Erabaru.net. Banyak yang bilang, jangan menilai orang dari penampilan luarnya. Siapa tahu, di balik penampilan luar seseorang yang biasa saja, ada banyak kelebihan dalam diri mereka. Pesan moral tersebut seharusnya bisa menjadi “pegangan” banyak orang ketika menilai orang lain, baik dalam kehidupan personal maupun profesional. Sayangnya, tidak demikian.

Coba tanyakan pada diri kita sendiri ketika melihat orang berpenampilan seram dan berantakan—berpakaian kumal, berambut gondrong, berjenggot dan bercambang yang tak beraturan. Jika ada kesempatan, pasti kita akan menghindari berpapasan dengan orang tersebut.

Jadi, apakah kita harus menilai orang dari penampilannya? Mungkinkah mengabaikan akhlak mulia seseorang hanya karena ia miskin? Apakah mungkin untuk mengabaikan pemikiran luas seseorang hanya karena statusnya yang rendah? Tentu saja tidak.

Ketika menilai orang dari penampilan mereka, kita menempatkan diri mereka dalam kondisi yang tidak nyaman. Mengenakan pakaian dan topi hanyalah hiasan dan tidak berarti apa-apa. Mengapa kita harus melihat orang lain dengan perspektif sekuler?

Meskipun semua orang mengatakan “Anda jangan menilai orang dari penampilan”, sebenarnya sangat sedikit orang di masyarakat yang benar-benar dapat melakukannya.

Beberapa waktu yang lalu, seorang pria tua di Thailand yang mengenakan pakaian pakaian lusuh datang mengunjungi showroom motor berkelas – Harley Davidson.

Petugas showroom yang melihat pria itu, yang mengenakan kaos lusuh, celana yang kedodoran, dan sandal jepit, menganggapnya sebagai pengemis!

Tampaknya dia tidak mempunyai uang, dan tidak mungkin akan membeli motor yang mahal, jadi para karyawan mengabaikannya. Tetapi, pria itu masih saja mondar-mandir di dalam sambil memeriksa berbagai motor yang ada di showroom.

Pada saat itu, pemilik showroom memperhatikannya, dan dia berkata kepada stafnya,: “Serahkan padaku!”

Bos melangkah maju untuk berbicara dengan pria itu. Bos itu memiliki motto “Anda adalah tamu ketika Anda datang ke pintu.” Dia dengan antusias memperkenalkan diri kepada pria itu.

Setelah mengobrol selama 10 menit, bos itu baru mengetahui bahwa pria tersebut adalah penggemar “Harley Davidson”.

Pria itu mengatakan bahwa dirinya sangat menyukai Harley Davidson buatan Amerika Serikat!

Pemilik Showroom lantas berkata pada pria itu, : “Saya punya produk Harley terbaru di sini, apakah Anda ingin melihatnya?”

Setelah menunjukkannya, bos itu juga mempersilahkan pria itu untuk mencoba naik.

Setelah itu, pria itu bertanya,: “Berapa harga motor ini?”

Bos menghitung dan berkata,: “Sudah termasuk pajak sekitar 600.000 baht (sekitar Rp 277 Juta).”

Setelah tahu harganya, paman itu sepertinya agak bimbang, dan kemudian dia berkata bahwa dia akan mengambil uangnya.

Ketika semua orang mengira pria itu hanya omong kosong, tak lama kemudian, dia datang lagi dengan membawa beberapa tumpukan uang tunai !

Pria yang awalnya dikira pengemis itu akhirnya membeli motor yang harganya ratusan juga dengan uang “uang tunai”!

Pada saat itu, karyawan, bos, dan para pembeli di tempat kejadian semuanya tampak melongo…

Setelah membayar dengan uang tunai, pria itu mengganti pakaiannya yang lusuh dengan setelan pakaian pengendara motor yang trendi, dan mengendarai truknya untuk membawa motor Harley-nya.

Pria itu mengatakan bahwa sebenarnya, dia bukan orang kaya, tetapi dia selalu berangan-angan bisa memiliki “Harley Davidson”.

Setelah beberapa tahun bekerja keras, ia telah menghemat uang, dan mengandalkan kekuatannya sendiri, akhirnya dia dapat membeli Harleynya sendiri!

Dan cerita tentang “pengemis compang-camping membeli motor mahal” tersebar di seluruh daerah.

Dia sangat bersyukur bahwa pemilik showroom itu tidak memandang orang berdasarkan penampilannya karena staff di sana memandang pria itu dari penampilannya.

Orang terus berubah, orang yang miskin dan rendah belum tentu membuktikan bahwa dia tidak akan kaya di masa depan, sebaliknya orang yang baik sekarang belum tentu membuktikan bahwa dia tidak akan jahat di masa depan. Kuncinya adalah belajar mengenali orang. (lidya/yn)

Sumber: nnewsr

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular