Erabaru.net. Beberapa orang telah disebut “anak jenius” karena memiliki kemampuan belajar yang luar biasa sejak mereka masih anak-anak, namun jika orang tidak memperhatikan kemampuan belajarnya, semua orang akan melihatnya sebagai anak aneh.

Ada seorang anak ajaib di daratan Tiongkok. Meskipun keluarganya sulit, dia sangat cerdas. Dia diterima di universitas top pada usia 13 tahun. Dia mendapat sponsor dari perusahaan lokal untuk biaya pendidikan dan biaya hidupnya. Namun, karena usianya yang masih muda, ia tidak dapat menolak godaan saat berada di kuliah sampai akhirnya menghadapi dilema putus sekolah.

Menurut laporan media, anak ajaib ini bernama Liao Wei. Ia lahir di sebuah desa di Guizhou pada tahun 1996. Meskipun keluarganya miskin, ibunya menemukan bahwa Liao Wei cukup pintar, sejak itu, ibunya sering memberikannya buku untuk belajar.

Liao Wei juga mempunyai kemampuan melebihi anak biasa. Dia bisa membacakan ratusan puisi Tang pada usia 3 tahun. Setelah memasuki sekolah dasar pada usia 5 tahun, dia hanya butuh 2 setengah tahun untuk menyelesaikan 6 tahun sekolah dasarnya.

Otak anak ini bekerja seperti komputer, semua pengetahuan tidak dapat menghalangi dia, setiap kali teman sekelasnya masih belajar dengan keras, dia sudah menguasai materinya, dan ia tidak memerlukan penjelasan pelajaran seperti anak lainnya.

Hingga tahun 2009, pada usia 13 tahun, ia telah menyelesaikan sekolah menengah atas dan dengan dukungan guru dan anggota keluarganya, dia memasuki ruang ujian masuk universitas, meskipun dia terlihat masih anak-anak, namun, nilai yang sangat sempurna. Dia diterima di salah satu universitas top di Tiongkok .

Melihat anaknya yang begitu pintar, orangtua Liao Wei bisa dikatakan bangga sekaligus sedih, karena keluarganya miskin mereka tidak mampu membayar biaya kuliah yang mahal. Untungnya, setelah berita itu menyebar, perusahaan lokal memutuskan untuk membantu, tidak hanya untuk mensubsidi uang sekolah selama empat tahun ke depan, tetapi juga untuk menanggung biaya hidupnya.

Liao Wei memiliki cita-cita yang tinggi, yaitu menjadi seorang ilmuwan sebagai imbalan di masa depan, dia juga berencana menghabiskan 2 tahun untuk menyelesaikan studi universitas, 2 tahun untuk studi master, 2 tahun untuk Ph.D., dan 3 tahun terakhir untuk studi post doctoral.

Namun, semuanya tidak berjalan sesuai harapan. Pada saat itu, perusahaan yang mendukungnya memutuskan untuk menangguhkan semua pendanaan hanya dalam waktu singkat.

Ternyata setelah Liao Wei kuliah, dia secara bertahap menjadi terobsesi dengan perkelahian mungkin karena adanya terlalu banyak godaan dan usianya terlalu muda untuk menghadapi semua itu.

Dia sering bermain Video game dan sering bolos kelas, yang menyebabkan nilainya merosot. Dia mendapat nilai merah di hampir semua mata pelajaran dan hampir dikeluarkan dari sekolah.

Meskipun dia akhirnya dipindahkan ke fakultas lain dan berhasil menyelamatkan studinya, dia tidak lagi mendapat perhatian dan membuat orangtuanya merasa malu.

Tak disangka, hanya dalam waktu satu tahun, perusahaan besar itu memutuskan untuk tidak mendanai Liao Wei, alasannya adalah karena Liao Wei telah bersentuhan dengan banyak hal baru di universitas, ditambah dengan kurangnya disiplin dan mengabaikan studinya.

Dia hampir gagal dalam semua mata pelajaran dan menghadapi ambang putus studinya. Liao Wei bahkan tidak pernah mengucapkan “terima kasih” selama periode pendanaan oleh perusahaan.

Meskipun Liao Wei lolos dari nasib putus sekolah, ia juga terpaksa pindah. Keajaiban anak itu telah direduksi menjadi orang biasa sejak itu, dan berubah menjadi anak yang memalukan. (lidya/yn)

Sumber: newsiii

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular