hidupnya, dia telah berjanji akan terus berkontribusi pada masyarakat.

Li Qingzhen juga tidak lupa berterima kasih kepada istrinya atas kesetiaannya yang terus-menerus selama 20 tahun terakhir, dan mengucapkan terima kasih secara terus terang di depan kamera.

“Nyonya Cheng Xiuman adalah orang terpenting yang mempengaruhi dan mengubah hidupku setelah kecelakaan! ” Katanya.

Menanggapi perkataan suaminya ini, Cheng Xiuman juga menjawab sambil tersenyum: “Kita ditakdirkan untuk bersama seumur hidup! Tanganku adalah tanganmu. Kita tetap akan menjadi tua bersama dengan atau tanpa tangan. !”

Suami dan istri yang saling mendukung akan menjadi kuat.

Di dunia ini tidak ada orang yang sempurna. Ketika Anda memilih kekasih Anda, sebenarnya Anda juga orang yang tidak sempurna, karena jiwa Anda memiliki bayangan. Pasangan yang baik, bahkan ketika mereka menemukan kekurangan masing-masing, berpaling satu mata dan menutup satu mata.

Terkadang, mereka dengan baik hati akan mengingatkan pihak lain, tetapi mereka tidak akan memaksa pihak lain untuk berubah.

Setiap orang memiliki kelebihan, tetapi Anda harus pandai menemukan. Jika Anda menemukan kekuatan pihak lain, seringlah memuji mereka, Anda akan menemukan bahwa pihak lain menjadi lebih baik dan lebih baik, dan kekuatannya lebih jelas.

Pujian adalah kekuatan yang tidak hanya membantu seseorang, tetapi juga membuat pernikahan menjadi lebih baik. (lidya/yn)

Sumber: starnews19

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular